Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 Desember 2015 | 14:06 WIB
Revisi Penerimaan Pajak 2016 Masih Dikaji
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro (kiri) saat meninjau Pelabuhan Batu Ambar, Batam, Jumat (18/9) [Antara].

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro masih mengkaji untuk merevisi target penerimaan pajak pada APBN 2016. Dalam revisi target penerimaan pajak naik 5 persen dibanding 2015.

Revisi itu mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak tahun ini. Serta keberhasilan penerapan pengampunan pajak (tax amnesty).

"Dengan dua hal itu, (pendapatan) bisa naik, bisa turun, bisa tetap," kata Bambang di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Hingga 8 hari sisa waktu tahun anggaran 2015, Bambang masih meyakini kekurangan penerimaan pajak (shortfall) dapat ditahan tidak melebihi 15 persen atau sebesar Rp195 triliun dari target Rp1.294 triliun. Bambang berseloroh dirinya sedang menjadi pengumpul pajak yang turun langsung ke lapangan menemui wajib pajak "kakap" yang masih memiliki kewajiban pajak.

Di pertengahan Desember 2015 ini, Bambang menyebut, potensi penerimaan pajak bertambah signifikan dengan penerimaan yang ditagih dari 50 Wajib Pajak besar, meskipun dia enggan merincinya.

"Kita akan upayakan (shortfall) bisa di bawah Rp195 triliun," ucapnya.

Hingga Selasa ini, jika pendapatan pajak ditambah dengan penerimaan bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pendapatan negara sudah 76 persen atau sebesar Rp1.338 triliun.

Sedangkan belanja negara per Selasa ini terserap 84 persen atau Rp1.666 triliun. Dia meyakini defisit anggaran masih bisa dikendalikan maksimal 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Sementara, untuk proses penerapan pengampunan pajak atau "tax amnesty". Bambang sebelumnya mengatakan akan mempercepat proses pengesahannya bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah tertunda dari target di 2015, Bambang optimsistis UU Pengampunan Pajak dapat disahkan pada masa sidang awal 2016.

Pengampunan pajak menjadi andalan pemerintah untuk menggali potensi penerimaan pajak yang selama ini tidak tergali. Dana milik konglomerat Indonesia yang bisa terserap menjadi tambahan pajak, menurut Ketua Tim Ahli Wapres, Sofjan Wanandi mecapai 100 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengusulkan untuk mempercepat pengajuan APBN-Perubahan 2016 karena target pajak sebesar Rp1.360 triliun tidak realistis.

"Tidak bisa lagi hanya katakan bisa tercapai, nyatanya hasilnya berkata lain, karenanya lebih baik APBN diamandemen agar targetnya realistis sehingga memberikan kepastian penerimaan dan memperkecil kemungkinan kembali meleset target penerimaan (shortfall) pada tahun 2016 mendatang," ujar Darmin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terlalu Tinggi, Darmin Usul Amandemen Target Pajak di APBN 2016

Terlalu Tinggi, Darmin Usul Amandemen Target Pajak di APBN 2016

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:20 WIB

Pemerintah Pastikan Peneriman Pajak 2015 Gagal Capai Target

Pemerintah Pastikan Peneriman Pajak 2015 Gagal Capai Target

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 11:41 WIB

Dirjen Pajak Target Terima Pajak Rp146,3 T dalam 14 Hari

Dirjen Pajak Target Terima Pajak Rp146,3 T dalam 14 Hari

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 04:38 WIB

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

4 Bank BUMN Salurkan Dana APBN 2016

Bisnis | Kamis, 17 Desember 2015 | 18:57 WIB

Tiga Orang Tersangka Pajak Hotel Incar 75 Objek Pajak Lain

Tiga Orang Tersangka Pajak Hotel Incar 75 Objek Pajak Lain

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:43 WIB

Tiga Pegawai Pelaku Penggelapan Pajak Telah Ditangkap

Tiga Pegawai Pelaku Penggelapan Pajak Telah Ditangkap

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:37 WIB

Ini Cara Tiga Tersangka Pegawai Pajak Menjalankan Aksi Pemerasan

Ini Cara Tiga Tersangka Pegawai Pajak Menjalankan Aksi Pemerasan

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 16:28 WIB

Tax Amnesty Harus Dorong Kesetaraan Wajib Pajak

Tax Amnesty Harus Dorong Kesetaraan Wajib Pajak

Bisnis | Rabu, 16 Desember 2015 | 20:00 WIB

Penerimaan Sektor Minerba Diperkirakan Gagal Mencapai Target

Penerimaan Sektor Minerba Diperkirakan Gagal Mencapai Target

Bisnis | Rabu, 16 Desember 2015 | 15:08 WIB

Terkini

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 07:58 WIB

Aturan Saham Gocap Berakhir! BEI Hapus Batas Bawah Harga Menjadi Rp1

Aturan Saham Gocap Berakhir! BEI Hapus Batas Bawah Harga Menjadi Rp1

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 07:51 WIB

Influencer Promosikan Investasi Ilegal Dipanggil OJK, Kode Referral Berhadiah Jadi Sorotan

Influencer Promosikan Investasi Ilegal Dipanggil OJK, Kode Referral Berhadiah Jadi Sorotan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 07:51 WIB

Berujung Maut! Tertangkap Basah Curi Jeruk, Pria di Banyuwangi Tewas Dihajar Warga

Berujung Maut! Tertangkap Basah Curi Jeruk, Pria di Banyuwangi Tewas Dihajar Warga

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 07:50 WIB

Siswa SMA-SMK di Pekanbaru Diliburkan Gegara Kabut Asap Karhutla

Siswa SMA-SMK di Pekanbaru Diliburkan Gegara Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 07:46 WIB

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 17 September 2026, Lagi Kebagian Hoki

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 17 September 2026, Lagi Kebagian Hoki

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:44 WIB

7 Tips Mengemas Bekal di Lunch Box agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Enak

7 Tips Mengemas Bekal di Lunch Box agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Enak

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:42 WIB

×