Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

PLB akan Turunkan Biaya Infrastruktur Industri Dalam Negeri

Adhitya Himawan

Senin, 26 September 2016 | 02:36 WIB
PLB akan Turunkan Biaya Infrastruktur Industri Dalam Negeri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengunjungi PLB di Cikarang Dry Port, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Pusat Logistik Berikat (PLB) mampu mengurangi beban biaya logistik dan mendekatkan bahan baku industri. Manfaat ini yang juga akan mendorong peningkatan daya saing industri nasional. Selanjutnya semua komoditas pangan dan industri terkait yang membutuhkan akan masuk dalam skema PLB ini.

“PLB bisa menghemat biaya logistik bagi industri sebesar 5-7 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi di Pusat Logistik Berikat (PLB) PT Gerbang Teknologi Cikarang, Cikarang Dry Port (CDP), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016).

Dialog yang mengusung tema "Peningkatan Daya Saing Ekonomi Melalui Kehadiran Pusat Logistik Berikat" itu juga menghadirkan narasumber lain, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Deputi V Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Airlangga menyampaikan bahwa pembentukan PLB merupakan salah satu amanat dari paket kebijakan ekonomi jilid II yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Dalam kebijakan tersebut, Pemerintah memberikan kemudahan bagi barang-barang impor yang disimpan di PLB mendapatkan fasilitas insentif berupa penangguhan bea masuk dan pajak impor selama tiga tahun.“Selain itu, mempersingkat waktu transit dan mengurangi resiko kerusakan akibat perpindahan barang,” ujarnya. Sehingga pembangunan PLB, mampu menghemat modal kerja perusahaan.

PLB akan membantu industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengambil barang secara ritel. "Sekarang bisamenbeli secara eceran sehingga membantu IKM, yang dulunya mereka memanfaatkan PLB yang ada di Malaysia dan Singapura, sekarang sudah mulai beralih ke Indonesia," ungkap Airlangga. Disamping itu, manfaat lainnya adalah, terjaminnya kapasitas pasokan bahan baku, waktu proses produksi lebih cepat, dan mengurangi kebutuhan inventarisasi perusahaan,”tambahnya.

Dari beberapa manfaat tersebut, PLB dinilai dapat memperbaiki rantai pasok industri di dalam negeri. "PLB ini tidak terbatas pada komoditas . Perusahaan bisa mengambil logistik secara real time. Jadi, PLB ini mampu memperbaiki supply chain sekaligus mempersiapkan masuk ke Industry 4.0," ujarnya.Airlangga menegaskan, rantai nilai industri tidak boleh ada gangguan, sehingga keberlangsungan industri dapat terus berjalan baik dan berdaya saing. “Pemerintah juga tengah berupaya menurunkan biaya infrastruktur energi untuk mendongkrak daya saing industri di Indonesia,” tuturnya.

Airlangga menilai, PLB menjadi salah satu fasilitas yang mampu menurunkan biaya infrastruktur industri di dalam negeri dan perbaikan biaya energi industri yang sedang dikaji melalui penurunan harga gas. "Jika keduanya sudah selesai, kami yakin industri nasional akan bangkit kembali," harapnya.

Saat ini, terdapat 11 PLB di Indonesia, yaitu (1) PT Cipta Krida Bahari yang berlokasi di Cakung, Jakarta, yang menampung barang untuk mendukungindustri migas dan pertambangan, (2) PT Petrosea Tbk., berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menampung barang untukmendukung industri migas dan pertambangan, (3) PT Pelabuhan Panajam Banua Taka yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, menampung baranguntuk mendukung industri migas dan pertambangan.

Selanjutnya, (4) PT Kamadjaja Logistics yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat, menampung barang untuk mendukung industri makanan dan minuman, (5) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang menampung barang untuk mendukung industri otomotif, (6) PT Agility International, berlokasi di Halim, Jakarta dan Pondok Ungu, Jawa Barat yang menampung barang untuk mendukung industri personal care/home care.

Di samping itu, (7) PT Gerbang Teknologi Cikarang (Cikarang Dry Port) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, menampung kapas untuk mendukung industri tekstil, (8) PT Dunia Express, berlokasi di Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat yang juga menampung kapas untukmendukung industri tekstil, (9) PT Khrisna Cargo International yang berlokasi di Benoa dan Denpasar, Bali, menampung barang untuk mendukung industri kecil dan menengah.

Selanjutnya, (10) PT Vopak Terminal Merak, berlokasi di Merak, Banten, menampung barang untuk mendukung industri tekstil sintetis  (bahan kimia), dan (11) PT Dahana (Persero) yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, menampung barang untuk industri migas dan pertambangan.

Banyak sektor

Sementara itu, Mendag mengatakan sejak peluncuran kebijakan pembentukan PLB, sampai saat ini telah diberikan 24 izin PLB dengan beberapa komoditas sebagai substitusi kebutuhan pengembangan industri nasional,” ujar Enggar. Komoditas yang saat ini disimpan di dalam PLB antara lain untuk mendukung industri tekstil dan produk tekstil, produk pendukung industri migas dan pertambangan, bahan kimia, komponen automotif, serta bahan baku untuk industri makanan dan minuman.

“Berbagai fasilitas juga diberikan pemerintah dalam pengoperasian PLB, terutama berupa pemberian ‎fasilitas fiskal dari sisi bea masuk, cukai dan pajak,” tuturnya. Sedangkan, fasilitas non-fiskalnya, seperti kemudahan perizinan, sistem pembayaran, dan ketentuan tata niaga. "Dalam upaya pengembangan industri nasional, pemerintah juga berkomitmen mengembangkan PLB baik jenis komoditas, kapasitas gudang, maupun lokasi," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bea Cukai  menilai, PLB sangat  potensial menjadi "ayah angkat" bagi industri kecil menengah (IKM) dalam memfasilitasi usahanya di Indonesia. "Artinya, PLB ini bisa dimanfaatkan untuk memfasilitasi IKM yang membutuhkan bahan baku dari luar negeri," tuturnya.

Heru mencontohkan, sebuah IKM sepatu yang membutuhkan bahan baku kulit dari luar negeri, bisa mencarinya di PLB yang khusus menyimpan bahan baku tersebut, sehingga tidak perlu langsung mengimpornya. "Kalau IKM yang potensial begini, ini harus difasilitasi, karena mereka tidak mungkin bisa langsung impor dari luar. Nah, PLB nanti akan mencarikannya," ujarnya.

Heru menambahkan, setelah proses produksi selesai, IKM tersebut dapat kembali memanfaatkan PLB untuk bisa mengekspor produknya. "Jadi PLB bisa menjadi fasilitator bagi IKM untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Ini saya kira sangat membantu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:10 WIB

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:06 WIB

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:20 WIB

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:12 WIB

Industri Makanan Minuman Kontribusi 31 Persen dari PDB Indonesia

Industri Makanan Minuman Kontribusi 31 Persen dari PDB Indonesia

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 23:09 WIB

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 13:48 WIB

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 14:01 WIB

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Menperin: MEA Momentum Meningkatkan Kerjasama Kekuatan ASEAN

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:50 WIB

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Menteri Airlangga Promosikan Kawasan Industri ke Investor AS

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:12 WIB

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Menperin Yakin Indonesia Bisa Jadi Negara Industri Maju

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:02 WIB

Terkini

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB