Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Jokowi: Harusnya Ramadan dan Lebaran Diskon Barang Besar-besaran

Siswanto, Erick Tanjung

Selasa, 07 Juni 2016 | 15:45 WIB
Jokowi: Harusnya Ramadan dan Lebaran Diskon Barang Besar-besaran
Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla‎ memimpin sidang kabinet paripurna bersama seluruh menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6/2016).‎ Agenda sidang membahas dua topik, yaitu perkembangan pembahasan APBN Perubahan Tahun 2016 dan persiapan Hari Raya Idul Fitri.

"Siang hari ini kita akan berbicara yang berkaitan dengan pertama APBNP dan kedua berkaitan dengan Lebaran, kondisi pangan, ketiga berkaitan dengan revolusi mental," kata Jokowi ketika membuka sidang paripurna ‎kabinet.

Dia menjelaskan situasi perekonomian global sekarang ini belum stabil dan harus terus diwaspadai. Setiap Minggu, pergerakan ekonomi berubah.

"Tetapi, pada kuartal I tahun 2016 sedikit menurun jadi 4,92 persen. Ini sekali lagi, pada awal Januari dan akhir Desember (tahun lalu) sudah diberikan peringatan agar belanja kementerian dan lembaga didorong untuk bisa dipercepat. Tapi dalam praktek, angka-angka di Kementerian masih lambat. Hanya satu, dua, tiga kementerian yang bisa mempercepat, seperti kementerian PU empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya," ujar dia.

Jokowi menambahkan persoalan ekonomi tergantung dua hal, pertama, belanja pemerintah, kedua, investasi.

Menurut Kepala Negara jika belanja pemerintah tidak segera dilaksanakan, akan mengakibatkan pertumbuhan lebih lambat. Begitu pula dengan investasi, jika Badan Koordinasi Penanaman Modal tidak bisa mendorong cepat teralisasi investasi, juga tidak akan memberikan efek konkrit pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita juga harus sadar, investor juga jadi rebutan negara lain yang kondisinya jauh lebih jelek dari kita. Kalau sebuah proyek bisa dikerjakan swasta, investor, serahkan pada mereka. Jangan malah kebalik, investor berminat, tapi malah kita pakai APBN. Sehingga APBN bisa digiring untuk dipakai ke (program) yang lain," tutur dia.

Jokowi menekankan agar indikator ekonomi mengenai investasi langsung, inflasi, indeks gini ratio juga dijaga, terutama inflasi jelang Lebaran.

"Hati-hati ini jadi tanggungjawab kemendag, tapi kementerian lain juga berperan seperti kementan dan BUMN. Karena juga menyangkut hal yang berkaitan dengan inflasi, paling tidak harus di bawah empat persen untuk tahun ini inflasinya," kata dia.

Selain itu, Jokowi menuturkan kebiasaan setiap saat Ramadan dan jelang Lebaran harga barang-barang selalu naik, hal itu harus diubah. Meski demand atau permintaan di pasaran naik, tetapi supply (pasokan barang) juga harus tetap dikendalikan, sehingga harga-harga jadi tidak ikut naik. 


"Saya hanya bayangkan seperti negara lain, akhir tahun waktu Natal justru ada diskon besar-besaran. Saya bayangin, harusnya ada itu (diskon besar-besaran). Tempat lain bisa kenapa kita tidak. Ini malah cepat-cepatan naik. Ini yang harus dilakukan perubahan. Dan saya yakin kita mampu lakukan, asal terkonsep, terlaksana, dan implementasi di lapangan diikuti," ujar dia.

"Karena nanti dampak dari kenaikan harga, yang terkena adalah rakyat kecil, petani, buruh tani. Sebab 80 persen petani kita konsumen beras, meskipun petani," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mainkan Harga Daging Sapi, 32 Perusahaan Didenda Bayar Rp107 M

Mainkan Harga Daging Sapi, 32 Perusahaan Didenda Bayar Rp107 M

Bisnis | Selasa, 07 Juni 2016 | 15:30 WIB

Daging Kerbau Lebak Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

Daging Kerbau Lebak Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 15:13 WIB

Menteri Laporan ke Jokowi Sudah Turunkan Harga di Pasaran

Menteri Laporan ke Jokowi Sudah Turunkan Harga di Pasaran

Bisnis | Senin, 06 Juni 2016 | 18:46 WIB

Kapolri: Kami Siap Selidiki Harga Sembako yang Naik Tak Wajar

Kapolri: Kami Siap Selidiki Harga Sembako yang Naik Tak Wajar

News | Senin, 06 Juni 2016 | 17:20 WIB

Dari Pasar Cibitung, Rombongan Pimpinan DPR ke Pasar Tambun

Dari Pasar Cibitung, Rombongan Pimpinan DPR ke Pasar Tambun

DPR | Senin, 06 Juni 2016 | 16:19 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB