Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB
Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan
Mata uang Rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime mengatakan bahwa mata uang Asia secara umum menguat di hari Senin (5/9/2016) setelah laporan ketenagakerjaan AS di bulan Agustus ternyata mengecewakan dan mengikis harapan peningkatan suku bunga Fed di tahun 2016. Sebagai mata uang berkembang, Rupiah juga menguat karena peristiwa ini. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi tiga pekan yaitu 13144.

"Karena probabilitas peningkatan suku bunga AS menipis, USD dapat semakin melemah dan mata uang negara berkembang berpotensi menguat. Saham Indonesia sedikit menguat di hari Senin karena USD melemah dan peningkatan selera risiko menarik investor untuk memasuki aset berisiko," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2016).

Lukman menambahkan bahwa prospek Indonesia secara umum tetap optimistis dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat semakin menguat. Data ekonomi Indonesia di bulan Agustus menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi dan muncul harapan bahwa UU amnesti pajak akan dapat mendongkrak laju PDB keseluruhan. Sentimen terhadap Indonesia tetap sangat bullish dan dapat terjadi aksi beli Rupiah secara besar-besaran.

"Dari sudut pandang teknikal, Dolar AS dan Rupiah bearish pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 13100 maka akan terbuka jalan menuju 13000," ujar Lukman.

Saham global menguat pekan lalu setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan dan mengikis peluang peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Pasar Asia dibuka hari Senin dengan positif. Nikkei meningkat +0.66% karena peningkatan ekspektasi bahwa BoJ akan mengimplementasikan kebijakan stimulus lebih lanjut demi kestabilan ekonominya yang sedang bermasalah. Saham Eropa memasuki level tertinggi baru dalam empat bulan terakhir pekan lalu dan diperkirakan semakin meningkat hari ini apabila tren bullish di Asia merambat ke pasar Eropa. Wall Street menguat di hari Jumat karena melemahnya USD dan menurunnya harapan peningkatan suku bunga membuat investor melirik aset berisiko. 

Walaupun pasar saham dapat semakin menguat di jangka pendek, faktor-faktor tren bearish masih tetap terlihat dan investor akan berhati-hati. Masalah ekonomi global yang terus berlanjut dapat menimbulkan kejutan negatif dan rendahnya harga minyak sangat mengganggu sentimen risiko investor. Ketidakpastian masih mewarnai pasar dan dapat membuka peluang bagi investor bearish untuk memanfaatkan relief rally saham yang berkepanjangan. Walaupun peluang peningkatan suku bunga AS di bulan September mungkin hampir sirna karena laporan ketenagakerjaan AS yang tidak menggembirakan, masih ada peluang 41% bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga di bulan Desember sehingga saham mungkin saja tertekan di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Tegaskan Indonesia Bangun Ekonomi Terbuka & Inklusif

Jokowi Tegaskan Indonesia Bangun Ekonomi Terbuka & Inklusif

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 10:47 WIB

Bandara H.AS. Hanandjoeddin akan Dinaikkan Berkelas Internasional

Bandara H.AS. Hanandjoeddin akan Dinaikkan Berkelas Internasional

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 15:08 WIB

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 10:59 WIB

Menkeu Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017

Menkeu Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 03:07 WIB

Sri Mulyani: Ekonomi Harus Tumbuh 5,4 Persen di Paruh II 2016

Sri Mulyani: Ekonomi Harus Tumbuh 5,4 Persen di Paruh II 2016

Bisnis | Rabu, 31 Agustus 2016 | 04:33 WIB

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:11 WIB

Menkeu: Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi 2017 Harus Realistis

Menkeu: Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi 2017 Harus Realistis

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:05 WIB

IPW: Tanpa Bank Tanah, Stimulus Perumahan Tak Sustain

IPW: Tanpa Bank Tanah, Stimulus Perumahan Tak Sustain

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:37 WIB

IPW Sangsi Paket Ekonomi Jilid XIII Turunkan Harga Rumah

IPW Sangsi Paket Ekonomi Jilid XIII Turunkan Harga Rumah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:30 WIB

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:49 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB