Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2016 | 12:39 WIB
Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit
Suasana bursa saham Frankfurt, Jerman. [Antara/Reuters]

Research Analyst Forextime Lukman Otnuga menilai sentimen terhadap ekonomi Indonesia membaik pada perdagangan hari Selasa (28/6/2016). Rupiah menguat dengan apresiasi paling tinggi dalam tiga pekan terakhir karena RUU Pengampunan Pajak yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah akhirnya disahkan.

"DPR memutuskan untuk mendukung RUU ini yang diperkirakan dapat menarik hingga 42 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) pendapatan dari luar negeri, yang berpotensi mendorong pertumbuhan PDB 2016 sebesar 0.3 persen poin menjadi 5.4 persen," kata Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (29/6/2016).

Karena selera risiko membaik berdasarkan spekulasi peningkatan pertumbuhan domestik, IHSG ditutup menguat +0.95 persen hari Selasa kemarin. Walaupun isu Brexit telah memengaruhi pasar global, Bank Indonesia segera mengeluarkan pernyataan bahwa ekonomi Indonesia dapat menahan dampak keputusan Brexit. Rupiah mungkin terus menguat terhadap Dolar AS karena semakin tipisnya harapan peningkatan suku bunga AS memotivasi investor bearish untuk membuat Dolar semakin rendah.

Terkait situasi pasar saham global, Lukman mengakui nuansa kehati-hatian melanda seluruh pasar finansial pada perdagangan hari Senin (27/6/2016) karena efek Brexit memukul saham global secara menyeluruh dan menjatuhkan selera risiko investor. Walaupun sebagian besar pasar utama menguat dan menyiratkan bahwa sentimen global membaik pada hari Selasa, penurunan lebih lanjut dapat terjadi setelah peserta pasar sepenuhnya memahami realitas pahit terkait Brexit.

Kinerja saham Asia cukup tangguh pekan ini dengan peningkatan ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan mengintervensi penguatan JPY, namun penurunan dapat terjadi apabila aksi menghindari risiko semakin memperkuat Yen dan memperlemah Nikkei. Ketahanan saham Asia membuat saham Eropa juga meningkat. FTSE menguat 2.4 persen karena situasi Brexit yang sedikit membaik menjadi motivasi bagi sebagian investor untuk memasuki aset yang lebih berisiko.

Wall Street juga terpengaruh oleh Brexit pada perdagangan Senin kemarin, namun dapat menguat hari ini apabila optimisme dari Asia dan Eropa mendorong investor bullish untuk menggelar aksi beli. "Walaupun saham sepertinya mulai bangkit dari dampak Brexit, saham global bisa saja semakin melemah di masa mendatang apabila kekhawatiran tentang resesi yang disebabkan Brexit mendorong investor untuk meninggalkan aset berisiko," jelas Lukman.

Sementara itu, Investor yang bearish terhadap GBP mendapat dukungan pada perdagangan pekan ini. GBPUSD merosot ke level terendah 31 tahun yaitu 1.312 karena ketertarikan investor terhadap GBP amat terganggu oleh situasi yang tidak pasti dan menggelisahkan ini. Posisi GBP tetap rentan mengingat beragam potensi implikasi Brexit terhadap ekonomi Inggris dan begitu banyak pertanyaan yang masih belum terjawab pasca Brexit. Peningkatan GBP akan terbatas.

"Kita harus waspada karena masa depan Inggris masih belum pasti dan spekulasi pemotongan suku bunga Bank of England apabila terjadi resesi pasca Brexit semakin besar; investor bearish mendapat dasar untuk kembali mengadakan aksi jual. Dampak Brexit dapat berlanjut hingga Triwulan 3 sehingga GBP, EUR, dan saham global terancam menghadapi periode sulit yang berkepanjangan. Dunia telah mengetahui keinginan Inggris Raya untuk keluar dari Uni Eropa dan kekalahan Inggris yang memalukan melawan Islandia di Piala Eropa bagaikan menekankan kembali maksud Inggris," urai Lukman.

Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD bearish dan breakdown di bawah 1.3350 telah membuka jalan menuju 1.3200. Apabila investor bearish berhasil melampaui level support 1.3200, maka penjual akan terdorong untuk mengantarkan GBPUSD menuju 1.3100.

Brexit  sendiri berpotensi menjadi salah satu krisis terbesar dalam sejarah Uni Eropa. Muncul kekhawatiran bahwa negara lainnya di Zona Euro juga akan meminta keluar dari Uni Eropa. Mario Draghi telah menyatakan keprihatinannya atas hasil Brexit yang dapat mengganggu ekonomi Eropa yang saat ini sudah sangat kesulitan menghadapi pertumbuhan PDB yang lemah dan inflasi yang melambat. Para pemimpin negara Eropa akan membahas serangkaian topik global dan ekonomi di konferensi Selasa kemarin (28/6/2016). Walaupun diskusi informal Brexit sudah dianggap tidak mungkin terjadi, sebagian pemimpin negara mungkin memikirkan hal ini. Brexit menambah parah situasi di Zona Euro sehingga ECB mungkin mengimplementasikan kebijakan moneter lebih lanjut demi meningkatkan stabilitas. Sentimen terhadap Euro cukup bearish dan dapat semakin memburuk karena masalah Brexit membuat investor beralih dari Euro ke mata uang yang dianggap lebih aman seperti Yen dan Dolar.

Meskipun Euro dan Dolar AS mulai menguat setelah kejutan Brexit, pasangan mata uang ini tetap bearish dan koreksi harga dapat menjadi peluang bagi penjual untuk membuat harga semakin rendah lagi. Dari sudut pandang teknikal, level support sebelumnya 1.1100 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.090.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertama Kalinya Bursa Saham AS dan Eropa Menguat Pasca Brexit

Pertama Kalinya Bursa Saham AS dan Eropa Menguat Pasca Brexit

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 10:13 WIB

Dampak Brexit Mereda, Dolar Mengalami Koreksi

Dampak Brexit Mereda, Dolar Mengalami Koreksi

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 07:52 WIB

Ini Ucapan Pertama Ratu Elizabeth Usai Inggris Keluar Uni Eropa

Ini Ucapan Pertama Ratu Elizabeth Usai Inggris Keluar Uni Eropa

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 19:57 WIB

Inggris Keluar Uni Eropa, Sadiq Khan Minta London Diberi Otonomi

Inggris Keluar Uni Eropa, Sadiq Khan Minta London Diberi Otonomi

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 17:06 WIB

Inggris Keluar Uni Eropa, Muslim dan Minoritas Jadi Objek Rasisme

Inggris Keluar Uni Eropa, Muslim dan Minoritas Jadi Objek Rasisme

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:21 WIB

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:30 WIB

Menkeu AS Pastikan Tak Ada Indikasi Krisis Pasca Brexit

Menkeu AS Pastikan Tak Ada Indikasi Krisis Pasca Brexit

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:00 WIB

Lembaga Pemeringkat Ramai-ramai Turunkan Peringkat Utang Inggris

Lembaga Pemeringkat Ramai-ramai Turunkan Peringkat Utang Inggris

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 11:17 WIB

Sentimen Negatif Brexit Masih Menerpa Bursa Saham AS dan Eropa

Sentimen Negatif Brexit Masih Menerpa Bursa Saham AS dan Eropa

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 10:32 WIB

Usai Brexit Ekonomi Inggris Bakal Alami Resesi

Usai Brexit Ekonomi Inggris Bakal Alami Resesi

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 08:29 WIB

Terkini

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:18 WIB

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:34 WIB

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:25 WIB

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB