Bank Mandiri Stop Berikan Kredit Usaha Sawit di Lahan Gambut

Adhitya Himawan

Selasa, 23 Februari 2016 | 15:48 WIB
Bank Mandiri Stop Berikan Kredit Usaha Sawit di Lahan Gambut
Perkebunan sawit di Kapuas, Kalimantan Tengah. [Suara.com/Laban Laisila]

Suara.com -  PT Bank Mandiri (Persero) memperketat syarat pemberian kredit untuk sektor bisnis kelapa sawit dari sisi lingkungan dan legalitas, salah satunya adalah tidak lagi mengucurkan kredit baru bagi pemohon yang akan membuka kebun di atas lahan gambut.

"Kami tidak bisa membiayai sawit di lahan gambut. Kebijakan ini mulai dilakukan tahun ini," kata Kepala Bank Mandiri Area Pekanbaru, Agus Sanjaya pada diskusi tentang sawit yang digelar Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat), di Pekanbaru, Selasa (23/2/2016).

Syarat lainnya yang diperketat, lanjutnya, adalah legalitas lahan untuk perkebunan kelapa sawit bahwa bank plat merah tersebut hanya akan memberikan kredit bagi lahan yang sudah berstatus hak guna usaha (HGU).

Menurut dia, tujuan dari kebijakan itu dilakukan Bank Mandiri dalam menyikapi isu lingkungan dan gejolak sawit yang mengalami tren penurunan harga sejak 2015.

Agus Sanjaya tidak memungkiri bahwa pengetatan syarat pengucuran kredit sawit bisa mengurangi jumlah debitur di Provinsi Riau, karena sebagian besar topografi daerah tersebut merupakan lahan gambut.

Karena itu, ia mengatakan Bank Mandiri mulai melirik delapan sektor pembiayaan lain sehingga masyarakat Riau tidak hanya terpaku pada kredit untuk usaha sawit.

"Di Riau, khususnya, kami mencoba alternatif nonsawit pada delapan sektor lainnya. Seperti untuk kredit untuk sektor kesehatan, pendidikan, kontraktor pemerintahan, infrastruktur, minyak dan gas bagian hilir untuk bisnis SPBU, serta komunikasi dan perdagangan," ujarnya.

Meski begitu, ia mengatakan Mandiri masih menilai kelapa sawit sebagai sektor bisnis yang punya potensi tinggi untuk pembiayaan perbankan.

Ia mengatakan, portofolio kredit Bank Mandiri untuk sektor perkebunan sawit pada 2015 berkisar pada angka 10,5 persen dari target kredit secara nasional yang mencapai sekitar Rp700 triliun. Bahkan, khusus di Riau komposisi penyaluran kredit untuk sawit berkisar pada angka 60 hingga 70 persen dari total kredit.

"Kami masih melihat (sawit) masih menguntungkan, walaupun memang pemberian kreditnya sangat ketat," katanya.

Terkait tren penurunan harga sawit, Agus Sanjaya mengatakan dampaknya terhadap penurunan kualitas kredit di Riau hanya sekitar satu persen dari total kredit yang disalurkan pada 2015. Menurut dia, jumlah tersebut masih dalam porsi wajar karena masih bisa ditutupi dari dana provisi yang dibayarkan calon debitur sebelum kredit dicairkan.

"Biaya provisi untuk menutupi kredit yang macet. Jumlah keseluruhannya masih di atas kredit macet," katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar kredit bermasalah bukan akibat penurunan harga komoditas tersebut, melainkan pada kesalahan manajemen dari debitur dalam pengelolaan dana kredit yang diberikan. "Kami lebih khawatir dari dampak kesalahan manajemen debitur, misalkan awalnya kredit diusulkan untuk pembiayaan jual beli tandan buah segar sawit, namun ternyata dialihkan ke yang lain," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau Prof. Dr. Almasdi Syahza, mengatakan lembaga pembiayaan seperti Bank Mandiri sudah saatnya mendorong pembiayaan pada pengembangan industri hilir kelapa sawit.

Menurut dia, dengan luas perkebunan sawit di Riau yang kini sudah lebih dari tiga juta hektare, pengembangan potensi produk turunan dari komoditas andalan Riau itu nyaris stagnan.

"Seharusnya Bank Mandiri mengarah ke pembiayaan industri hilir sawit, jangan lagi hanya fokus pada pemberian kredit untuk membuka kebun. Potensi bisnis sawit ini masih sangat besar," kata Almasdi Syahza. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Bisnis Bullion Bank Mandiri Perluas Akses ke Investasi Emas

Bisnis Bullion Bank Mandiri Perluas Akses ke Investasi Emas

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×