Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Penetrasi Asuransi Masih 7,5 Persen dari Jumlah Penduduk RI

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2016 | 15:58 WIB
Penetrasi Asuransi Masih 7,5 Persen dari Jumlah Penduduk RI
Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total tertanggung secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup stabil. Di kuartal II 2016, total tertanggung secara umum turun 0,1 persen atau menjadi 56,95 juta orang dari sebelumnya 57,02 juta orang.

Namun demikian dari sisi jumlah tertanggung perorangan, terjadi kenaikan yang kuat di kuartal II 2016 sebesar 15,1 persen atau menjadi 19,11 juta orang dari sebelumnya 16,60 juta orang di kuartal II 2015.

"Kami sangat senang melihat angka kenaikan tertanggung perorangan. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi," kata Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Nini menjelaskan bahwa saat ini tingkat penetrasi asuransi sekitar 7,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 255 juta penduduk. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan banyak negara lain. Oleh sebab itu, AAJI dan regulator akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi. "Termasuk melalui kegiatan edukasi tentang asuransi jiwa dan manfaatnya," ujar Nini. 

Pada kuartal II 2016, AAJI juga mencatat keagenan tetap memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi dengan 41,3 persen. Sisanya diikuti oleh bancassurance dan saluran alternatif dengan masing-masing kontribusi sebesar 38,4 persen dan 20,3 persen.

Masing-masing dari tiga saluran distribusi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal II 2015 yang masing-masing sebesar 2,0 persen, 15,3 persen dan 18,5 persen. Jumlah tenaga pemasar juga tumbuh 12,1 persen menjadi 507 ribu orang, dimana 90,7 persen dari jumlah tersebut datang dari tenaga pemasar saluran keagenan. 

"Komposisi jumlah agen memperlihatkan besarnya jumlah agen dalam usia produktif. Terus bertambahnya jumlah agen asuransi jiwa menunjukkan bahwa profesi agen asuransi jiwa semakin menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang menarik," tutup Nini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Faktor Finansial Banyak Hambat Pengusaha Pemula

Faktor Finansial Banyak Hambat Pengusaha Pemula

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 14:54 WIB

OJK Jalin Kerjasama dengan Otoritas Keuangan Kazakstan

OJK Jalin Kerjasama dengan Otoritas Keuangan Kazakstan

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 05:00 WIB

Market Share Perbankan Syariah Naik Dibanding Tahun Lalu

Market Share Perbankan Syariah Naik Dibanding Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 04:00 WIB

Anak Usaha Pertamina di Bidang Asuransi Raih Rating A

Anak Usaha Pertamina di Bidang Asuransi Raih Rating A

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 03:55 WIB

Adira Insurance Kembangkan "Contact Centre"

Adira Insurance Kembangkan "Contact Centre"

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 11:33 WIB

AAJI Dukung OJK Larang Monopoli Bancassurance

AAJI Dukung OJK Larang Monopoli Bancassurance

Bisnis | Rabu, 11 Mei 2016 | 13:07 WIB

Terkini

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB