Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

M Nurhadi

Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
Ilustrasi kurs IDR-USD [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah terdepresiasi pekan depan akibat penguatan indeks dolar dan ketegangan geopolitik global yang meningkat.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan kebijakan suku bunga agresif The Fed menjadi faktor utama penekan rupiah.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak langsung pada kenaikan harga logam mulia ritel di pasar domestik Indonesia tersebut.

Suara.com - Rupiah diproyeksikan menghadapi tekanan berat pada pekan depan. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprakirakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melaju kuat seiring memanasnya situasi geopolitik global, yang pada gilirannya akan menekan nilai tukar rupiah serta memicu lonjakan harga logam mulia ritel di dalam negeri.

Secara teknikal, indeks dolar AS dalam sepekan ke depan diproyeksikan bergerak dalam rentang support 99,90 hingga resistance 102,30.

Meskipun pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026) rupiah di pasar spot sempat menguat tipis 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS, namun secara akumulatif dalam sepekan mata uang garuda telah melemah 0,56 persen dari posisi pekan lalu di level Rp17.963.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga merekam tren serupa, di mana rupiah bertengger di Rp18.069 per dolar AS pada akhir pekan setelah melemah 0,60 persen dalam basis mingguan.

Ibrahim menilai penguatan akhir pekan tersebut bersifat sementara dan memproyeksikan rupiah kembali terdepresiasi pada pekan depan akibat kuatnya sentimen negatif eksternal.

“Rupiah dalam sepekan ke depan itu ditransaksikan kemungkinan di Rp17.870 sampai Rp18.300-an (per dolar AS),” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026).

Pelemahan nilai tukar rupiah ini dipastikan akan berdampak langsung pada harga emas dan logam mulia di pasar domestik. Ketika rupiah melemah, biaya importasi dan konversi bahan baku komoditas emas menjadi lebih mahal dalam mata uang lokal.

Ibrahim memproyeksikan harga logam mulia domestik akan bergerak di level support Rp2.570.000 per gram dan berpotensi menyentuh resistance di angka Rp2.800.000 per gram.

“Jadi penguatan harga logam mulia ritel ini disebabkan oleh melemahnya mata uang rupiah,” jelasnya.

baca juga

Dua Faktor Utama: Penutupan Selat Hormuz dan Sikap Hawkish The Fed
Fluktuasi tajam pada indeks dolar, rupiah, hingga minyak mentah dunia pekan depan dipengaruhi oleh dua faktor utama:

Eskalasi Militer di Timur Tengah

Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran bertepatan dengan masa libur nasional pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah ini dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu pagi untuk menutup total jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Penyegelan Selat Hormuz dipastikan langsung memukul rantai pasok distribusi minyak mentah dunia mulai Senin besok. Akibatnya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan bergejolak tinggi pada rentang support US$62,30 per barel dan resistance hingga US$82,20 per barel.

Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS

Sentimen global kian diperparah oleh sikap tegas Bank Sentral AS (The Fed). Otoritas moneter Negeri Paman Sam tersebut berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan menyatakan siap mengambil tindakan agresif guna menekan ekspektasi inflasi jangka panjang, yang memberi sinyal bahwa era suku bunga tinggi masih akan bertahan lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan

Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:08 WIB

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:45 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

Terkini

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

×