Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Adhitya Himawan

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:33 WIB
Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan
Pekerja menyusun uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (27/9). [Antara]

Rupiah berhasil mempertahankan posisi pada perdagangan hari Rabu (5/10/2016) walaupun Dolar yang sangat menguat membuat sebagian besar mata uang melemah dan harga Emas anjlok. USDIDR masih diperdagangkan di bawah level psikologis 13000 - fakta yang mengesankan mengingat sentimen risiko seharusnya sangat terpukul oleh IMF yang kembali mengumumkan prospek pertumbuhan global yang suram dalam pernyataan terbuka di hari Selasa (4/10/2016). 

Nilai tukar Rupiah tampaknya diperkuat oleh hasil rapat OPEC pekan lalu. Harga minyak saat ini berusaha melampaui level 50 Dolar Amerika Serikat (AS) yang akan berpengaruh positif pada aset pasar berkembang. Ada banyak alasan lain untuk optimis terhadap Indonesia apabila kita dapat mengesampingkan berita perlambatan pertumbuhan PDB nasional. "Contohnya, pasar modal telah menguat hampir 30 persen dan sebagian besar investor mengapresiasi perbaikan kebijakan fiskal Pemerintah dan Bank Indonesia. Kinerja Rupiah juga relatif konsisten dibandingkan mata uang lainnya di wilayah ini. Karenanya, keyakinan investor seharusnya membaik dan mengundang arus masuk modal yang lebih tinggi lagi ke Indonesia di masa mendatang," kata Jameel Ahmad, Vice President of Market Research Forextime dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10/2016).­­

Optimisme juga semakin besar karena Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan secara proaktif yang seharusnya dapat membantu memerangi risiko eksternal terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan melonggarkan suku bunga, Bank Indonesia menyediakan likuiditas yang lebih tinggi dan akses yang lebih baik terhadap dana di ekonomi. Dengan semakin besarnya investasi ke pasar saham Indonesia, kita dapat optimis bahwa bisnis akan terus berkembang dan berinvestasi di Indonesia untuk jangka waktu yang lebih panjang.  

Investor mendapat berkah tak terduga pada perdagangan di hari Selasa (4/10/2016) saat harga Emas secara mengejutkan merosot di bawah level support psikologis $1300 yang membuka peluang bagi trader untuk segera mengantarkan logam mulia ini ke level yang tak pernah tercapai sejak referendum Inggris yaitu di bawah 1270 Dolar AS. Harga emas merosot ke level terendah tiga bulan yaitu $1266 dan penurunan di bawah level support psikologis 1300 Dolar AS berarti para seller berhasil merebut kembali kontrol atas komoditas ini. "USD secara umum menguat di pasar valas dan ini tidak menggembirakan untuk emas. Ada peluang bahwa logam mulia ini akan terus tergelincir di bulan Oktober," ujar Jameel. 

Alasan dari peluang melemahnya emas lebih lanjut pada dasarnya adalah ekspektasi suku bunga AS. Meninjau komentar terbuka Fed, Bank Sentral AS ini jelas berkomitmen meningkatkan suku bunga AS sebelum akhir tahun. Walau begitu, investor masih belum merefleksikannya di pasar finansial dan ini berarti trader akan menemukan peluang untuk membuat harga emas semakin merosot. Investor sepertinya akan memantau laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Jumat mendatang karena data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) berperan penting dalam memastikan apakah Fed dapat meningkatkan suku bunga AS sebelum tahun 2016 berakhir. "Jika ya, pengaruhnya akan positif untuk nilai tukar USD, namun harga Emas terancam semakin melemah," jelas Jameel.  

Poundsterling terus merosot di awal perdagangan hari Rabu. GBPUSD menemui level terendah dalam lebih dari 30 tahun di bawah 1.27 yaitu di 1.2684. Konfirmasi dari Perdana Menteri Theresa May di akhir pekan kemarin bahwa Pasal 50 akan diaktifkan paling lambat Maret 2017 menjadi alasan yang kuat bagi investor untuk merefleksikan risiko yang lebih tinggi dalam nilai tukar GBP. Komentar dari Menteri Philip Hammond bahwa ketegangan ekonomi belum berakhir juga sangat mengganggu sentimen investor. 

Selera beli terhadap GBP amat sangat lemah sehingga mata uang ini tidak berhasil menguat walaupun data ekonomi pekan ini kembali menggambarkan bahwa hasil referendum Uni Eropa belum mengganggu ekonomi Inggris. PMI manufaktur bulan September menimbulkan optimisme bahwa melemahnya nilai tukar GBP menguntungkan bagi ekspor. PMI jasa yang dirilis beberapa jam lalu juga tidak menampilkan bahwa hasil referendum mengakibatkan efek negatif langsung terhadap ekonomi Inggris. Sektor jasa adalah komponen yang sangat penting dalam ekonomi Inggris sehingga data aktual yang sesuai ekspektasi hari ini akan membuat PDB kuartal mendatang tetap positif. 

"Seberapa rendah nilai tukar GBP dapat merosot? Saya tetap berpendapat bahwa GBPUSD dapat menyentuh antara 1.20 dan 1.25 di penutupan tahun ini. Para investor baru mulai merefleksikan peningkatan risiko dari pengaktifan Pasal 50. Sebagian besar kerugian GBP yang terjadi selama beberapa bulan terakhir hanya disebabkan oleh hasil referendum Uni Eropa yang di luar dugaan. Sekarang investor harus mulai menyesuaikan pandangannya terhadap fakta bahwa Inggris Raya akan segera memulai proses keluar dari Uni Eropa. Ini akan menjadi proses yang sangat mengkhawatirkan untuk Pemerintah Inggris dan GBP berpotensi terus melemah untuk periode yang lebih lama lagi," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:56 WIB

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:30 WIB

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB

Agustus 2016, BPS Sebut Rupiah Terdepresiasi 1 Persen ke Dolar AS

Agustus 2016, BPS Sebut Rupiah Terdepresiasi 1 Persen ke Dolar AS

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 13:27 WIB

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 10:55 WIB

Dolar AS Melemah Dorong Kenaikan Harga Emas

Dolar AS Melemah Dorong Kenaikan Harga Emas

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 07:30 WIB

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 10:59 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×