Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Lembaga Pemeringkat Ramai-ramai Turunkan Peringkat Utang Inggris

Esti Utami

Selasa, 28 Juni 2016 | 11:17 WIB
Lembaga Pemeringkat Ramai-ramai Turunkan Peringkat Utang Inggris
Bendera Inggris dan Uni Eropa di bursa saham Tokyo. (Reuters)

Dua lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang Inggris pada Senin (28/6/2016) menyusul hasil referandum yang memutuskan keluar dari Uni Eropa. Turunnya peringkat ini didasarkan risiko-risiko ekonomi dan pergolakan politiknya.

Standard & Poor's menghapus statusnya AAA yang didambakan Inggris, memangkasnya dua tingkat menjadi AA dengan prospek (outlook) jangka panjang negatif.

"Menurut pendapat kami, hasil ini adalah 'seminal event', dan akan menyebabkan kerangka kebijakan kurang dapat diprediksi, kurang stabil, dan kurang efektif di Inggris," demikian pernyataan resmi lembaga pemeringkat itu.

"Hasil Brexit dapat menyebabkan memburuknya kinerja ekonomi Inggris, termasuk sektor jasa keuangan yang besar, yang merupakan penyumbang utama lapangan kerja," katanya.

Sementara itu, Fitch memangkas peringkat kredit Inggris satu tingkat dari 'AA+' menjadi 'AA', dengan prospek negatif. Lembaga ini juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Innggris menjadi 0,9 persen pada 2017 dan 2018 dari sebelumnya dua persen.

"Fitch yakin bahwa ketidakpastian menyusul hasil referendum akan mendorong pelambatan mendadak dalam pertumbuhan PDB jangka pendek," tulis analis Fitch.

Kedua lembaga pemeringkat mencatat kemungkinan referendum kedua tentang kemerdekaan Skotlandia sebagai risiko yang signifikan di masa mendatang.

Para pemilih di Skotlandia mendukung tetap di Uni Eropa tapi sentimen pro-Brexit di Inggris membawa secara keseluruhan pilihan "Tinggalkan", mendorong kenaikan dukungan untuk kemerdekaan menurut jajak pendapat.

Risiko-risiko yang dihadapi Inggris meningkat oleh "pergolakan politik" yang telah diikuti dengan pengunduran diri Perdana Menteri David Cameron dan krisis kepemimpinan di Partai Buruh.

Baik Fitch maupun Standard & Poor's menilai  perpecahan di dalam partai Konservatif yang berkuasa dan kurang jelasnya masa depan hubungan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa telah meningkatkan risiko. Kedua lembaga ini juga mencatat ketidak-jelasan hubungan dagang Inggris dengan Uni Eropa juga akan merusak kepercayaan.

"Kami percaya bahwa kurangnya kejelasan tentang isu-isu kunci akan merugikan kepercayaan, investasi, pertumbuhan PDB, dan keuangan publik di Inggris, dan menempatkan risiko pada sumber pembiayaan eksternal yang penting untuk pembiayaan defisit transaksi berjalan yang besar di Inggris," S&P menulis.

Warga Inggris yang 52 persen mendukung meninggalkan Uni Eropa pekan lalu dalam hasil referendum telah memukul pasar Eropa dan mengirim pound Inggris jatuh ke tingkat terendah dalam tiga dekade terhadap dolar.

Setelah pemungutan suara, sesama lembaga pemeringkat Moody's pada Jumat lalu memangkas prospek peringkat kredit Inggris dari "stabil" menjadi "negatif" tapi mempertahankan peringkat keseluruhan pada "Aa1". (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:00 WIB

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:57 WIB

S&P Global Labeli Utang RI Stabil, Gubernur BI Sebut Bukti Ekonomi Masih Kuat

S&P Global Labeli Utang RI Stabil, Gubernur BI Sebut Bukti Ekonomi Masih Kuat

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 07:35 WIB

Peringkat Kredit Indonesia Stagnan, Sri Mulyani Bilang Begini

Peringkat Kredit Indonesia Stagnan, Sri Mulyani Bilang Begini

Bisnis | Rabu, 12 Maret 2025 | 15:49 WIB

Berpotensi Gagal Bayar, Peringkat Utang WIKA Berstatus Negatif

Berpotensi Gagal Bayar, Peringkat Utang WIKA Berstatus Negatif

Bisnis | Kamis, 02 Januari 2025 | 12:40 WIB

Bos BI Buka Suara Soal Pemeringkat Utang RI

Bos BI Buka Suara Soal Pemeringkat Utang RI

Bisnis | Senin, 30 September 2024 | 16:17 WIB

Pefindo Naikkan Peringkat Utang SMGR Jadi idAAA Stabil

Pefindo Naikkan Peringkat Utang SMGR Jadi idAAA Stabil

Bisnis | Selasa, 20 Agustus 2024 | 16:41 WIB

Kondisi Keuangan Memburuk, Peringkat Utang PPRO Turun Jadi Negatif

Kondisi Keuangan Memburuk, Peringkat Utang PPRO Turun Jadi Negatif

Bisnis | Selasa, 02 April 2024 | 14:09 WIB

Pefindo Beri Rapor Merah Untuk Peringkat Utang WSKT: Gagal Bayar!

Pefindo Beri Rapor Merah Untuk Peringkat Utang WSKT: Gagal Bayar!

Bisnis | Senin, 04 Desember 2023 | 18:58 WIB

S&P Pertahankan Rating Utang Indonesia BBB Outlook Stabil Hingga Singgung Pemilu

S&P Pertahankan Rating Utang Indonesia BBB Outlook Stabil Hingga Singgung Pemilu

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2023 | 14:00 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×