Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 08 September 2016 | 17:04 WIB
Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN
Presiden Jokowo menghadiri KTT ASEAN – UN ke 8 di Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016). [Laily Rachev/Biro Pers Istana]

Sejak dimulainya perundingan putaran pertama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada semester pertama 2012, Indonesia ditunjuk oleh para Menteri Ekonomi ASEAN sebagai koordinator posisi ASEAN dan oleh Menteri dari 16 negara peserta perundingan RCEP sebagai Trade Negotiating Committee atau RCEP-TNC.

“Penunjukan Indonesia sebagai koordinator ASEAN dan Ketua TNC didasarkan pada pemikiran bahwa Indonesia merupakan inisiator RCEP dan memiliki postur yang diperlukan sebagai ekonomi terbesar di ASEAN. Keikutsertaan dalam RCEP dapat menempatkan Indonesia dalam mata rantai pasokan regional melalui investasi asing di sektor produktif dan didukung oleh sumber-sumber produksi yang murah,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela-sela pembacaan Pernyataan Para Pemimpin RCEP tentang Perkembangan Perundingan RCEP hari ini, Kamis (8/9/2016) di Vientiane, Laos.

Menurut Mendag, perundingan RCEP bermanfaat bagi Indonesia untuk mendapatkan akses pasar yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang didapat dari Free Trade Agreement (FTA) antara ASEAN dengan Negara Mitranya. Dalam perundingan ini pula, apa yang belum didapat Indonesia dari ASEAN+1 FTAs dapat diperbaiki, misalnya akses pasar produk pertanian ke India dan China. Lima belas negara peserta RCEP mewakili 56,2 persen ekspor Indonesia ke dunia dan 70 impor impor Indonesia dari dunia. RCEP juga merupakan 48,21 persen sumber investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) bagi Indonesia.

Total Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara RCEP mewakili 30,4 persen PDB dunia pada 2015 atau sebesar 22,3 triliun Dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, total populasi di kawasan RCEP mencakup 47,8 persen dari total populasi dunia atau lebih dari 3,4 miliar jiwa dengan kelas menengah yang tumbuh kuat dibanding kawasan Eropa dan Amerika.

RCEP telah melewati 14 putaran perundingan. Dua putaran yang akan dilaksanakan tahun ini adalah pada Oktober di Tianjin, Republik Rakyat Tiongkok dan pada Desember di Bumi Serpong Damai, Tangerang, Indonesia.

Hingga putaran perundingan ke-14 pada bulan Agustus 2016 lalu, perundingan masih dihadapkan pada perbedaan posisi yang cukup lebar pada isu perundingan barang, jasa dan investasi. Hal ini menyebabkan TNC tidak dapat memenuhi mandat Pemimpin RCEP pada November 2015 untuk menyelesaikan perundingan hingga akhir 2016.

Menteri RCEP yang bertemu di Vientiane, Laos pada 5 Agustus 2016 menugaskan TNC untuk mengintensifkan perundingan. Guna membantu proses perundingan dan menjaga momentum maka Menteri-menteri RCEP dijadwalkan akan bertemu di Filipina pada awal bulan November 2016 atau sekitar sebulan sebelum putaran akhir tahun diselenggarakan di Indonesia.

Isu kunci yang masih dibahas pemecahannya antara lain adalah penentuan tingkat ambisi penghapusan tarip, liberalisasi sektor jasa dan pembukaan investasi serta parameter untuk mengukurnya. Di satu pihak, sebagian negara peserta perundingan tidak setuju pada usulan ditetapkannya benchmarks, sementara sebagian lainnya memandang perlu adanya benchmarks. Hal lain yang juga sedang diupayakan pemecahannya antara lain adalah keseimbangan antara sebuah perjanjian yang memiliki nilai komersial tinggi, dan ruang bagi negara anggota untuk mengamankan sensitivitasnya di sektor barang, jasa dan investasi terhadap negara peserta tertentu lainnya dalam perundingan ini. Keenambelas negara juga masih membahas cara-cara yang tepat untuk memuat provisi mengenai Investor-State Dispute Settlement (ISDS) yang memperhatikan kesimbangan antara hak-hak investor dan hak pemerintah untuk melakukan pengaturan.

RECP digagas Indonesia pada saat menjadi Ketua ASEAN 2011 untuk mengkonsolidasikan lima perjanjian ASEAN+1 (ASEAN dengan Australia-Selandia Baru, RRT, India, Korea, dan Jepang). Perundingan diluncurkan pada November 2012 oleh 16 Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan enam Negara Mitranya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ASEAN Plus Three Kunci Utama Stabilitas Keamanan Kawasan

ASEAN Plus Three Kunci Utama Stabilitas Keamanan Kawasan

News | Kamis, 08 September 2016 | 13:01 WIB

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Jokowi: Jumlah Orang Miskin di ASEAN Masih 120 Juta Orang

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:56 WIB

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama ASEAN-Jepang di Bidang Maritim

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama ASEAN-Jepang di Bidang Maritim

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 17:33 WIB

Jokowi Tegaskan ASEAN Harus Wujudkan Perdamaian Laut Cina Selatan

Jokowi Tegaskan ASEAN Harus Wujudkan Perdamaian Laut Cina Selatan

News | Rabu, 07 September 2016 | 17:29 WIB

Jokowi Minta ASEAN Jaga Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

Jokowi Minta ASEAN Jaga Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

News | Rabu, 07 September 2016 | 17:21 WIB

Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN di Laos

Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN di Laos

News | Selasa, 06 September 2016 | 12:25 WIB

Di KTT G-20, Presiden Jokowi Minta Kebijakan Proteksi Dihapus

Di KTT G-20, Presiden Jokowi Minta Kebijakan Proteksi Dihapus

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 11:15 WIB

Tiga Kementerian Ekonomi Garap Garam Artisanal

Tiga Kementerian Ekonomi Garap Garam Artisanal

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:18 WIB

Perdagangan Indonesia-Nigeria di 2015 Capai 1,73 Miliar Dolar AS

Perdagangan Indonesia-Nigeria di 2015 Capai 1,73 Miliar Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:11 WIB

Diduga Dumping, KADI Mulai Selidiki Impor SWR dari Cina

Diduga Dumping, KADI Mulai Selidiki Impor SWR dari Cina

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 17:00 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB