Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Mendag Sebut Tak Banyak Masyarakat Paham Investasi Bodong

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2016 | 18:31 WIB
Mendag Sebut Tak Banyak Masyarakat Paham Investasi Bodong
Mendag Thomas Lembong inspeksi harga pangan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (10/6/2016). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan jumlah masyarakat yang menjadi korban dari investasi bodong terus mengalami peningkatan. Hal tersebut, lantaran, masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan baik terkait melek financial atau memahami soal industri keuangan.

"Karena semakin meningingkatnya investasi yang melawan hukum, pengaduan masyarakat akan hal tersebut juga meningkat. Karena masyarakat kita ini belum melek financial atau memahami terkait industri keuangan," kata Tom Lembong dalam 'Penandatanganan Nota Kesepakatan OJK Satgas Waspada Investasi' yang disampaikan oleh Kepala Bapepti Kemendag, Bahrul Chairi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).

Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan yang meningkatkan koprdinasi Satgas Waspada Investasi dengan beberapa Kementerian dan Lembaga pemerintahan untuk menciptakan keamanan investasi di masyarakat.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, kinerja satgas perelu ditingkatkan untuk memberantas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami mendukung penuh adanya satgas ini. Tujuan dari investasi ini kan memberikan keuntungan kepada masyarakat bukan sebaliknya. Maka dari itu kita harus bekerjasama memperbaiki ini semua," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketuan Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad yang mengatakan bahwa para pelaku investasi ilegal saat ini sudah semakin banyak dengan berbagai modus.

Sehingga dibutuhkan kerjasama yang kuat antar lembaga untuk melindungi masyarakat dari tindakan investasi yang melawan hukum.

"Pertama itu di edukasi, kalau diedukasi masyarakat masih terjerat, maka kita kuatkan di sektor penanganannya. Jika ini berjalan dengan baik, maka masyarajat akan terhindar dari praktik-praktik invetasi ilegal," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Thomas Lembong Akui Dirinya Terlambat Impor Daging Sapi

Thomas Lembong Akui Dirinya Terlambat Impor Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 14:39 WIB

Mendag Jamin Stok Pangan Saat Ramadan dan Lebaran Aman

Mendag Jamin Stok Pangan Saat Ramadan dan Lebaran Aman

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 10:31 WIB

Inilah Alasan Mendag Lebih Pilih Impor Daging Sapi Beku

Inilah Alasan Mendag Lebih Pilih Impor Daging Sapi Beku

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 10:05 WIB

Sidak ke Pasar Rawamangun, Mendag Diteriaki Penjual Daging

Sidak ke Pasar Rawamangun, Mendag Diteriaki Penjual Daging

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 09:17 WIB

Pemerintah Terapkan SVLK Setelah Dapat Sertifikasi Ekspor Kayu

Pemerintah Terapkan SVLK Setelah Dapat Sertifikasi Ekspor Kayu

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 16:54 WIB

Dapat Sertifikasi Kayu, Indonesia Langsung Ekspor Ke Eropa

Dapat Sertifikasi Kayu, Indonesia Langsung Ekspor Ke Eropa

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 15:45 WIB

Walau Ekonomi Loyo, Mendag Optimis Ekspor RI Tahun Ini Bisa Naik

Walau Ekonomi Loyo, Mendag Optimis Ekspor RI Tahun Ini Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 13:41 WIB

Tahun Ini Pemerintah Revitalisasi 1000 Pasar Tradisional

Tahun Ini Pemerintah Revitalisasi 1000 Pasar Tradisional

Bisnis | Selasa, 03 Mei 2016 | 13:32 WIB

Mendag: Konsumen Jepang, Korea, dan Jerman Paling Cerewet

Mendag: Konsumen Jepang, Korea, dan Jerman Paling Cerewet

Bisnis | Selasa, 26 April 2016 | 12:41 WIB

Mendag: Konsumen Indonesia Rentan Dieksploitasi

Mendag: Konsumen Indonesia Rentan Dieksploitasi

Bisnis | Selasa, 26 April 2016 | 12:04 WIB

Terkini

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:39 WIB

Prabowo Jelaskan Tujuan Pembentukan Badan Khusus Ekspor

Prabowo Jelaskan Tujuan Pembentukan Badan Khusus Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:04 WIB

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:59 WIB

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat

Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:15 WIB

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB