Tingkat Keterhunian Kantor di Jakarta Terus Menurun

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Juli 2016 | 14:57 WIB
Tingkat Keterhunian Kantor di Jakarta Terus Menurun
Ilustrasi kantor. [Shutterstock]

Konsultan properti Colliers International mengingatkan tingkat keterhunian kantor di daerah sentrabisnis wilayah DKI Jakarta terus mengalami penurunan sehingga perlu adanya langkah kebijakan untuk mengangkat kembali jumlah itu.

"Okupansi (tingkat keterisian) menunjukkan tren penurunan selama dua tahun terakhir. Kuartal II-2016 okupansi tercatat 85,6 persen, terendah sepanjang sejarah sejak 2005," kata Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (5/7/2016).

Menurut dia, penurunan sekitar 3 persen antarkuartal itu disebabkan masuknya pasokan ruang kantor sebanyak 200.000 meter persegi pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, lanjutnya, tingkat kinerja keterisian di sejumlah gedung perkantoran lama di kawasan CBD (sentrabisnis) Jakarta juga menurun akibat aktivitas relokasi kalangan penyewa.

Ia mengemukakan, sejak tahun 2010, biasanya jumlah keterisian terus berada di atas 90 persen, dan hal itu terus menurun sejak sekitar awal 2015, terindikasi dari 93,7 persen pada pertengahan 2015, dan 89,4 persen pada akhir 2015.

Sebagaimana diwartakan, pemerintah daerah diminta untuk dapat menciptakan iklim kewirausahaan yang baik guna mengembangkan kondisi berbisnis yang semakin mudah agar pengembangan aktivitas perekonomian di daerah-daerah juga menjadi semakin baik.

"Saat ini iklim kewirausahaan kita kurang baik. Memulai bisnis di negara kita ini salah satu yang paling susah di dunia," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia, Rabu (15/6).

Bahlil mengingatkan bahwa tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia yang saat ini berada pada peringkat ke-109 dari 189 negara sebagaimana survei yang dilakukan oleh Bank Dunia.

Posisi itu, ujar dia, tertinggal dibandingkan dengan sejumlah negara Asean lainnya seperti Singapura pada posisi 1, Malaysia pada posisi 18, Thailand di posisi 49, Brunei Darussalam posisi 84, Vietnam posisi 90 dan Filipina posisi 103.

Untuk itu, ia mengemukakan agar pemerintah daerah harus melakukan sejumlah perbaikan dari aspek peraturan maupun prosedur perizinan dan biaya, agar peringkat kemudahan berusaha di Indonesi, terutama bagi UMKM, juga semakin meningkat.

Ketum Hipmi juga menyebutkan, Pemda perlu merevitalisasi peran Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), menciptakan efisiensi pada proses berusaha pengurusan izin, percepatan dalam hal waktu, kemudahan dalam syarat/prosedur dan biaya yang proporsional.

Sebelumnya, Hipmi juga menyatakan peningkatan jumlah wirausaha nasional otomatis juga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekarang ini.

"Indonesia tengah mengalami yang namanya krisis wirausaha, di mana jumlah pengusaha di dalam negeri hanya berkisar 1,5 persen dari total penduduk yang ada," kata Ketua BPP HIPMI Bidang Organisasi Anggawira.

Menurut dia, keterbatasan jumlah pengusaha akan menimbulkan dampak serius bagi perekonomian bangsa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasokan Gedung Perkantoran di Jakarta "Oversupply"

Pasokan Gedung Perkantoran di Jakarta "Oversupply"

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 17:40 WIB

CEO SUITE Tawarkan Berbagai Paket Harga Sewa Kantor

CEO SUITE Tawarkan Berbagai Paket Harga Sewa Kantor

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:39 WIB

Singapura Larang Pegawai Negeri Gunakan Internet di Kantor

Singapura Larang Pegawai Negeri Gunakan Internet di Kantor

Tekno | Rabu, 08 Juni 2016 | 16:11 WIB

Bekerja di Luar Kantor Kini Menjadi Tren

Bekerja di Luar Kantor Kini Menjadi Tren

Bisnis | Selasa, 07 Juni 2016 | 19:30 WIB

Kantor Kejati Jabar Terbakar, Kemungkinan Ada Arsip yang Terbakar

Kantor Kejati Jabar Terbakar, Kemungkinan Ada Arsip yang Terbakar

News | Minggu, 05 Juni 2016 | 14:50 WIB

CEO SUITE Hadirkan Layanan Serviced Office Eksklusif dan Lengkap

CEO SUITE Hadirkan Layanan Serviced Office Eksklusif dan Lengkap

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 04:00 WIB

Bank Riau Kepri Segera Buka Kantor Cabang di Jakarta

Bank Riau Kepri Segera Buka Kantor Cabang di Jakarta

Bisnis | Minggu, 15 Mei 2016 | 08:13 WIB

Total Bangun Persada akan Dapat 10-12 Proyek Baru Lagi

Total Bangun Persada akan Dapat 10-12 Proyek Baru Lagi

Bisnis | Jum'at, 15 April 2016 | 15:53 WIB

Pemerintah Tetapkan Moratorium Pembangunan Gedung Kantor Negara

Pemerintah Tetapkan Moratorium Pembangunan Gedung Kantor Negara

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 18:21 WIB

Jokowi Makan Siang Bareng Karyawan Google di Googleplex

Jokowi Makan Siang Bareng Karyawan Google di Googleplex

Tekno | Kamis, 18 Februari 2016 | 06:46 WIB

Terkini

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

×