Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 Desember 2015 | 14:06 WIB
Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro (kiri) saat meninjau Pelabuhan Batu Ambar, Batam, Jumat (18/9) [Antara].

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro masih mengkaji untuk merevisi target penerimaan pajak pada APBN 2016. Dalam revisi target penerimaan pajak naik 5 persen dibanding 2015.

Revisi itu mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak tahun ini. Serta keberhasilan penerapan pengampunan pajak (tax amnesty).

"Dengan dua hal itu, (pendapatan) bisa naik, bisa turun, bisa tetap," kata Bambang di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Hingga 8 hari sisa waktu tahun anggaran 2015, Bambang masih meyakini kekurangan penerimaan pajak (shortfall) dapat ditahan tidak melebihi 15 persen atau sebesar Rp195 triliun dari target Rp1.294 triliun. Bambang berseloroh dirinya sedang menjadi pengumpul pajak yang turun langsung ke lapangan menemui wajib pajak "kakap" yang masih memiliki kewajiban pajak.

Di pertengahan Desember 2015 ini, Bambang menyebut, potensi penerimaan pajak bertambah signifikan dengan penerimaan yang ditagih dari 50 Wajib Pajak besar, meskipun dia enggan merincinya.

"Kita akan upayakan (shortfall) bisa di bawah Rp195 triliun," ucapnya.

Hingga Selasa ini, jika pendapatan pajak ditambah dengan penerimaan bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pendapatan negara sudah 76 persen atau sebesar Rp1.338 triliun.

Sedangkan belanja negara per Selasa ini terserap 84 persen atau Rp1.666 triliun. Dia meyakini defisit anggaran masih bisa dikendalikan maksimal 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Sementara, untuk proses penerapan pengampunan pajak atau "tax amnesty". Bambang sebelumnya mengatakan akan mempercepat proses pengesahannya bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah tertunda dari target di 2015, Bambang optimsistis UU Pengampunan Pajak dapat disahkan pada masa sidang awal 2016.

Pengampunan pajak menjadi andalan pemerintah untuk menggali potensi penerimaan pajak yang selama ini tidak tergali. Dana milik konglomerat Indonesia yang bisa terserap menjadi tambahan pajak, menurut Ketua Tim Ahli Wapres, Sofjan Wanandi mecapai 100 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengusulkan untuk mempercepat pengajuan APBN-Perubahan 2016 karena target pajak sebesar Rp1.360 triliun tidak realistis.

"Tidak bisa lagi hanya katakan bisa tercapai, nyatanya hasilnya berkata lain, karenanya lebih baik APBN diamandemen agar targetnya realistis sehingga memberikan kepastian penerimaan dan memperkecil kemungkinan kembali meleset target penerimaan (shortfall) pada tahun 2016 mendatang," ujar Darmin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terlalu Tinggi, Darmin Usul Amandemen Target Pajak di APBN 2016

Terlalu Tinggi, Darmin Usul Amandemen Target Pajak di APBN 2016

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:20 WIB

Pemerintah Pastikan Peneriman Pajak 2015 Gagal Capai Target

Pemerintah Pastikan Peneriman Pajak 2015 Gagal Capai Target

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 11:41 WIB

Dirjen Pajak Target Terima Pajak Rp146,3 T dalam 14 Hari

Dirjen Pajak Target Terima Pajak Rp146,3 T dalam 14 Hari

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 04:38 WIB

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

Bisnis | Kamis, 17 Desember 2015 | 18:57 WIB

Tiga Orang Tersangka Pajak Hotel Incar 75 Objek Pajak Lain

Tiga Orang Tersangka Pajak Hotel Incar 75 Objek Pajak Lain

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:43 WIB

Tiga Pegawai Pelaku Penggelapan Pajak Telah Ditangkap

Tiga Pegawai Pelaku Penggelapan Pajak Telah Ditangkap

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:37 WIB

Ini Cara Tiga Tersangka Pegawai Pajak Menjalankan Aksi Pemerasan

Ini Cara Tiga Tersangka Pegawai Pajak Menjalankan Aksi Pemerasan

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:28 WIB

Tax Amnesty Harus Dorong Kesetaraan Wajib Pajak

Tax Amnesty Harus Dorong Kesetaraan Wajib Pajak

Bisnis | Rabu, 16 Desember 2015 | 20:00 WIB

Penerimaan Sektor Minerba Diperkirakan Gagal Mencapai Target

Penerimaan Sektor Minerba Diperkirakan Gagal Mencapai Target

Bisnis | Rabu, 16 Desember 2015 | 15:08 WIB

Terkini

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB