Langsung Action, Mendag Enggar Blusukan Stabilkan Harga Pangan

Adhitya Himawan

Minggu, 07 Agustus 2016 | 13:05 WIB
Langsung Action, Mendag Enggar Blusukan Stabilkan Harga Pangan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Tak perlu berlama-lama, setelah mendapat kepercayaan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita langsung action. Hari ini, Minggu (7/8/2016), Mendag blusukan ke pasar modern Bumi Serpong Damai (BSD). Dengan mengajak jajaran Pejabat Eselon 1 di Kementerian Perdagangan, Mendag juga blusukan ke pasar rakyat, Pasar Anyar Tangerang, untuk mengetahui perkembangan harga komoditas pangan, seperti beras, bawang merah, cabai, gula, dan daging sapi.

"Ini tugas yang dimandatkan Presiden Jokowi kepada saya, yaitu mengendalikan harga pangan. Rakyat harus mendapatkan harga pangan yang terjangkau dengan tetap membuat kesinambungan dunia usaha," tegas Enggartiasto Lukita, di Tangerang, Banten, melalui keterangan resmi, Minggu (7/8/2016). 

Menurutnya, Presiden menugaskannya mengerjakan tiga sektor prioritas, yaitu pertama, memprioritaskan upaya pengendalian harga. Kedua, memprioritaskan upaya kemandirian pangan. Ketiga, memprioritaskan kesinambungan dunia usaha. 

Blusukan kali ini untuk memastikan harga pangan pokok terjamin ketersediaannya dan terjangkau harganya, khususnya harga daging. Terkait masih tingginya harga daging sapi di pasar rakyat, Mendag melakukan dialog dengan pemilik feedlot PT. Tanjung Unggul Mandiri di Tangerang.

“Harga daging sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecederungan stabil pada tingkat harga yang tinggi. Kondisi ini tentu cukup memberatkan baik bagi konsumen maupun bagi pedagang karena omzetnya semakin turun,” jelas Mendag Enggar.

Mendag Enggar juga bertemu dan berdiskusi dengan beberapa perwakilan asosiasi seperti ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia), AIDDI (Asosiasi Industri dan Distributor Daging
Indonesia), APDI (Asosiasi Pedagang Daging Indonesia), APPHI (Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia), GAPUSPINDO (Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia), NAMPA (National Meat Processor Association), serta beberapa perwakilan industri pengolah daging sapi.

Hasil diskusi akan menjadi masukan penting untuk merumuskan kebijakan baru dalam tata niaga daging sapi, termasuk tata kelola impornya. “Pemerintah merumuskan kebijakan yang tepat dan
efektif dalam menjaga kecukupan pasokan daging sapi di masyarakat dengan harga yang terjangkau,” lanjut Enggar.

Sebelumnya pada hari yang sama, Mendag Enggar juga meninjau beberapa pasar untuk memperoleh informasi ketersediaan barang kebutuhan segar. Pasar yang dikunjungi yaitu Pasar Modern BSD dan Pasar Anyar Tangerang. Mendag Enggar menyatakan kunjungan ini juga sekaligus memantau pasar modern untuk dijadikan percontohan dalam pembangunan pasar-pasar rakyat. 

Kemendag berkomitmen terus mewujudkan program pembangunan dan revitalisasi 5.000 pasar rakyat pada 2015-2019 sesuai mandat Presiden Joko Widodo dalam Nawacita. “Kemendag berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan melalui pembangunan sarana distribusi perdagangan antara lain pasar rakyat. Citra pasar rakyat harus berubah jadi pasar yang bersih, tidak bau, kering, tertib, dan teratur,” ujar Mendag Enggar.

Enggar menegaskan pembangunan pasar rakyat tidak hanya akan fokus pada pembangunan pasar fisik, tetapi juga membangun sistem budaya yang mengedepankan interaksi antara penjual dan
pembeli. Selain itu, pengelolaan pasar rakyat juga harus dibenahi agar dapat bersaing dengan pasar modern yang pengelolaannya lebih profesional.

Selain itu, pengelolaan pasar rakyat juga harus maksimal mengingat pasar rakyat merupakan lokasi utama pembelian barang kebutuhan pokok masyarakat karena produknya yang relatif segar.

Tahun 2015, sudah 1.002 pasar rakyat yang dibangun/direvitalisasi. Tahun 2016, telah ditargetkan kembali pembangunan 1.000 pasar rakyat. Saat ini sudah terlaksana pembangunan 168 pasar melalui dana Tugas Perbantuan Kemendag dan 695 pasar melalui DAK. Sisanya akan dibangun setelah mendapatkan dana persetujuan dari Kemenkeu.

"Pemerintah akan mempercepat target revitalisasi pasar rakyat ini untuk tiga hal, yaitu menjaga laju sektor riil, meningkatkan fasilitas kemudahan berusaha, dan memperluas akses ekonomi masyarakat," tegas Enggar.

Pesan Presiden, kata Mendag, Pasar Rakyat harus bersih, rapi, tidak becek, tidak kotor, dan tertib. Ubah citra pasar rakyat yang kotor becek dan bau itu dengan citra baru yang khas, unik, bersih, rapi, dan tertib. Karena itu, Kemendag mengeluarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) Pasar Rakyat. Manajamen pasar rakyat nantinya harus mengikuti SNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06 WIB

Temui Mendag China di Shanghai, Airlangga Dorong Kemitraan Ekonomi yang Lebih Seimbang

Temui Mendag China di Shanghai, Airlangga Dorong Kemitraan Ekonomi yang Lebih Seimbang

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:04 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:57 WIB

Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI

Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×