Dana Tax Amnesty Diharapkan Dorong Investasi di Sektor Industri

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 01 September 2016 | 15:32 WIB
Dana Tax Amnesty Diharapkan Dorong Investasi di Sektor Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kementerian Perindustrian mengharapkan penerapan pengampunan pajak (tax amnesty) dapat mendorong sektor-sektor industri untuk mendapatkan pembiayaan investasi. Sektor utama yang diarahkan adalah industri prioritas yang banyak menyerap tenaga kerja dan berorientasi ekspor.

“Sektor tersebut antara lain industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, dan industri pangan,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (1/9/2016). Raker ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex Noerdin serta dihadiri pejabat eselon I dan II Kemenperin.

Menperin menjelaskan, berdasarkan Kebijakan Industri Nasional (KIN), pembangunan industri prioritas dalam lima tahun ke depan difokuskan pada hililirisasi industri berupa pembangunan industri kimia dasar berbasis migas dan batubara, pembangunan industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, serta pembangunan industri hulu agro.

“Oleh karena itu, dengan adanya pembiayaan investasi yang bersumber dari dana tax amnesty untuk sektor-sektorindustri prioritas diharapkan juga akan memberikan dampak signifikan yang luas atau memberikan multiplier effect,” tutur Airlangga.

Efek ganda tersebut, antara lain percepatan pertumbuhan ekonomi nasional berupa peningkatan nilai tambah dalam negeri, perluasan kesempatan kerja, penghematan devisa melalui substitusi impor, serta percepatan penyebaran industri ke seluruh wilayah di Indonesia.

Pagu Kemenperin 2017

Pada kesempatan ini, Menperin juga menyampaikan, total pagu anggaran Kemenperin tahun 2017 setelah mengalami penghematan menjadi Rp. 2,94 triliun. Pagu tersebut digunakan untuk menjalankan program-program prioritas sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2015-2019. “Program prioritas yang tengah kami jalankan, yaitu pengembangan perwilayahan industri, peningkatan populasi industri,serta peningkatan daya saing danproduktivitas industri,” sebutnya.

Menperin pun meminta dukungan kepada mitra Komisi VI DPR-RI untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang tertunda karena adanya pemotongan anggaran tahun 2016 dan 2017 seperti pengadaan sarana pendidikan dan diklatdalam peningkatan SDM industri, peningkatan sarana balai dalam rangka penerapan SNI wajib, serta penumbuhan wirausaha baru industri di beberapa daerah.

“Pengembangan IKM dan penumbuhan wirausaha baru memang menjadi program prioritas kami. Oleh karena itu, kami berkomitmen melakukan pelatihan dan pendidikan vokasional. Itu semua dibutuhkan pendanaan yang tidak sedikit,” papar Menperin.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Demokrat, Wahyu Sanjaya mengakui, Kemenperin memerlukan anggaran yang cukup besar agar dapat melaksanakan program-program prioritas perindustrian. “Saat ini sudah cukup baik untuk program prioritas yang dijalankan. Kami berharap ke depannya dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Nasdem, Zulfan Lindan mengatakan, Kemenperin agar secepatnya melakukan penyesuaian antara perkembangan teknologi dengan pengembangan industri yang akan membawa pertumbuhan ekonomi nasional.  “Kalau perlu, para ahli teknologi yang ada di dalam negeri bisa dikumpulkan untuk bicara pengembangan industri ke depan. Nantinya harus ada pilot project yang konkrit,” tuturnya.

Dalam hasil kesimpulan raker ini, Komisi VI DPR RI dapat menyetujui realisasi anggaran Kemenperin tahun 2015 sebesar Rp. 3,64 triliun atau 79,26 persen dari total pagu sebesar Rp. 4,60 triliun. Selanjutnya, Komisi VI DPR RI meminta kepada Menperin dapat mempercepat penyelesaian atas temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan anggaran Kemenperin sesuai dengan surat Pimpinan BPK.

Di samping itu, Komisi VI DPR RI dapat memahami anggaran Kemenperin tahun 2017 setelah mengalami penghematan menjadi Rp 2,94 triliun dan memberikan kesempatan kepada Menperin untuk mengajukan usulan tambahan anggaran Kemenperin tahun 2017, yang selanjutnya akan dibahas oleh Badan Anggaran DPR RI sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Tengah Uji UU Tax Amnesty, Hakim MK dan Dirjen Pajak ke Jokowi

Di Tengah Uji UU Tax Amnesty, Hakim MK dan Dirjen Pajak ke Jokowi

News | Kamis, 01 September 2016 | 15:30 WIB

Temui Jokowi, Hakim MK Klaim Tak Bahas Gugatan Tax Amnesty

Temui Jokowi, Hakim MK Klaim Tak Bahas Gugatan Tax Amnesty

News | Kamis, 01 September 2016 | 15:09 WIB

Misbakhun Berharap MK Tak Salah Langkah Soal Gugatan Tax Amnesty

Misbakhun Berharap MK Tak Salah Langkah Soal Gugatan Tax Amnesty

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:51 WIB

Soal Tax Amnesty, Sri Mulyani Diminta Yakinkan Masyarakat

Soal Tax Amnesty, Sri Mulyani Diminta Yakinkan Masyarakat

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 16:43 WIB

Fadli Zon Minta Tax Amnesty Jangan Sampai Salah Sasaran

Fadli Zon Minta Tax Amnesty Jangan Sampai Salah Sasaran

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 12:14 WIB

Pengusaha Outsourcing Sukseskan Sosialisasi Tax Amnesty

Pengusaha Outsourcing Sukseskan Sosialisasi Tax Amnesty

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 11:49 WIB

Penjualan Industri Jamu & Kosmetik 2016 Diprediksi Rp17 Triliun

Penjualan Industri Jamu & Kosmetik 2016 Diprediksi Rp17 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:51 WIB

Terkini

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Kabar Baik Industri Tekstil, Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pekerja Outsourcing

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

5 Efek Pintu Depan Lurus Tembus ke Pintu Belakang Menurut Feng Shui

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:19 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Mengabadikan Indonesia Lewat Lensa, BRI inFrame 2026 Angkat Cerita Ekonomi Kerakyatan

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi

Gus Ipul Anggap Gus Lilur Tebar Fitnah soal Dugaan Aliran Rp480 M ke Muktamar ke-35 NU, Siap Somasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Cegah Capres Membludak, Demokrat Condong Sepakati Syarat Minimal 2 Fraksi

Cegah Capres Membludak, Demokrat Condong Sepakati Syarat Minimal 2 Fraksi

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:16 WIB

Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur

Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 15:16 WIB

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:15 WIB

×