Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

KEIN Ingin Industri Busana Muslim Didukung Semua "Stakeholder"

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 25 Juni 2016 | 05:30 WIB
KEIN Ingin Industri Busana Muslim Didukung Semua "Stakeholder"
Beragam model busana muslim terbaru jelang Lebaran 2016 di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/6/2016). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menginginkan industri busana muslim didukung oleh semua pemangku kebijakan "stakeholder" terkait karena industri kreatif tersebut dinilai menyumbang besar pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri busana muslim memang sudah berjalan dengan sangat baik, tapi akan lebih baik lagi jika kita kerjakan bersama-sama dengan semua stakeholder (pemangku kebijakan) yang tekait," kata Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif KEIN Irfan Wahid melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Irfan menyebutkan ada dua komponen besar dalam industri kreatif, yakni bidang kuliner atau makanan dan busana. Namun, industri busana muslim menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di bidang kreatif.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo juga telah menyetujui inisiasi KEIN untuk melakukan pertemuan dengan berbagai lintaskementerian, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif untuk mendisuksikan industri busana muslim di Indonesia.

Irfan mengakui bahwa potensi mengembangkan industri busana muslim sangat besar apalagi Indonesia merupakan satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerjasama negara Islam (OKI) yang mengekspor busana muslim terbesar selain Bangladesh, Turki, Maroko dan Pakistan.

"Namun, Indonesia saat ini juga masih menjadi negara dengan peringkat kelima konsumen busana muslim tingkat dunia, selain peringkat tiga besar lainnya yaitu Turki, Uni Emirat Arab dan Nigeria," kata Irfan.

Saat ini ada beberapa negara yang bersiap menguasai pasar busana muslim dunia, di antaranya Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malasyia, Amerika Serikat, Italia, Thailand, Jepang, Italia, Inggris, dan Prancis.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan perlu sarana promosi yang besar untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat busana muslim sedunia tahun depan.

"Untuk sarana promosi yang diperlukan adalah database dan katalog industri yang lengkap, dan saat ini sarana tersebut masih kurang. Padahal setiap kita melangkah tentunya harus memiliki angka atau data," ujar Euis.

Ia menambahkan Kementerian Perindustrian berniat memberikan fasilitas bagi pelaku industri busana muslim untuk mengikuti pameran busana baik di dalam maupun di luar negeri. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tampil Elegan dengan Koleksi Ramadan "The Executive"

Tampil Elegan dengan Koleksi Ramadan "The Executive"

Lifestyle | Selasa, 21 Juni 2016 | 19:51 WIB

Tampil Chic dengan Sentuhan Gaya Maroko Saat Lebaran

Tampil Chic dengan Sentuhan Gaya Maroko Saat Lebaran

Lifestyle | Senin, 20 Juni 2016 | 19:14 WIB

Tren Busana Lebaran 2016 Cenderung Minimalis

Tren Busana Lebaran 2016 Cenderung Minimalis

Lifestyle | Senin, 20 Juni 2016 | 09:21 WIB

Busana Muslim Ini Bakal Tren saat Lebaran Nanti

Busana Muslim Ini Bakal Tren saat Lebaran Nanti

Lifestyle | Minggu, 19 Juni 2016 | 19:14 WIB

Terkini

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 09:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB