Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Infrastruktur Aceh Belum Optimal Topang Pertumbuhan Ekonomi

Adhitya Himawan

Kamis, 03 November 2016 | 13:42 WIB
Infrastruktur Aceh Belum Optimal Topang Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan SPBN di pelabuhan perikanan Lampulo, Banda Aceh. [Antara/Ampelsa]

Perwakilan negara dan para ahli bencana dari berbagai negara yang hadir dalam pertemuan ke-8 High-level Experts and Leaders Panel on Water and Disaster (HELP) yang berlangsung di Jakarta sejak tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2016, selama 2 hari (2-3 November 2016) melakukan kunjungan ke Provinsi Aceh untuk melihat langsung penanganan bencana tsunami yang terjadi tahun 2004 atau 12 tahun lalu oleh Pemerintah Indonesia. Pada kunjungan tersebut para peserta mengunjugi tiga lokasi yakni Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung dan Pantai Ulee Lhue.

"Kunjungan ini untuk melihat kondisi setelah bencana yang pernah terjadi di sini, yaitu tsunami. Para peserta dibawa ke sini untuk melihat apa yang sudah diperbuat, Indonesia berbagi pengalaman dalam upaya rekonstruksi dan rehabilitasi," terang Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi dalam keterangan tertulis, Rabu (2/11/2016).

Ditambahkannya tsunami Aceh telah mengakibatkan korban jiwa sangat banyak, dan penanganannya juga tidak sebentar yakni memerlukan waktu hingga empat tahun lebih. Penanganan tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia namun juga dari bantuan negara-negara sahabat yang sangat banyak.

Kunjungan diikuti oleh perwakilan dari delapan negara sebanyak 35 orang, termasuk dari Indonesia. Para peserta juga melihat bantuan yang telah diberikan oleh negara mereka pasca tsunami tahun 2004.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta diterima oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Said Rasul yang mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutannya, Kepala BPBA mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh negara asal para delegasi dalam penanganan tsunami Aceh.

Ia mengakui upaya manajemen bencana di Aceh memerlukan usaha yang sangat besar, mengingat provinsi tersebut memiliki 6.674 desa, dimana 237 desa di antaranya rawan bencana. "Fokus kami (BPBA) sekarang dalam penanggulangan bencana adalah pengurangan risiko, perlindungan, dan rehabilitasi masyarakat," terangnya.

Dalam kunjungan ini, delegasi dapat melihat upaya pemerintah Indonesia dan masyarakat Aceh untuk bangkit kembali setelah tsunami dahsyat di daerah tersebut 26 Desember 2004 silam. Selain diajak mengunjungi Pantai Ulee Lheue, Museum Tsunami, dan Museum PLTD Apung, delegasi juga melihat langsung tempat evakuasi sementara (TES) dan sejumlah rumah penduduk yang dibangun pasca bencana.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Mantan Ketua Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto. “Kalau Anda lihat sekarang Aceh mulai macet, itu hal yang bagus. Itu artinya ekonominya berjalan," jelasnya kepada para delegasi.

Terkait infrastruktur di Aceh, Kuntoro menyatakan, bahwa Infrastruktur, seperti pembangunan gedung, bangunan, jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, sudah ada dan sudah beroperasi, namun pertanyaannya, menurut Kuntoro adalah apakah itu membantu pertumbuhan ekonomi.

Ditambahkannya, saat ini aktivitas ekonomi daerah ini didominasi oleh kegiatan perdagangan. "Saya tidak mengatakan bahwa pergadangan itu kurang baik. Tetapi yang namanya pabrik, manufaktur, itu ada penambahan nilai. Kedua, kegiatan itu menyerap tenaga kerja,”jelasnya.

Ditanya mengenai kesiapan infrastruktur di Aceh untuk mendukung geliat ekonomi ke arah yang lebih produktif, Kuntoro menegaskan bahwa infrastruktur yang ada sudah cukup. "Bandara cukup, pelabuhan cukup. Sudah beres semuanya, sudah dibangun semuanya. Sekarang bagaimana membuat gampang untuk orang membuat pabrik di sini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhub Agar Perkuat Sarana Bandara Atambua

Menhub Agar Perkuat Sarana Bandara Atambua

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 11:14 WIB

Atasi Banjir, HELP Bahas Tentang Sanitasi

Atasi Banjir, HELP Bahas Tentang Sanitasi

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 09:09 WIB

Pemda Didorong Sediakan Aset Tanahnya untuk Perumahan Subsidi

Pemda Didorong Sediakan Aset Tanahnya untuk Perumahan Subsidi

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 08:57 WIB

Antisipasi Bencana, Pemerintah Perkuat Konstruksi Prasarana Air

Antisipasi Bencana, Pemerintah Perkuat Konstruksi Prasarana Air

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:55 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kementerian PUPR Cek Kondisi Tanggul

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kementerian PUPR Cek Kondisi Tanggul

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 10:19 WIB

Urbanisasi Jadi Tantangan Perkotaan di Indonesia

Urbanisasi Jadi Tantangan Perkotaan di Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 10:14 WIB

Website Infoair Ditujukan untuk Genjot Sambungan Rumah

Website Infoair Ditujukan untuk Genjot Sambungan Rumah

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 10:07 WIB

Underpass Simpang Lima Mandai Makassar Ditarget Selesai 2017

Underpass Simpang Lima Mandai Makassar Ditarget Selesai 2017

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 10:02 WIB

Jalan Layang Maros - Bone Ditarget Tuntas Desember 2017

Jalan Layang Maros - Bone Ditarget Tuntas Desember 2017

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 09:57 WIB

Kementerian PUPR Hijaukan Bantaran Sungai Citarum

Kementerian PUPR Hijaukan Bantaran Sungai Citarum

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 09:36 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×