Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
Ilustrasi tabungan valas. (Unsplash)
  • Tabungan valas adalah produk perbankan dalam mata uang asing yang berfungsi sebagai instrumen diversifikasi dan perlindungan nilai kekayaan.
  • Instrumen ini mempermudah transaksi internasional, biaya pendidikan luar negeri, serta mitigasi risiko terhadap pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah.
  • Nasabah perlu mempertimbangkan fluktuasi kurs, selisih biaya beli-jual (spread), serta potensi suku bunga rendah sebelum membuka rekening valas.

Suara.com - Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, alangkah baiknya untuk melakukan diversifikasi investasi. Salah satu instrumen investasi yang populer adalah Tabungan Valas.

Namun, apa sebenarnya tabungan valas itu, dan mengapa banyak perencana keuangan menyarankannya? Mari kita bahas secara tuntas.

Apa Itu Tabungan Valas?

Dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tabungan valas atau valuta asing adalah produk tabungan yang menggunakan mata uang selain Rupiah.

Contohnya seperti Dolar Amerika (USD), Dolar Singapura (SGD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), hingga Riyal Arab Saudi (SAR).

Secara sistem kerja, tabungan ini hampir serupa dengan tabungan Rupiah biasa. Anda dapat menyetor uang, melakukan penarikan, dan mendapatkan bunga.

Perbedaan utamanya terletak pada denominasi mata uang yang digunakan dan adanya fluktuasi nilai tukar (kurs) yang memengaruhi nilai saldo Anda jika dikonversikan kembali ke Rupiah.

Memiliki tabungan valas bukan sekadar gaya hidup, melainkan strategi pengelolaan keuangan yang matang. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus mempertimbangkannya:

1. Perlindungan Terhadap Fluktuasi Kurs (Hedging)

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing bersifat fluktuatif. Dengan
menyimpan uang dalam bentuk valas, Anda melakukan langkah mitigasi risiko jika sewaktu-waktu nilai Rupiah melemah.

Dikutip dari berbagai sumber perbankan nasional, tabungan valas berfungsi sebagai pelindung nilai kekayaan (hedging) agar daya beli Anda tetap terjaga saat bertransaksi di skala internasional.

2. Memudahkan Transaksi Luar Negeri

Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri atau pelaku bisnis ekspor-impor, tabungan valas sangat mempermudah proses transaksi.

Anda tidak perlu lagi bolak-balik ke money changer setiap kali ingin berangkat. Selain itu, biaya konversi mata uang biasanya dapat ditekan karena Anda sudah memiliki saldo dalam mata uang yang dituju.

3. Persiapan Dana Pendidikan di Luar Negeri

Biaya pendidikan di luar negeri tentu harus dibayar dengan mata uang negara tersebut. Dengan mencicil simpanan dalam bentuk valas sejak dini, Anda bisa menghindari risiko lonjakan biaya akibat depresiasi Rupiah di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Travelling Makin Happy, Valas Udah Ready dengan BRI Money Changer

Travelling Makin Happy, Valas Udah Ready dengan BRI Money Changer

Bri | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:59 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB