Pemerintah Selayaknya Perhatikan Fakir Miskin

Madinah

Minggu, 12 Juni 2016 | 16:12 WIB
Pemerintah Selayaknya Perhatikan Fakir Miskin
Dok. Dompet Dhuafa.

Suara.com - Kemiskinan merupakan salah masalah krusial yang sampai saat ini belum mendapatkan solusi yang tepat. Masalah ini bukan hanya terjadi di  Indonesia, melainkan juga di seluruh belahan dunia. Bahkan masalah ini juga menimpa negara-negara dengan status sebagai negara maju. Berdasarkan pantauan Badan Statistik Nasional, pada September 2015, persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 11,13 persen atau setara dengan 28,51 juta jiwa, dari total penduduk di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa adanya strategi seperti upaya pertumbuhan ekonomi tidak lah cukup untuk menuntaskan kemiskinan di Indonesia.

Dalam acara peluncuran buku Indonesia Pro Poor Budget review 2016 bertajuk (Mimpi) Anggaran untuk Rakyat Miskin yang bertempat di Gedung Dewan Pers Jakarta (23/5), Yusuf Wibisono selaku Direktur Eksekutif IDEAS mengungkapkan bahwa kasus kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu masalah struktural yang bersifat masif dan persisten. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya strategi penanggulangan kemiskinan yang belum tepat, yakni hanya berkaca pada pertumbuhan ekonomi dan tidak berpihak kepada fakir miskin.

“Pasca krisis ekonomi 1998, terlihat bahwa strategi penanggulangan kemiskinan berbasis pertembuhan ekonomi tidak lah efektif. Hal ini dibuktikan dengan minimnya kontribusi pertumbuhan ekonomi dalam menghasilkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yusuf .

Yusuf menjelaskan secara gamblang bahwa seluruh pro-poor measures telah menunjukan manfaat pertumbuhan ekonomi pascakrisis 1998 tidak dinikmati oleh kelompok miskin. Melainkan lebih banyak dinikmati oleh masyarakat dari golongan elit. Menurutnya, strategi penanggulangan kemiskinan yang hanya sekedar berfokus pada jaring pengaman sosial, perbaikan akses, pelayanan dasar dan pemberdayaan ekonomi dengan berbasis pemikiran “poor because poor” menjadi tidak memadai.

“Penanggulangan kemiskinan di Indonesia cenderung parsial dan sektoral. Dalam artian tidak menyeluruh ke seluruh sektor. Penanggulangan kemiskinan di Indonesia juga cenderung mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang hanya berdampak kepada kaum elit saja. Harapannya dengan diluncurkan buku ini, dapat dijadikan sebagai acuan bahwa sudah seharusnya anggaran pemerintah tidak hanya digunakan untuk pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga memperhatikan kaum fakir dan miskin,“ pungkasnya. 

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

VIDEO: Apa Perlu Ngabuburit?

VIDEO: Apa Perlu Ngabuburit?

Ramadan1437h | Sabtu, 11 Juni 2016 | 17:13 WIB

Satelit IK Depok Sasar Penerima Manfaat di Depok

Satelit IK Depok Sasar Penerima Manfaat di Depok

Bisnis | Sabtu, 11 Juni 2016 | 10:01 WIB

Sebelas Siswa Binaan Dompet Duafa Lolos Perguruan Tinggi Negeri

Sebelas Siswa Binaan Dompet Duafa Lolos Perguruan Tinggi Negeri

Lifestyle | Jum'at, 10 Juni 2016 | 15:20 WIB

VIDEO: Tetap Produktif di Bulan Puasa

VIDEO: Tetap Produktif di Bulan Puasa

Ramadan1437h | Jum'at, 10 Juni 2016 | 15:11 WIB

Terkini

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Bekaci | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:15 WIB

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:14 WIB

×