Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Dea Valencia, Gadis Miliuner Pemilik Batik Kultur

Adhitya Himawan

Jum'at, 22 Juli 2016 | 21:03 WIB
Dea Valencia, Gadis Miliuner Pemilik Batik Kultur
Dea Valencia, pengusaha pemilik merek Batik Kultur di Jakarta, Kamis (22/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bagi sebagian orang, mungkin sulit membayangkan bahwa seorang gadis muda belia sudah bisa menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan milyaran. Apalagi jika capaian tersebut diperoleh dengan keringat sendiri tanpa warisan kekayaan harta orang tua.

Namun Dea Valencia Budiarto membuktikan bahwa hal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Jika banyak orang berusia muda yang baru lulus dari universitas (fresh graduate) memiliki pendapatan bulanan pada kisaran jutaan, hal ini tak berlaku bagi Dea. Di usia 22 tahun, Dea telah menjadi wirausahwan sukses dengan berdagang batik dengan merek Batik Kultur.

“Saya benar-benar belajar dari awal sejak saya mulai jatuh cinta dengan batik. Jadi semua motif batik yang saya jual designnya adalah hasil karya saya sendiri. Tentu banyak yang saya adaptasi dari model batik lawasan. Awal tahun 1900-an, banyak orang Belanda yang belajar membatik.Mereka adaptasi beberapa dari dongeng Belanda. Nah, ini yang saya modernisasi,” kata Dea dalam wawancara khusus dengan Suara.com di acara Astra Startup Challenge di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Dea mulai menjalankan bisnis batik sejak usia 16 tahun di tahun 2011. Setahun pertama, ia menjual batik lawasan. Seiring berjalan waktu, ia mulai menjual batik tidak lagi dalam bentuk kain, tetapi sudah menjadi baju Ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya.

Seiring berjalannya waktu, ketika awal produksi Batik Kultur hanya membuat 20 potong pakaian, kini bisnis Dea mampu memproduksi 800 potong Batik Kultur setiap bulan Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp3,5 miliar per tahun atau Rp300 juta per bulan.

Dea memulai Batik Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Beruntunglah, wajah Dea yang cantik mempermudah jalannya untuk tampil di hadapan kamera. Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar. Untuk itu,  Dea memiliki seorang rekan yang bisa diandalkan untuk mentranfer imajinasinya tentang pola batik menjadi sebuah gambar.

Kini Batik Kultur bahkan telah diekspor ke beberapa negara. Beberapa customer dari Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong sudah melakukan pemesanan. “Cuma produksinya untuk ekspor dalam jumlah besar belum dilakukan. Karena kemampuan produksi kami masih kurang untuk memenuhi permintaan dari konsumen dalam negeri,” jelas Dea.

Tak cuma batik, Batik Kultur pun merambah ke tenun ikat. Khusus yang satu ini, Dea harus membelinya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan sentra tenun ikat. Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, kini sekali kulakan Dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat.

Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.

Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Bagi Dea, kesuksesan bisnis tak diukur dari berapa banyak produknya terjual atau berapa banyak customer yang dimiliki. Termasuk soal pendapatan usaha, menurutnya itu bukanlah hal yang utama. “Bagi saya justru berapa banyak orang yang bisa saya berdayakan untuk bekerja di bisnis yang saya miliki ini. Saya bangga awalnya saya hanya punya seorang karyawan, kini saya punya 85 karyawan. Bahkan 40 diantara mereka adalah diffabel. Untuk saya, ini tolak ukur yang lebih penting,” jelas Dea.

Saat ini Batik Kultur baru memiliki 1 galeri penjualan di Semarang, Jawa Tengah, kota asal kelahiran Dea. Namun dalam waktu dekat, ia akan mendirikan 1 galeri lagi di Ibu Kota Jakarta. “Karena memang pemesanan pembelian online terbanyak kami dari Jakarta,” tutup Dea.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Haidar Bagir, Berdakwah Sekaligus Berbisnis Lewat Mizan Group

Haidar Bagir, Berdakwah Sekaligus Berbisnis Lewat Mizan Group

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 08:18 WIB

Herman Pratikto, Pebisnis Jasa Pendidikan BSI

Herman Pratikto, Pebisnis Jasa Pendidikan BSI

Bisnis | Sabtu, 09 Juli 2016 | 10:40 WIB

Gilang Bogy, Desainer Kaleng Coca-Cola Gambar Timnas Jerman

Gilang Bogy, Desainer Kaleng Coca-Cola Gambar Timnas Jerman

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 12:46 WIB

Kisah Malala Yousafzai, Korban Kekerasan Taliban Jadi Miliuner

Kisah Malala Yousafzai, Korban Kekerasan Taliban Jadi Miliuner

Lifestyle | Kamis, 30 Juni 2016 | 09:15 WIB

William Liu, Dari Hobi Grafis Jadi Bisnis Lewat Creo House

William Liu, Dari Hobi Grafis Jadi Bisnis Lewat Creo House

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 09:03 WIB

Sandiaga Uno, Pengusaha Besar yang Lahir Dari "Kecelakaan"

Sandiaga Uno, Pengusaha Besar yang Lahir Dari "Kecelakaan"

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 17:55 WIB

Adang Wijaya, Pebisnis Sukses Lewat Isi Angin Nitrogen

Adang Wijaya, Pebisnis Sukses Lewat Isi Angin Nitrogen

Bisnis | Senin, 06 Juni 2016 | 10:23 WIB

Basriwadi, Mendulang Rezeki via Madu Hutan Danau Sentarum

Basriwadi, Mendulang Rezeki via Madu Hutan Danau Sentarum

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 07:29 WIB

Bahlil Lahadalia, Anak Kuli Bangunan yang Jadi Pengusaha Sukses

Bahlil Lahadalia, Anak Kuli Bangunan yang Jadi Pengusaha Sukses

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 06:00 WIB

Trisya Suherman, Penemu Bisnis Spa dengan Peralatan Bambu

Trisya Suherman, Penemu Bisnis Spa dengan Peralatan Bambu

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 14:24 WIB

Terkini

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB