Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 09 November 2016 | 06:51 WIB
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik
Presiden Jokowi meninjau proyek jalan tol Becakayu di Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/11/2016). [Dok Biro Pers Setpres/Intan]

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo menilai penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) dalam membangun proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air kini sudah lebih baik.

"Memang waktu mencanangkan (skema PPP) itu dulu, ternyata kita belum menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk PPP jalan. Contohnya penjaminan. PPP harus ada proses penjaminan karena ini kan si swasta perlu mendapat konsesi, mendapatkan keyakinan bahwa masa kerjanya dia akan sesuai dengan kontrak," ujar Lukita di Jakarta, Selasa malam (8/11/2016).

Selain itu, lanjut Lukita, kemampuan penyiapan proyek yang ditawarkan pemerintah untuk kerja sama dengan swasta dalam proyek infrastruktur, kini juga sudah lebih baik sehingga dapat menarik investor.

"Private (swasta) akan lihat dokumen proyeknya, sudah bagus apa belum. Karena kalau mereka kerjakan sendiri mahal, mereka lihat data yang lengkap. Dulu kita tidak punya mekanisme untuk menyiapkan proyek dengan dokumen proyek yang baik," ujarnya.

Lukita menambahkan, adanya dukungan pemerintah berupa dana dukungan awal atau viability gap fund (VGF) juga membuat skema KPBU akan terlihat semakin menarik. Sementara itu, untuk persoalan pembebasan tanah, yang sering menjadi masalah dalam pembangunan proyek infrastruktur, juga sudah teratasi dengan adanya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Ini semua yang sekarang sudah relatif lengkap. Contoh Palapa Ring, PLTU Batang, (Proyek Sistem Penyediaan Air Minum/SPAM) Umbulan di Jatim. Sekarang sudah pecah telur, dulu cuma listrik," ujarnya.

Dari semua sektor infrastruktur, proyek jalan tol dan pembangkit listrik termasuk yang efektif menjalankan skema KPBU, namun, dalam proyek infrastruktur lain, penggunaan skema KPBU tersebut dinilai masih sangat terbatas.

Lukita mengatakan, apabila ke depannya pembangunan proyek infrastruktur dengan skema KPBU dapat berjalan dengan optimal dan jumlahnya semakin banyak, dapat memberikan efek domino dan tentunya kepercayaan yang lebih besar dari pihak investor swasta.

"Dengan keberhasilan (menerapkan skema KPBU) itu, kita sudah berpengalaman dan instrumen pendukung sudah ada. Bagi investor pun menjadi nyaman. Ada PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), SMI (Sarana Multi Infrastruktur). Sekarang juga sudah ada badan baru yang dibentuk untuk pembebasan tanah, yaitu Lembaga Manajemen Aset Negara. Ini akan semakin menarik," ujar Lukita.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai skema KPBU dalam membangun proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air kini merupakan suatu keharusan.

Bambang menuturkan proyek-proyek infrastruktur membutuhkan pembiayaan yang besar. Kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur periode 2015-2019 diperkirakan senilai Rp4.796,2 triliun.

Kebutuhan dana tersebut terdiri dari kebutuhan belanja kementerian/lembaga dan transfer daerah (APBN dan APBD) mencapai Rp1.978,6 triliun (41,3 persen), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp1.066,2 triliun (22,2 persen). Sementara itu, sisanya sebanyak Rp1.751,5 triliun (36,5 persen) adalah partisipasi dari swasta.

Oleh karena itu, perlu keterlibatan swasta yang lebih besar dalam investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam perkembangannya, capaian financial close KPBU periode 2015-2016 mencapai 63,86 triliun.

Anggaran infrastruktur sendiri dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Pada 2015, infrastruktur mendapat alokasi sebesar Rp290,3 triliun. Di 2016, nominal tersebut meningkat hingga menyentuh angka Rp313,5 triliun. Sementara di 2017, anggaran infrastruktur dipatok pada angka Rp346,6 triliun.

Hingga 2019 mendatang, total anggaran infrastruktur diperkirakan sekitar Rp 1.500 triliun, angka tersebut masih berada di bawah prakiraan kebutuhan dana dari APBN dan APBD, yakni Rp1.978,6 triliun. Maka, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, peran sumber pembiayaan swasta dinilai cukup signifikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elektronifikasi Perizinan, Strategi Pemerintah Permudah Usaha

Elektronifikasi Perizinan, Strategi Pemerintah Permudah Usaha

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 06:43 WIB

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:52 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:14 WIB

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 13:09 WIB

Menhub Kembangkan Pelabuhan Padangbai di Bali untuk Pariwisata

Menhub Kembangkan Pelabuhan Padangbai di Bali untuk Pariwisata

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 12:57 WIB

Stasiun Jakarta Kota Direncanakan Jadi Penghentian Kereta Bandara

Stasiun Jakarta Kota Direncanakan Jadi Penghentian Kereta Bandara

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 12:40 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 11:33 WIB

Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Tercapai

Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Tercapai

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 11:23 WIB

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pulau Terluar Perbatasan RI

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pulau Terluar Perbatasan RI

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 13:59 WIB

Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi I Sudah Mencapai 78 Persen

Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi I Sudah Mencapai 78 Persen

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 13:35 WIB

Terkini

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:56 WIB

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:35 WIB

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:15 WIB