Menhub Agar Perkuat Sarana Bandara Atambua

Adhitya Himawan

Rabu, 02 November 2016 | 11:14 WIB
Menhub Agar Perkuat Sarana Bandara Atambua
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Bandara Atambua, NTT. [Dok Kementerian Perhubungan]

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono, Direktur Operasi Pelindo III Rahmat Satria, dan Direktur Bandar Udara Yudhi Sari Sitompul, Sabtu (29/10/2016) hingga Minggu (30/10/2016) bertolak menuju sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain melihat sarana dan prasarana transportasi guna mendukung pariwisata, kunjungan kerja Menhub Budi kali ini diprioritaskan pada peninjauan daerah perbatasan dan upaya peningkatan fasilitas transportasinya.

"Saya datang ke NTT dan NTB dalam rangka melihat secara jelas bagaimana sarana transportasi yang ada di kedua provinsi ini, karena wilayah di sini kan pulau-pulau. Saya menyadari bahwa saudara-saudara kita di NTT dan NTB belum sama kondisinya dengan yang di Jawa dan Sumatera," ujar Menhub Budi.

Pada kunjungan kerjanya hari ini (29/10/2016) Menhub Budi kunjungi Kupang, Atambua dan Maumere. Menurutnya, Atambua harus menjadi fokus perhatian pemerintah. Hal ini dikarenakan Atambua adalah daerah perbatasan yang harus dijaga."Saya ingin lihat situasi langsung lapangan agar dapat memutuskan langkah apa untuk memperbaiki sarana transportasi agar kelancaran konektivitas udara dan laut bisa berdampak terhadap mobilitas barang dan jasa," tandas Menhub Budi saat tiba di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua, NTT, Sabtu (29/10/2016) siang.

Kedatangan Menhub Budi disambut langsung oleh Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis dan Bupati Belu Willybrodus Lay.

Menhub mengaku akan berupaya mewujudkan konektivitas di Atambua. “Atambua akan jadi benteng negara kita, pertama nanti runway bandaranya yang saat ini baru 1.450 meter akan kita perpanjang menjadi 1.600 sampai 1.700 meter agar ATR bisa jalan, kedua pelabuhan Atapupu di Atambua akan kita perbaiki," ujar Menhub Budi.

Menurutnya dengan adanya pelabuhan dan bandara yang baik maka akan mendukung arus logistik barang. "Prioritas pembangunan bandara dan pelabuhan untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Kalau pelabuhan dan bandara bagus, movement logistik bagus, maka bisa mengajak orang Timor-Timor ke Atambua," katanya.

Menhub Budi menambahkan kunjungan kerjanya kali ini ingin memotret lebih detail potensi dan hambatan di Atambua sebagai daerah perbatasan, sehingga nantinya akan mendapat dukungan terutama terkait pariwisata.

Pada kunjungannya ke Atambua, Menhub Budi juga berkesempatan bertemu dengan salah seorang warga bernama Markus Maose yang sepakat untuk menyerahkan sertifikat tanah seluas tiga hektar yang diperuntukkan perpanjangan runway Bandara A.A. Bere Tallo Atambua, “Jadi Bapak Markus Maose ini telah sepakat untuk pembebasan tanah seluas tiga hektar yang nantinya akan dipergunakan untuk perpanjangan runway bandara sesuai harga yang telah disepakati,” tambahnya.

MENHUB BUDI KUNJUNGI KUPANG

Menhub Budi memulai kunjungan kerjanya di Provinsi NTT dan NTB dengan mengunjungi Kupang. Pesawat mendarat di Bandara El Tari, Kupang pada pukul 12.50 WITA. Tiba di Kupang, Menhub Budi disambut langsung oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Menhub Budi memulai kunjungan kerjanya ke Kepulauan Sunda Kecil dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lalu dilakukan perbincangan singkat di ruang VIP, Bandara El Tari, Kupang. Di sini, Frans Lebu Raya menyampaikan beberapa laporan terkait pembangunan infrastruktur di Provinsi NTT.

"Pada 13 Desember nanti Presiden akan ke Kupang. Kemudian di Maumere untuk ground breaking sebuah waduk. Kita harapkan, Presiden juga ikut launching jembatan Palmerah yang menghubungkan dua pulau," kata Frans Lebu Raya di lokasi, Sabtu (29/10/2016).

Frans menjelaskan, kata Palmerah itu kerap disebut oleh warga karena berasal dari gabungan nama dua desa yang dihubungkan jembatan tersebut. Diketahui, jembatan itu menghubungkan Desa Palau di Pulau Adonara dan Desa Tanah Merah di Pulau Flores.

"Sehingga warga menyebutnya dengan Jembatan Palmerah. Tapi secara resmi akan disebut Jembatan Pancasila. Kami ingin mengingatkan kalau Pancasila lahir di NTT," kata Frans.

Frans menambahkan, di bawahnya itu ada arus laut yang kencang. Jadi akan dipasang turbin agar bisa menghasilkan listrik dari arus tersebut. Menhub Budi mengapresiasi langkah Pemerintah NTT yang begitu komunikatif dengan pemerintah pusat. Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, konektivitas memang jadi hal yang penting. Terlebih, NTT juga memiliki satu daerah terluar, daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Maka diharapkan, konektivitas yang ada dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.

"Ini provinsi kepulauan dan ada pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain. Kita harus berikan konektivitas. Hal ini untuk mewujudkan kemakmuran. Maka kita akan optimalkan bandara yang sudah ada. Memperpanjang landasan. Secara khusus soal pelabuhan, ada kegiatan intensif. Akan kita perbaiki juga," ucap Menhub Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhub Kecam Dugaan Pungli Direktur Pelindo III

Menhub Kecam Dugaan Pungli Direktur Pelindo III

News | Rabu, 02 November 2016 | 03:50 WIB

Antisipasi Bencana, Pemerintah Perkuat Konstruksi Prasarana Air

Antisipasi Bencana, Pemerintah Perkuat Konstruksi Prasarana Air

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:55 WIB

Underpass Simpang Lima Mandai Makassar Ditarget Selesai 2017

Underpass Simpang Lima Mandai Makassar Ditarget Selesai 2017

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 10:02 WIB

Jalan Layang Maros - Bone Ditarget Tuntas Desember 2017

Jalan Layang Maros - Bone Ditarget Tuntas Desember 2017

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 09:57 WIB

Kemenhub Larang Kapal Dibawah 500 GT Berlayar ke Filipina

Kemenhub Larang Kapal Dibawah 500 GT Berlayar ke Filipina

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:56 WIB

Genjot Investasi, Pemerintah Deregulasi Industri Penerbangan

Genjot Investasi, Pemerintah Deregulasi Industri Penerbangan

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:43 WIB

Permudah Pelayanan, Kemenhub Terbitkan Buku Pelaut di 42 Lokasi

Permudah Pelayanan, Kemenhub Terbitkan Buku Pelaut di 42 Lokasi

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:28 WIB

PT Multi Prima Luncurkan 3 Unit Kapal Navigasi

PT Multi Prima Luncurkan 3 Unit Kapal Navigasi

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:09 WIB

Konsesi Jasa Kepelabuhan Terminal Petikemas Muaro Jambi Diteken

Konsesi Jasa Kepelabuhan Terminal Petikemas Muaro Jambi Diteken

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:01 WIB

Infrastruktur Dibangun, Perbatasan Jadi Kawasan Ekonomi Baru

Infrastruktur Dibangun, Perbatasan Jadi Kawasan Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 14:59 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×