Ingin Sehat Mengelola Keuangan Keluarga? Segera Hindari 4 Hal Ini

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 14 September 2016 | 19:10 WIB
Ingin Sehat Mengelola Keuangan Keluarga? Segera Hindari 4 Hal Ini
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Setiap keluarga pasti memiliki tujuan keuangan (finansial) untuk menjadi bahagia dan sejahtera. Sejatinya kebahagiaan datang bukan hanya sekedar dari materi saja tetapi riakan kecil akibat adanya masalah finansial dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan memicu perseteruan dalam sebuah keluarga.

Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang baik dalam keluarga perlu dilakukan agar tujuan keuangan dapat tercapai. Kadang kala, perbedaan pengelolaan keuangan antara suami dan istri menjadi pemicu terjadinya kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

Penyebab kegagalan dalam mengelola keuangan yang sering terjadi adalah karena adanya keinginan yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dicukupi. Tatkala meski kita sudah memiliki rencana keuangan, hal tersebut juga bisa gagal karena kenyataannya pengeluaran melebihi perkiraan/dugaan.

Kemudian, rupanya ada beberapa hal lain yang apabila kita lakukan dapat memicu kesalahan dalam pengelolaan keuangan keluarga, di antaranya sebagai berikut:

1. Kurangnya Komunikasi

Tidak terjadi komunikasi dan musyawarah yang baik antara suami dan istri dalam mengelola keuangan tentunya akan membuat hubungan kedua belah pihak tidak enak dan tidak ada kepercayaan satu sama lain.

Misalnya saja, sang suami tidak terbuka dalam membantu keuangan setiap bulan kepada orang tuanya atau saudara kandungnya. Ini akan membuat sang istri tidak mengetahui keadaan suami yang sebenarnya sehingga mungkin saja sang istri dapat berprasangka buruk terhadap suaminya sendiri.

2. Kesulitan untuk menyamakan persepsi mengenai keuangan

Memiliki perbedaan latar belakang keluarga, pergaulan, atau pendidikan bisa menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan. Misalnya sang suami menganggap bahwa asuransi itu tidaklah penting. Di sisi lain, istri menganggap asuransi penting atau mengkategorikannya sebagai kebutuhan antara primer, sekunder, dan tersier yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini akan membuat pengelolaan keuangan yang sehat terkendala.

3. Tidak ada pencatatan

Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah tidak adanya pencatatan yang dilakukan pengelola keuangan keluarga. Apabila terjadi besar pasak daripada tiang maka tidak bisa diketahui kemana uang paling banyak keluar.

Pemasukan dan pengeluaran tidak diatur secara baik sehingga bisa berpotensi memiliki utang untuk memenuhi segala bentuk pengeluaran yang ada.  Tentunya utang yang terlalu besar ini akan memberatkan keuangan keluarga sehingga dapat menghambat sebuah keluarga dalam mencapai tujuan keuangannya.

4. Kurang komitmen dan tidak ada perencanaan

Perencanaan keuangan butuh komitmen yang tangguh. Contoh kecilnya adalah pencatatan keluar masuk uang harus dilakukan setiap hari dan mungkin akan sangat membosankan bagi kita yang tidak terbiasa melakukannya. Namun, cara inilah yang akan menyelamatkan keuangan keluarga kita setiap bulannya atau pada masa yang akan datang.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:42 WIB

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:15 WIB

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:30 WIB

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:29 WIB

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri

OJK Batasi TKA di Bank 2026, Wajib Transfer Ilmu dan Kirim Pegawai Lokal ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:28 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:05 WIB