Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Laba Bersih Bank Dinar Meroket 356,30 Persen di 2015

Adhitya Himawan

Rabu, 11 Mei 2016 | 12:09 WIB
Laba Bersih Bank Dinar Meroket 356,30 Persen di 2015
Manajemen dan Pegawai PT Bank Dinar Tbk. [bankdinar.co.id]

PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) membukukan pertumbuhan drastis atas laba setelah pajak sebesar 356,30 persen pada 2015 di tengah kondisi perbankan nasional mengalami penurunan pertumbuhan laba sebesar 6,72 persen.

"Perolehan laba setelah pajak pada 2015 sebesar Rp14,02 miliar ini, melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar Rp11.67 miliar," kata Direktur Utama PT Bank Dinar Indonesia Tbk Hendra Lie pada RUPST perseroan di Jakarta Rabu (11/5/2016).

Dia mengatakan kinerja Bank Dinar lebih tinggi dari angka rata-rata pertumbuhan perbankan secara nasional yang mencapai 9,21 persen untuk aset, kredit sebesar 10,40 persen, DPK sebesar 7,27 persen. Hingga akhir 2015, aset Bank Dinar tumbuh 26,33 persen menjadi Rp2,07 triliun dari Rp1,64 triliun pada 2014.

"Pencapaian angka ini meningkat sebesar 115,04 persen dari target aset yang ditetapkan sebesar Rp1,80 triliun," ujarnya.

Pada periode yang sama, perseroan berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.14 triliun, tumbuh 32,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp856 miliar. Sementara DPK yang dihimpun dari simpanan berjangka, simpanan tabungan dan giro tumbuh sebesar 22,13 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp1,47 triliun.

"Strategi dan kebijakan yang dijalankan selama 2015 telah menunjukkan hasil positif dan kami yakin pencapaian pada tahun lalu menjadi fondasi dan momentum yang tepat untuk terus bertumbuh di tahun 2016," tambah Hendra.

Hendra Lie menambahkan pada Juni 2015, Bank Dinar merampungkan kerjasama dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Sehingga nasabah Bank Dinar dapat melakukan transaksi elektronis tarik tunai, transfer antar bank dan informasi saldo di sekitar 62 ribu jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia.

Untuk perluasan pelayanan transaksi perbankan, Bank Dinar kembali membuka jaringan ke-15 pada Desember 2015 berupa Kantor Kas di area strategis Jembatan Lima, Jakarta Barat.

"Secara umum untuk 2016, Bank Dinar tetap mengedepankan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan untuk melayani nasabah, khususnya berkaitan pemberian kredit untuk dapat memenuhi target pertumbuhan sebesar 18,53 persen, DPK ditargetkan tumbuh 10,14 persen dan tetap menjaga Loan to Funding Ratio (LFR) di kisaran 78 - 92 persen," ucap Hendra.

RUPST Bank Dinar yang dipimpin Komisaris Utama, Dr. Syaiful Amir, SE, AK dan dihadiri Nio Yantony, pemegang saham terbesar (34,16 persen) serta pemegang saham lainnya, diantaranya menyetujui Laporan Direksi tentang kinerja Perseroan dan pengesahan Neraca serta Perhitungan Laba/Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015.

RUPST juga menyetujui usulan Perseroan untuk tidak membagikan dividen kepada Pemegang Saham dan seluruh laba bersih sebesar Rp. 14.02 miliar setelah dikurangi jasa produksi pengurus dan karyawan, dicatatkan sebagai laba yang ditahan untuk memperkuat modal dalam rangka pertumbuhan usaha Bank Dinar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14 WIB

BI Ikut Urus Sektor Riil dan Ciptakan Lapangan Kerja di RUU P2SK, Purbaya Akui Tiru AS

BI Ikut Urus Sektor Riil dan Ciptakan Lapangan Kerja di RUU P2SK, Purbaya Akui Tiru AS

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:14 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:29 WIB

Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:16 WIB

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:54 WIB

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:29 WIB

Terkini

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB