Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Jokowi akan Kembangkan Industri Perawatan Pesawat Terbang

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 05 November 2016 | 06:53 WIB
Jokowi akan Kembangkan Industri Perawatan Pesawat Terbang
Presiden Jokowi meninjau hanggar 4 Garuda Maintenance Facility di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (4/11/2016). [Dok Biro Pers Setpres]

Suara.com - Pemerintah melalui salah satu badan usahanya bertekad untuk terus melakukan peningkatan kapabilitas bisnisnya. Dalam peninjauannya ke hanggar 4 Garuda Maintenance Facility (GMF), Garuda City Centre, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat sore (4/11/2016), Presiden Joko Widodo menyatakan akan terus mengembangkan industri pesawat terbang dan perawatannya, tak hanya di wilayah Barat, tapi juga di wilayah Timur Indonesia.

"Kita selalu ingin menaikkan 'grade' dari nomor sekian ke sekian. Sekarang sudah nomor 17 sedunia, sangat bagus sekali. Ini akan terus dibesarkan tapi tidak hanya di sini, tapi juga di Batam dan kemungkinan juga di Biak," ungkap Presiden.

Diresmikan pada tahun 2015 lalu, hanggar 4 GMF yang dibangun di area seluas 66.940 meter persegi tersebut telah memiliki pendapatan sebesar kira-kira 5 triliun rupiah. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga membanggakan pelajar-pelajar SMK dan insinyur teknik dalam negeri yang mampu bersaing di fasilitas perawatan pesawat terbang milik Garuda Indonesia itu.

"Ini mulai beroperasi Oktober 2015 dan sekarang GMF ini setahun sudah memiliki penjualan kira-kira 5 triliun rupiah. Ini kan sebuah kegiatan yang besar sekali. Dan hampir semuanya anak-anak SMK, insinyur tekniknya, semuanya dari dalam negeri," terangnya.

Saat ini GMF merupakan salah satu pemegang 'market share' terbesar di Indonesia untuk pengerjaan perawatan pesawat terbang. Pelanggan GMF tersebar di berbagai benua. Setidaknya ada 58 negara yang telah menjadi jaringan pelanggan GMF seperti Singapura, Malaysia, Belanda, Australia, Amerika, Afrika Selatan, Jepang dan lain-lain.

"Di sini bisa dikerjakan perawatan pesawat, mesinnya, dan juga pengecatan komponen. Semuanya bisa. Dan yang dikerjakan bukan hanya Garuda saja, hampir semua 'airline' ada semuanya, yang asing juga ada dilakukan pemeliharaan di sini," ucap Presiden.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut ialah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Direktur Utama Garuda Indonesia Muhammad Arif Wibowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Sebut Demo Ricuh Ditunggangi Aktor-aktor Politik

Jokowi Sebut Demo Ricuh Ditunggangi Aktor-aktor Politik

News | Sabtu, 05 November 2016 | 06:25 WIB

Jokowi Pimpin Rakor Bahas Situasi Pascademonstrasi di Istana

Jokowi Pimpin Rakor Bahas Situasi Pascademonstrasi di Istana

News | Sabtu, 05 November 2016 | 06:18 WIB

Jokowi Targetkan Kereta Bandara Soekarno Hatta Selesai 2017

Jokowi Targetkan Kereta Bandara Soekarno Hatta Selesai 2017

Bisnis | Jum'at, 04 November 2016 | 15:34 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta

Bisnis | Jum'at, 04 November 2016 | 13:55 WIB

Presiden Jokowi Minta APBN 2018 Dibahas Sejak Awal

Presiden Jokowi Minta APBN 2018 Dibahas Sejak Awal

Bisnis | Kamis, 03 November 2016 | 06:44 WIB

Jokowi: Persaingan Global Berebut Energi, Pangan dan Air

Jokowi: Persaingan Global Berebut Energi, Pangan dan Air

Bisnis | Kamis, 03 November 2016 | 06:37 WIB

Jokowi Didesak Revisi UU Ekonomi yang Tak Sesuai Dengan UUD 1945

Jokowi Didesak Revisi UU Ekonomi yang Tak Sesuai Dengan UUD 1945

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 10:36 WIB

Paket Kebijakan Ekonomi Dianggap Tak Berjalan Efektif

Paket Kebijakan Ekonomi Dianggap Tak Berjalan Efektif

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 10:23 WIB

Ibu Negara Iriana Kunjungi Sumatera Utara

Ibu Negara Iriana Kunjungi Sumatera Utara

News | Rabu, 02 November 2016 | 07:53 WIB

Jika 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak, Jokowi Ancam Bawa KPK

Jika 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak, Jokowi Ancam Bawa KPK

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 06:36 WIB

Terkini

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB