Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 09 September 2016 | 14:48 WIB
Kemenperin Sinkronisasi Roadmap Industri Hulu-Hilir
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kementerian Perindustrian memandang perlu adanya sinkronisasi roadmap (peta jalan) antara sektor hulu dengan industri hilir. Hal ini untuk memperkuat sinergitas arah pengembangan industri nasional yang lebih jelas terkait strategi dan target ke depannya.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menerima Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda serta Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Sugiono bersama jajaran pengurus kedua asosiasi tersebut di Kemenperin, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

“Masing-masing kan sudah punya roadmap-nya, baik yang di hutan sebagai hulunya maupun industri sebagai hilirnya. Untuk itu, perlu disinkronkan. Kalau perlu jadi satu sehingga bisa lebih komprehensif,” tegasnya.

Menperin mengharapkan, upaya tersebut akan menyelesaikan permasalahan saat ini, misalnya yang mencakup ketersediaan bahan baku di hulu dengan kebutuhan industri penggunanya seperti industri pulp dan kertas serta industri furniture. 

“Dari pihak hulu, mereka meminta untuk memperluas izin pemanfaatan hutan berbasis masyarakat dan pengembangan infrastruktur untuk mendorong konektivitas. Sedangkan, pihak hilir mengatakan kendala saat ini adalah kurangnya pasokan bahan baku,” paparnya.

Berdasarkan laporan APHI, permasalahan pembangunan hutan produksi disebabkan seperti adanya kesenjangan harga kayu bulat domestik dengan internasional dan biaya produksi tinggi. “Strategi yang perlu dilakukan, di antaranya pengembangan pola klaster hulu dan hilir dalam kesatuan landscape pengelolaan hutan,” ujar Sugiono.

Strategi lainnya, lanjut Sugiono, yakni peningkatan produktivitas, optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan produksi, dan penguatan kemitraan perusahaan dengan masyarakat. “Kami mengharapkan juga perlu kebijakan pendukung pemerintah untuk investasi pada pembangunan hutan produksi serta penyediaan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan pelabuhan yang memadai,” paparnya.

Sementara itu, Misbahul Huda mengatakan, industri pulp dan kertas di Indonesia tengah mengalami kendala, tak hanya soal kondisi ekonomi domestik dan global yang melanda, melainkan juga kesulitan mendapatkan bahan baku. "Saat ini produksi industri pulp masih belum terlalu banyak, yakni 6,4 juta ton per tahun dan 10,4 juta ton per tahun untuk kertas. Jika dibandingkan permintaan pasar, angka itu masih sangat sedikit," ujarnya.

Misbahul juga mengungkapkan bahwa saat ini kondisi industri kertas terbilang lesu, bahkan banyak diantaranya yang gulung tikar karena tidak mampu bertahan akibat tidak memproduksi. "Industri kertas saat ini cukup tertekan, yang masih tumbuh adalah industri kertas dan pulp untuk produk tisu dan kardus, makanya kita minta pemerintah memperhatikan hal ini,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, jumlah industri pulp dan kertas sebanyak 84 perusahaan. Sementara itu, ekspor pulp serat pendek mencapai 3,7 juta ton dan konsumsi dalam negeri untuk pulp sebesar 2,7 juta ton. Sedangkan, ekspor kertas mencapai 4,26 juta ton dan konsumsi dalam negeri untuk kertas sebesar 7,14 juta ton.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto berharap, peta jalan tersebut perlu segera diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan agar dapat lebih cepat ditindaklanjuti. "Roadmap ini akan menyelesaikan banyak hal. Termasuk perencanaan dan target-target ke depan seperti peningkatan ekspor, isu lingkungan, hingga kondisi ketersediaan bahan baku dan energi,” paparnya.

Misalnya, sebut Panggah, target dalam jangka menengah adalah meningkatkan ekspor furniture sebesar USD 5 miliar per tahun, yang saat ini baru mencapai USD 2 miliar per tahun. “Untuk mencapai target itu, pemerintah mengusulkan untuk membuat roadmap antara hulu dan hilir,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Airlangga Minta Kawasan Industri Dapat Harga Gas yang Kompetitif

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:53 WIB

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Panasonic Targetkan Bisnis Pompa Air Capai 15 Miliar Yen di 2020

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:37 WIB

Menperin Sebut Banyak Investor Cina Ngebet Investasi di Indonesia

Menperin Sebut Banyak Investor Cina Ngebet Investasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 14:30 WIB

Investasi Industri Pengalengan Ikan Capai Rp1,9 Triliun

Investasi Industri Pengalengan Ikan Capai Rp1,9 Triliun

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 20:49 WIB

Kemenperin Terbangkan Produk Fashion Indonesia ke Pasar Eropa

Kemenperin Terbangkan Produk Fashion Indonesia ke Pasar Eropa

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 20:35 WIB

Dana Tax Amnesty Diharapkan Dorong Investasi di Sektor Industri

Dana Tax Amnesty Diharapkan Dorong Investasi di Sektor Industri

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 15:32 WIB

Penjualan Industri Jamu & Kosmetik 2016 Diprediksi Rp17 Triliun

Penjualan Industri Jamu & Kosmetik 2016 Diprediksi Rp17 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:51 WIB

Pemerintah Targetkan RI Jadi Eksportir Tekstil Terbesar Kelima

Pemerintah Targetkan RI Jadi Eksportir Tekstil Terbesar Kelima

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 17:45 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 20:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:11 WIB

Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United

Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:10 WIB

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:04 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

×