Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik di Q1 2016

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 30 Juni 2016 | 18:56 WIB
Posisi Investasi Internasional Indonesia Naik di Q1 2016
Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin , Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir triwulan I 2016 mencatat net kewajiban sebesar 389,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau 45,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat 24,0 miliar Dolar AS atau 6,6 persen dibandingkan dengan posisi net kewajiban pada akhir triwulan IV 2015 yang sebesar 365,8 miliar Dolar AS atau 42,5 persen PDB.

"Peningkatan net kewajiban PII Indonesia tersebut dipengaruhi oleh kenaikan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resmi, Kamis (30/6/2016).

Perkembangan tersebut sejalan dengan transaksi modal dan finansial pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus pada triwulan I 2016 seiring dengan membaiknya prospek ekonomi domestik dan berlanjutnya pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara maju.

Posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia pada akhir triwulan I 2016 naik 2,3 miliar Dolar AS atau 1,1 persen (qtq) menjadi 214,6 miliar Dolar AS. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan posisi cadangan devisa dan didukung pula oleh meningkatnya posisi aset investasi langsung dan investasi portofolio. "Selain karena transaksi yang terjadi pada periode laporan, kenaikan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh faktor kenaikan nilai aset sejalan dengan pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya dan peningkatan harga beberapa obligasi global yang dimiliki residen," ujar Tirta.

Posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) Indonesia pada akhir triwulan I 2016 meningkat sebesar 26,3 miliar Dolar AS atau 4,6 persen (qtq) menjadi 604,4 miliar Dolar AS. Peningkatan tersebut didorong oleh aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio, termasuk dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah pada Maret 2016. Selain itu, peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor kenaikan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah sejalan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan dolar AS terhadap rupiah.

BI memandang perkembangan PII Indonesia sampai dengan triwulan I 2016 masih cukup sehat. Namun demikian, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko net kewajiban PII terhadap perekonomian.

"Ke depan, BI berkeyakinan kinerja PII Indonesia akan semakin sehat sejalan dengan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang ditempuh BI," tutup Tirta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan Uang Beredar Bulan Mei 2016 Meningkat

Pertumbuhan Uang Beredar Bulan Mei 2016 Meningkat

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 18:47 WIB

BI Naikkan Aturan Batas Maksimum Saldo E-Money Jadi Rp10 Juta

BI Naikkan Aturan Batas Maksimum Saldo E-Money Jadi Rp10 Juta

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 14:50 WIB

BI Prediksi Kredit Perbankan Akan Tumbuh 8-10 Persen

BI Prediksi Kredit Perbankan Akan Tumbuh 8-10 Persen

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 01:40 WIB

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:18 WIB

30 Bank Sentral Dunia Siap Jaga Stabilitas Keuangan Pascabrexit

30 Bank Sentral Dunia Siap Jaga Stabilitas Keuangan Pascabrexit

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 15:29 WIB

Pemerintah akan Beri Insentif untuk Genjot Investasi

Pemerintah akan Beri Insentif untuk Genjot Investasi

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 15:15 WIB

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 12:09 WIB

BI Optimis Dampak Brexit Pada Pasar Keuangan Indonesia Terbatas

BI Optimis Dampak Brexit Pada Pasar Keuangan Indonesia Terbatas

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:49 WIB

BKPM: Investasi Melalui Layanan Klik Capai Rp63,3 Triliun

BKPM: Investasi Melalui Layanan Klik Capai Rp63,3 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:32 WIB

OJK Tunggu BI untuk Sesuaikan Capping Suku Bunga Deposito

OJK Tunggu BI untuk Sesuaikan Capping Suku Bunga Deposito

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 07:28 WIB

Terkini

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB