DPR Akhirnya Sahkan APBN-P 2016 Sebesar Rp2.082 Triliun

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 28 Juni 2016 | 16:21 WIB
DPR Akhirnya Sahkan APBN-P 2016 Sebesar Rp2.082 Triliun
Rapat paripurna DPR. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya hari ini mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2016 sebesar Rp2.082 triliun dalam Rapat Paripurna.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengucapkan terima kasih dan mengapreasiasi langkah DPR yang akhirnya mengesahkan RUU APBN-P 2016. Sehingga pemerintah dapat mulai menjalankan anggaran tersebut untuk membuat perekonomian di Indonesia menjadi lebih baik.

"Ini sudah diajukan sejak Juni. Kami mengucapkan terima kasih sudah disetujui postur APBN-P 2016. Ini sebagai respons perkembangan ekonomi dunia dan nasional dalam situasi yang dinamis. Kita harus mengantisipasi dan memitigasi dampak serta menjaga kesinambungan pembangunan nasional," kata Bambang saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2016). 

Berikut postur anggaran APBN-P 2016 sementara yang sudah disepakati oleh Pemerintah dan Badan Anggaran DPR.

Untuk pendapatan negara dalam APBN-P disepakati sebesar Rp 1.786,2 triliun atau naik Rp 51,7 triliun dibanding RAPBN-P 2016 sebesar Rp 1.734,5 triliun. Tapi lebih rendah dibanding APBN Induk 2016 sebesar Rp 1.822,5 triliun.

Pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan hibah sebesar Rp 2 triliun. Penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.539,2 triliun, dan PNBP Rp 245,1 triliun.

Hasil pembahasan Panitia Kerja disetujui perubahan asumsi makro yang meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, inflasi 4 persen, tingkat bunga SPN 3 Bulan 5,5 persen, kurs rupiah Rp 13.500 per dolar AS, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar 40 dolar AS per barel.

Selain itu, lifting minyak bumi 820 ribu barel per hari, dan lifting gas 1.150 ribu barel setara minyak barel per hari. Sedangkan cost recovery menjadi 8 dolar AS miliar.

Rincian selanjutnya, belanja negara disetujui Rp 2.082,9 triliun atau lebih rendah dari RAPBN-P 2016 sebesar Rp 2.047,8 triliun. Hal ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.309,6 triliun yang dari sebelumnya Rp 1.325,551 triliun. Sedangkan dana transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 773,3 triliun.

Dari postur anggaran APBN-P defisit yang mengecil dari 2,48 persen di RAPBN-P 2016 menjadi Rp 2,35 persen di APBN-P ini. Nilainya dari Rp 313,3 triliun menjadi Rp 296,7 triliun. Defisit ini nantinya akan dipenuhi dari pembiayaan dalam negeri Rp 299,3 triliun dari sebelumnya Rp 315,3 triliun atau susut Rp 16,6 triliun, dan pembiayaan luar negeri minus Rp 2,51 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Catatan Kritis PDIP Pada UU Pengampunan Pajak

Ini Catatan Kritis PDIP Pada UU Pengampunan Pajak

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 16:09 WIB

PDIP Minta Tax Amnesty Tak Jadi Andalan Sumber Pendapatan Negara

PDIP Minta Tax Amnesty Tak Jadi Andalan Sumber Pendapatan Negara

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 15:55 WIB

Usai Sahkan Tax Amnesty, DPR Bahas APBN-P 2016 di Rapat Paripurna

Usai Sahkan Tax Amnesty, DPR Bahas APBN-P 2016 di Rapat Paripurna

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:53 WIB

NasDem Tegaskan Pengampunan Pajak Bagian dari Reformasi Pajak

NasDem Tegaskan Pengampunan Pajak Bagian dari Reformasi Pajak

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 13:18 WIB

Sidang Paripurna DPR Soal Tax Amnesty Molor Sejam

Sidang Paripurna DPR Soal Tax Amnesty Molor Sejam

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 11:28 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×