Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

M Nurhadi

Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
Ilustrasi kurs IDR-USD [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah terdepresiasi pekan depan akibat penguatan indeks dolar dan ketegangan geopolitik global yang meningkat.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan kebijakan suku bunga agresif The Fed menjadi faktor utama penekan rupiah.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak langsung pada kenaikan harga logam mulia ritel di pasar domestik Indonesia tersebut.

Suara.com - Rupiah diproyeksikan menghadapi tekanan berat pada pekan depan. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprakirakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melaju kuat seiring memanasnya situasi geopolitik global, yang pada gilirannya akan menekan nilai tukar rupiah serta memicu lonjakan harga logam mulia ritel di dalam negeri.

Secara teknikal, indeks dolar AS dalam sepekan ke depan diproyeksikan bergerak dalam rentang support 99,90 hingga resistance 102,30.

Meskipun pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026) rupiah di pasar spot sempat menguat tipis 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS, namun secara akumulatif dalam sepekan mata uang garuda telah melemah 0,56 persen dari posisi pekan lalu di level Rp17.963.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga merekam tren serupa, di mana rupiah bertengger di Rp18.069 per dolar AS pada akhir pekan setelah melemah 0,60 persen dalam basis mingguan.

Ibrahim menilai penguatan akhir pekan tersebut bersifat sementara dan memproyeksikan rupiah kembali terdepresiasi pada pekan depan akibat kuatnya sentimen negatif eksternal.

“Rupiah dalam sepekan ke depan itu ditransaksikan kemungkinan di Rp17.870 sampai Rp18.300-an (per dolar AS),” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026).

Pelemahan nilai tukar rupiah ini dipastikan akan berdampak langsung pada harga emas dan logam mulia di pasar domestik. Ketika rupiah melemah, biaya importasi dan konversi bahan baku komoditas emas menjadi lebih mahal dalam mata uang lokal.

Ibrahim memproyeksikan harga logam mulia domestik akan bergerak di level support Rp2.570.000 per gram dan berpotensi menyentuh resistance di angka Rp2.800.000 per gram.

“Jadi penguatan harga logam mulia ritel ini disebabkan oleh melemahnya mata uang rupiah,” jelasnya.

baca juga

Dua Faktor Utama: Penutupan Selat Hormuz dan Sikap Hawkish The Fed
Fluktuasi tajam pada indeks dolar, rupiah, hingga minyak mentah dunia pekan depan dipengaruhi oleh dua faktor utama:

Eskalasi Militer di Timur Tengah

Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran bertepatan dengan masa libur nasional pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah ini dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu pagi untuk menutup total jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Penyegelan Selat Hormuz dipastikan langsung memukul rantai pasok distribusi minyak mentah dunia mulai Senin besok. Akibatnya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan bergejolak tinggi pada rentang support US$62,30 per barel dan resistance hingga US$82,20 per barel.

Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS

Sentimen global kian diperparah oleh sikap tegas Bank Sentral AS (The Fed). Otoritas moneter Negeri Paman Sam tersebut berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan menyatakan siap mengambil tindakan agresif guna menekan ekspektasi inflasi jangka panjang, yang memberi sinyal bahwa era suku bunga tinggi masih akan bertahan lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan

Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:08 WIB

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:45 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×