Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Gaji Gede Bukan Tanda Keuangan Sehat

Angelina Donna

Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:29 WIB
Gaji Gede Bukan Tanda Keuangan Sehat
Ilustrasi (dollarphotoclub/duitpintar)

Suara.com - Semua orang pasti mau kondisi keuangannya sehat. Tapi, tahu gak, gaji segede gaban alias melimpah ruah bukanlah tanda keuangan sehat.

Kondisi finansial gak kayak jet supercanggih yang bisa autopilot alias jalan sendiri juga bisa mendarat mulus. Mau gaji belasan maupun puluhan juta rupiah, gak ada gunanya jika kita punya kebiasaan buruk dalam soal keuangan.

Yang diperlukan adalah mengatur keuangan. Pengaturan ini mencakup pembatasan dalam hal-hal tertentu. Ini yang sering dilewatkan.

1. Bujet adalah kunci

DPR suka berantem kalau bahas bujet negara. Sebab, memang bujet sangatlah penting. Kita mesti mengatur bujet agar pengeluaran tetap terjaga. Nggak perlu sampai bikin tabel segala macam. Bikin list aja, pengeluaran rutin apa aja. Yang lebih penting, patuhi bujet ini biar gak sia-sia.

Makin gede gaji, makin gede pula ruang untuk bujet bulanan. Kalau gaji gede tanpa batasan bujet, yang ada pengeluaran nggak terlacak. Tahu-tahu ludes saja, bahkan malah bisa minus.

2. Lawan inflasi!

Inflasi adalah penentu banyak hal. Harga bahan pokok, misalnya. Bahkan kenaikan gaji juga dihitung berdasarkan inflasi.

Sayang, nggak semua orang tahu bahwa inflasi bisa dilawan. Caranya, investasi! Hasil investasi bisa lebih besar ketimbang tingkat inflasi.

Investasi di sini bukan berarti menabung, ya. Sebab, bunga tabungan lebih sering dilahap inflasi lantaran saking kecilnya. Investasi bisa dimulai yang simpel-simpel, misalnya emas atau deposito yang mirip dengan tabungan.

3. Uang bukan hasil cocok tanam

Andai uang bisa tumbuh dari pohon, boleh deh kita hangout beli ini-itu tiap hari. Tapi, uang di rekening kita itu hasil kerja keras. Bangun pagi, kena macet, debu, lembur. Super keras pokoknya.

Karena itulah kita mesti menghargai uang sebaik-baiknya. Pikirkan juga masa depan, buat keluarga, buat anak. Jangan sampai mewariskan utang kepada anak.

Mulailah dengan menghargai waktu. Misalnya tidak telat datang ke kantor. Atau saat teman-teman hura-hura, kita ambil peluang dari pekerjaan sampingan. Pasti pundi bakal lebih terisi.

4. Belajar bijak

Menjadi orang yang bijak memerlukan pengorbanan. Tapi, kebijakan mendatangkan banyak keuntungan. Dalam hal keuangan, kita mesti bijak dalam pengeluran.

Tanamkan prinsip hemat ke pikiran agar terhindar dari godaan boros. Namun hemat di sini beda dengan pelit, ya. Hemat itu berdasarkan perhitungan keuangan.

Sedangkan pelit umumnya bawaan dan akibat tidak bijak. Misalnya tas sudah jebol meski masih bisa dipakai. Kalau tahan uang dengan alasan masih bisa dipakai, itu termasuk pelit.

Beda dengan hemat. Jika hemat, pasti akan berpikir. “Kalau jebol, isi di dalamnya bisa diambil maling. Kalau isinya laptop, dompet, wah bisa rugi besar.”

Karena itu, dia akan memutuskan beli tas baru. Di sinilah kebijakan mengambil peran.

5. Tahan nafsu

Nafsu kudu dikekang kalau keuangan mau sehat, terutama saat awal bulan. Begitu gajian, langsung mikir beli apa, ya. Buka-buka situs belanja online, deh.

Padahal situs semacam itu sudah rutin bikin promosi tiap awal bulan. Tujuannya, menarik pembeli. Padahal belum tentu barang itu dibutuhkan pembeli.

Belum tentu pula diskon yang diberikan itu asli. Bisa saja harga dinaikkan dulu, baru didiskon.

Untuk tahu tanda keuangan sehat, coba cek poin-poin di atas. Sudahkah kita melaksanakannya?

Baca juga artikel Duitpintar lainnya:

6 Kebiasaan Menyepelekan Keuangan Ini Bakal Menimbunmu dalam Tumpukan Utang

Kamu yang Baru Usia Kepala 2 Borosin Gaji untuk Hal-hal Ini Gak Masalah Kok Asal

3 Tips Mengatur Gaji Kecil Biar Gak Pusing di Akhir Bulan

Published by

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makin Banyak Kartu Kredit, Makin Bisa Ngirit, Ini Buktinya

Makin Banyak Kartu Kredit, Makin Bisa Ngirit, Ini Buktinya

Bisnis | Sabtu, 14 Mei 2016 | 08:06 WIB

Terkini

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:21 WIB

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:17 WIB

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:10 WIB

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:09 WIB

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:07 WIB

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:04 WIB

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:00 WIB

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:59 WIB

×