SPI: Stok Pangan Indonesia Gampang Diakali Pedagang

Adhitya Himawan

Selasa, 02 Februari 2016 | 02:02 WIB
SPI: Stok Pangan Indonesia Gampang Diakali Pedagang
Inflasi meningkat akibat naikknya harga pangan di pasaran [Antara]

Suara.com - Organisasi non-pemerintah Serikat Petani Indonesia (SPI) menyoroti kenaikan harga komoditas pangan seperti beras dan daging yang terjadi pada akhir Januari 2016 sekaligus menyebutkan bahwa terdapat kesalahan dalam sisi persediaan, rantai pasok, maupun distribusinya.

"Pemerintah harus mulai evaluasi stok beras Bulog, karena stok minimum saat ini gampang diakali pedagang. Tingkat konsumsi kita besar, seharusnya Bulog memiliki cadangan yang lebih signifikan," kata Ketua Umum SPI Henry Saragih dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Organisasi yang dideklarasikan 8 Juli 1998 di Sumatera Utara tersebut menyebutkan fenomena gejolak harga pangan ini bukan yang pertama Indonesia alami. Tercatat di awal tahun 2015 harga beras juga mengalami gejolak.

Terkait dengan komoditi beras, harga cenderung naik apabila pemerintah tidak memiliki cadangan stok (buffer stock) yang cukup. Menurut UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, cadangan pangan nasional adalah persediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk konsumsi manusia dan untuk menghadapi masalah kekurangan pangan, gangguan pasokan dan harga, serta keadaan darurat.

SPI menyebutkan bahwa cadangan beras untuk negara lain yang masyarakatnya mengonsumsi beras relatif lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Misalnya, Thailand memiliki cadangan sekitar 17 juta ton dari 67 juta jiwa populasi, Malaysia 300 ribu ton dari 30 juta jiwa, dan Filipina 930 ribu ton dari 102 juta jiwa.

Sedangkan cadangan beras Indonesia sekitar 1,3 juta ton dari total 250 juta jiwa, atau satu banding 192. "Dari perbandingan ini, selayaknya Bulog punya cadangan 2,5 hingga 5 juta ton beras," kata Henry.

Dia berpendapat agar pemerintah membentuk badan pangan nasional sesuai UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan tujuan mengintegrasikan kebijakan pangan yang saat ini parsial karena Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog berjalan masing-masing.

"Badan pangan nasional ini, sesuai dengan amanatnya, harus langsung ke presiden supaya kedaulatan pangan tercapai. Pemerintah juga perlu mengkaji dampak kekeringan yang masih dialami beberapa daerah," ungkap dia.

Menurut Henry, Bulog harus dikembalikan fungsinya sebagai badan penyangga pangan nasional dan melengkapi perangkatnya operasionalnya agar mempunyai stok pangan yang besar dan sanggup menjangkau seluruh daerah.

Kemudian, Kementerian Pertanian perlu segera memperbaiki data produksi pertanian dan peningkatan produksi pertaniannya dengan menjalankan pembaruan agraria dan mengembangkan pertanian yang ekologis untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Akhirnya, aparat kepolisian tinggal mencari spekulan, karena spekulan ini yang menjadi dalang kenaikan harga pangan pada 2008 lalu," ungkap Henry.

Sebelumnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan beras telah memberikan kontribusi pada laju inflasi Januari 2016 yang tercatat sebesar 0,51 persen.

Dengan kenaikan harga tersebut, kelompok bahan makanan menjadi komponen pembentuk inflasi tertinggi pada Januari yaitu 2,2 persen.

BPS mencatat pula pada Januari dan Februari 2015 terjadi deflasi masing-masing 0,24 persen dan 0,36 persen, karena pemerintah telah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak awal tahun.

Kondisi itu membuat biaya logistik jadi lebih terjangkau sehingga distribusi bahan makanan tidak terganggu dan harga-harga relatif stabil. Meskipun demikian, ada beberapa bahan pangan yang tetap mengalami kenaikan harga, karena stok yang terbatas, seperti beras. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:35 WIB

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:46 WIB

Bukan Cuma Mi dan Pasta, Tepung Sagu Kini Diuji untuk Pengeboran Minyak

Bukan Cuma Mi dan Pasta, Tepung Sagu Kini Diuji untuk Pengeboran Minyak

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 12:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:14 WIB

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 17:54 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal, Sentuh Rp96.550 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal, Sentuh Rp96.550 per Kg

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:18 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Terkini

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:40 WIB

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:39 WIB

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

×