Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 13 September 2016 | 15:21 WIB
Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah
Gedung Kementerian Perdagangan di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda bertekad memperkuat ekspor barang jadi ke penjuru dunia. Tekad ini diungkapkan usai membuka Paviliun Indonesia pada pameran internasional China-ASEAN Exhibition Expo (CAEXPO) ke-13 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning Guangxi, Republik Rakyat Cina (RRC), Minggu (11/9/2016).

”Sudah saatnya kita tidak lagi mengekspor bahan mentah, tapi beralih ke barang jadi yang bernilai tambah seperti yang dipamerkan oleh para peserta di Paviliun Indonesia,” jelas Arlinda dalam keterangan tertulis, Senin (12/9/2016).

Kemendag memang terus meningkatkan upaya promosi ke semua negara di dunia. Kali ini, Indonesia membuka peluang pasar produk di RRT dan meningkatkan kerja sama strategis Indonesia-RRT. Dalam pameran ini, sebanyak 81 pelaku usaha nasional ikut berpartisipasi. “Pameran CAEXPO telah berkembang menjadi platform penting dalam mempromosikan perdagangan dan investasi ASEAN dan RRT, termasuk Indonesia. CAEXPO juga menjadi model kerja sama yang baik dalam mencapai pembangunan bersama antar negara-negara ASEAN dan RRT itu sendiri,” tutur Arlinda.

CAEXPO adalah pameran ritel multi produk. Tahun ini, Indonesia memamerkan produk-produk furnitur; barang konsumsi, spa, produk herbal dan kecantikan. Indonesia juga membawa produk dekorasi rumah, aksesoris fesyen dan perhiasan, serta makanan dan minuman. Andalan Indonesia kali ini adalah aksesoris fesyen dan perhiasan karena peminatnya yang cukup tinggi.

Poros Maritim Sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan CAEXPO, Indonesia juga berpartisipasi pada Forum ke-2 Promosi Industri dan Perlengkapan Manufaktur Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 sebagai bentuk dukungan Indonesia pada fokus pembangunan RRT saat ini.

Pada kesempatan ini, Arlinda menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mengumumkan sebuah konsep “Poros Maritim Dunia." Program kemaritiman ini dapat melengkapi inisiatif RRT yaitu JalurSutra Maritim (Maritime Silk Road). Konsep Jalur Sutra Maritim abad ke-21 menekankan pada peningkatan hubungan di wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat, dan Afrika dengan membangun jaringan kota-kota pelabuhan. "Sejak abad ke-21, Jalur Sutra Maritim merupakan sebuah platform yang berdasarkan perundingan dan konstribusi bersama, sehingga kita dapat saling berbagi manfaat," kata Arlinda.

Kerja sama maritim secara komprehensif ini akan meningkatkan ekonomi dan perdagangan antara ASEAN dan RRT dengan seluruh dunia dan mampu menyelaraskan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia. “Kita juga perlu bekerja sama untuk membangun perekonomian regional yang selanjutnya dapat meningkatkan peluang perdagangan, investasi dan jasa,” ujar Arlinda.

Arlinda percaya untuk menciptakan kerja sama kemaritiman yang strategis dan komprehensif, ASEAN dan RRT dapat mempercepat konektivitas jaringan seperti transportasi laut dan air, jalan tol, kereta api ekspres, penerbangan, dan jaringan komunikasi kabel optik.

“Kerja sama pengembangan jalan/akses laut sebagai pendukung percepatan ekonomi dan perdagangan, serta fokus terhadap kerja sama investasi kemaritiman, peningkatan kapasitas, peralatan manufaktur, permodalan, dan teknologi informasi,” jelasnya.

Pada November 2015 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan tol laut sebagai salah satu program kemaritiman yang menghubungkan antar laut dan perdagangan. Tahun 2015, pemerintah telah membangun 27 pelabuhan laut dan membangun 4 pelabuhan penyeberangan, 7 bandara baru, dan 12 bandara pemugaran. Selain itu, Pemerintah juga membangun 68 pelabuhan laut lagi yang tersebar di Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.

Pada akhirnya, kerja sama ini akan membantu kedua pihak untuk mencapai tujuan dan target perdagangan ASEAN-China sebesar USD 1 triliun pada tahun 2020, meningkatkan negosiasi kerja sama ekonomi regional yang komprehensif, serta memperkuat hubungan ASEAN dan RRT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Industri Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 14:54 WIB

Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN

Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 17:04 WIB

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:37 WIB

Pasokan Baja Nasional Belum Mampu Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Pasokan Baja Nasional Belum Mampu Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 11:31 WIB

Barata Indonesia Kolaborasi dengan Siemens Aktiengesellschaft

Barata Indonesia Kolaborasi dengan Siemens Aktiengesellschaft

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 19:59 WIB

Tiga Kementerian Ekonomi Garap Garam Artisanal

Tiga Kementerian Ekonomi Garap Garam Artisanal

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:18 WIB

Perdagangan Indonesia-Nigeria di 2015 Capai 1,73 Miliar Dolar AS

Perdagangan Indonesia-Nigeria di 2015 Capai 1,73 Miliar Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:11 WIB

Diduga Dumping, KADI Mulai Selidiki Impor SWR dari Cina

Diduga Dumping, KADI Mulai Selidiki Impor SWR dari Cina

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:00 WIB

Kemendag Kembali Menggelar PPN-PPDN di Bengkulu

Kemendag Kembali Menggelar PPN-PPDN di Bengkulu

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 17:35 WIB

Dirjen PKTN: SNI Dapat Tingkatkan Kinerja Perdagangan

Dirjen PKTN: SNI Dapat Tingkatkan Kinerja Perdagangan

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 13:55 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB