Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Menengok Kamanggih, Desa Mandiri Energi di Sumba Timur

Adhitya Himawan

Rabu, 17 Agustus 2016 | 14:43 WIB
Menengok Kamanggih, Desa Mandiri Energi di Sumba Timur
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Desa Kamanggih, Sumba Timur, NTT. [Dok Feri Latief]

Skema ini menguntungkan, begitu penjelasan Sandra Winarsa, dari HIVOS, LSM yang selalu mendampingi warga desa. “Kami tak perlu memikirkan lagi operasional dan perawatan PLTMH yang dulu gagal dilakukan koperasi,” jelas Sandra. Hambatan satu-persatu dikenali dan berusaha diselesaikan.  

Uang yang diperoleh koperasi didayagunakan untuk membangun prasarana air bersih. Air bersih disalurkan ke warga desa dan ditarik iuran. Pendapatan koperasi bertambah.

Lalu koperasi mulai mengajak masyarakat untuk membangun biogas untuk keperluan memasak.  Sekarang sudah 120 kepala keluarga menggunakan bahan bakar biogas di desa Kamanggih.  Perlahan mereka mulai mengurangi penggunaan kayu bakar untuk memasak yang selama ini menjadi penyebab tingginya tingkat penyakit infeksi saluran pernafasan di sana.

Pada tahun  2013 sebuah BUMN minyak dan gas memberi bantuan lagi kepada masyarakat berupa pembangkit listrik tenaga angin. Sekarang dasa-desa tetangga pun mulai bisa dipenuhi kebutuhan listriknya.

Listrik yang dihasilkan setiap kincir angin sebesar 500 watt. Ada seratus unit yang dipasang di sana, yang menghasilkan 50 KiloWatt. Di tambah daya yang dihasilkan PLTMH sebesar 37 KiloWatt. Secara keseluruhan desa Kamanggih menghasilkan listrik 87 KW. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan listrik desa Kamanggih, bahklan berlebih.

Dampak keberadaan listrik di desa Kamanggih ternyata luas. Warga tak perlu lagi mengambil air di lembah-lembah yang jauh atau mencari kayu bakar. Waktu luang banyak di gunakan untuk bertani dan berkebun. Hasilnya mereka mulai mandiri pangan dan tentu saja energi.

Ekonomi masyarakat pun mulai membaik. Walau tidak ada data resminya tapi secara kasat mata terlihat. Hasil tani dan kebun meningkat.  Ibu-ibu yang menenun lebih produktif karena bisa menenun di malam hari diterangi lampu listrik. Kemudahan air bersih juga meningkatkan kesehatan. Tahun 2014 yang lalu telah berdiri untuk pertama kali sekolah menengah atas di sana!

Dampak negatif tentu saja ada. “Anak-anak senang nonton tv sampai jauh malam,” jelas Umbu. Pemakaian lsitrik pun mulai meningkat. “Kami harus mulai memikirkan meningkatkan daya listrik. Dua atau tiga tahun ke depan kita harus mencari potensi baru untuk sumber daya,” terang Umbu.

Revolusi Mental

Ada lagi tantangan lain di depan. “Soal mentalitas!” tegas Umbu. Ia menjelaskan dengan kehadiran listrik secara swadaya dan swakelola ikut membentuk mental warga desanya. Sebelum Presiden Jokowi mencanangkan “Revolusi Mental” warga desanya sudah bisa merevolusi mentalnya sendiri.

“Masyarakat sudah mandiri secara ekonomi, pangan dan energi. Program pemerintah yang memberi bantuan tunai langsung kemasyarakat menjadi tantangan kita selanjutnya,” tegas Umbu.

Seperti diketahui selain ada dana desa dari APBN juga ada ada program Anggur Merah (Anggaran untuk Rakyat Menuju Sejahtera) yang dijalankan pemerintah daerah NTT.  Belum lagi ada program Bantuan Langsung Tunai, Beras Murah dan yang gratis-gratis lainnya yang semuanya bisa mempengaruhi mental masyarakat yang sudah mandiri secara energi, pangan dan ekonomi.

Tanpa disadari program pemerintah yang bertujuan baik ternyata bisa berakibat buruk pada masyarakaat. “Itu tantangan kita ke depan bagaimana agar masyarakat tidak terlena dengan segala macam bantuan dan menjadi malas,” tandas Umbu menutup perbincangan.

Di desa Kamanggih kita melihat kegigihan warga desa untuk melawan ketinggalan dengan energi baru dan terbarukan. Ternyata berdampak luas dan positif bagi kehidupan warga desanya.  Too good to be true!

Ini menjadi contoh yang baik bagi kawasan lain di Indonesia yang sedang membangun energi listrik tanpa merusak lingkungan dan tetap menjaga kelestarian. (Feri Latief)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:30 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:40 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:00 WIB

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:46 WIB

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Lifestyle | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:30 WIB

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:35 WIB

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Lifestyle | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Terkini

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:15 WIB

MPV Listrik Maxus Mifa 7 Melantai di GIIAS 2026 Tawarkan Jarak Tempuh 570 Kilometer

MPV Listrik Maxus Mifa 7 Melantai di GIIAS 2026 Tawarkan Jarak Tempuh 570 Kilometer

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:08 WIB

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:38 WIB

×