Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Pasar Saham Eropa Melemah Setelah Donald Trump Menang

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 11 November 2016 | 09:13 WIB
Pasar Saham Eropa Melemah Setelah Donald Trump Menang
Bursa Saham Frankfurt, Jerman. [Antara/Reuters]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (10/11/2016) ditutup naik sebesar 35 poin atau 0,66 persen ke level 5.450 setelah bergerak di antara 5.443-5.482. Sebanyak 228 saham naik, 92 saham turun, 83 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp8.099 triliun. Di pasar reg-uler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp701 miliar.

Pasar Amerika ditutup bervariasi di akhir perdagangan usai Donald Trump memenangkan pemilu presiden di AS dan akan mulai menjabat di bulan Januari. Fakta ini ditambah dengan kemenangan partai Republik mempertahankan kendali mayoritas pada House of Representative dan Senat. Menurut S&P, mereka mengasumsikan kekuatan institusional dan neraca AS yang kokoh akan menopang eksekusi kebijakan pemerintahan Trump, meski minimnya pengalaman yang memicu ketidakpastian terhadap proposal kebijakan.

"Dow jones menguat 1,18 persen ke level 18,808. Nasdaq melemah 1,62 persen ke level 4,747 dan S&P menguat 0,20 persen ke level 2,167," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Jumat (11/11/2016).

Pasar Eropa melemah pada hari Kamis (10/10/2016), setelah sempat menguat di awal perdagangan melanjutkan penguatan pasca kemenangan Donald Trump pada pemilu AS. Namun momentum reli mulai memudar di pertengahan perdagangan. Saham asuransi, perbankan, dan sumber daya alam tetap berada di zona hijau, naik lebih dari 2 persen. Presiden AS terpilih, Donald Trump, saat kampanye berjanji untuk melonggarkan aturan perbankan, yang membuat saham sektor tersebut terus menguat.

"Indeks FTSE 100 Inggris turun 1,21 persen menjadi 6.827. Dax melemah 0,15 persen ke level 10,630 dan CAC melemah 0,28 persen ke level 4,530," ujar Hans.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, inflasi yang ideal yaitu apabila ke depan Indonesia bisa mempertahankan inflasi di level 2 persen-3 persen. Ia mencontohkan Filipina yang selama 15 tahun terakhir berhasil mengendalikan inflasi dari yang tadinya double digit menjadi di level 2,5 persen-3 persen. Kalau inflasi 2,5 persen maka arah biaya dana (cost of fund) akan di bawah itu, karena tingkat bunga tabungan dan giro di bawah inflasi.

Sementara deposito yang di atas inflasi. Jika inflasi Indonesia bisa stabil di level 2,5 persen-3 persen maka Bank Indonesia (BI) bisa berjuang menggiring cost of fund bergerak ke bawah. Hal itu nantinya bisa menyebabkan tingkat bunga kredit perbakan mulai single digit. Menurutnya, pemerintah Indonesia juga telah menargetkan inflasi jangka menengah berada di kisaran 3%-5% year on year (YoY). Oleh karena itu, dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun depan, target inflasi dipatok di titik tengah sebesar 4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Depan Trump Tower, Demonstran Protes "Trump Not My President"

Di Depan Trump Tower, Demonstran Protes "Trump Not My President"

News | Jum'at, 11 November 2016 | 06:40 WIB

Didemo,Trump Tower Kini Dijaga Aparat dengan Ketat

Didemo,Trump Tower Kini Dijaga Aparat dengan Ketat

News | Jum'at, 11 November 2016 | 06:34 WIB

Cina Berharap Donald Trump Kooperatif dalam Kerjasama Ekonomi

Cina Berharap Donald Trump Kooperatif dalam Kerjasama Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 06:23 WIB

Obama dan Trump Akhirnya Bertemu Empat Mata

Obama dan Trump Akhirnya Bertemu Empat Mata

News | Jum'at, 11 November 2016 | 06:21 WIB

Hapus Hinaan Terhadap Islam, Pangeran Saudi Puji Trump

Hapus Hinaan Terhadap Islam, Pangeran Saudi Puji Trump

News | Jum'at, 11 November 2016 | 07:35 WIB

Trump Hapus "Larangan Pendatang Muslim" dari Website Resmi

Trump Hapus "Larangan Pendatang Muslim" dari Website Resmi

News | Jum'at, 11 November 2016 | 07:14 WIB

Pembalap F1 Campakkan Sponsor Karena Trump

Pembalap F1 Campakkan Sponsor Karena Trump

News | Jum'at, 11 November 2016 | 07:05 WIB

Menkeu Nilai Mulut Trump Bisa Rusak Ekonomi Dunia

Menkeu Nilai Mulut Trump Bisa Rusak Ekonomi Dunia

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 02:09 WIB

Clinton Dapat Suara Lebih Banyak, Tapi Mengapa Trump yang Menang?

Clinton Dapat Suara Lebih Banyak, Tapi Mengapa Trump yang Menang?

News | Kamis, 10 November 2016 | 19:38 WIB

Donald Trump Menang, Pendiri Facebook Ikut Berkomentar

Donald Trump Menang, Pendiri Facebook Ikut Berkomentar

Tekno | Kamis, 10 November 2016 | 14:34 WIB

Terkini

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:01 WIB

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB