Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Apro FInancial Membeli 77,38 Persen Saham Bank Dinar

Adhitya Himawan

Kamis, 17 November 2016 | 15:34 WIB
Apro FInancial Membeli 77,38 Persen Saham Bank Dinar
Manajemen dan Pegawai PT Bank Dinar Tbk. [bankdinar.co.id]

Apro Financial Co Ltd investor asal Korea Selatan membeli saham PT Bank Dinar Indonesia Tbk sebanyak 1,74 milliar atau setara 77,38 persen dari total saham Perseroan. Informasi ini muncul berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia.

Harga transaksi penjualan saham ini sebesar Rp 396,89 per saham. Sekedar informasi, harga akuisisi saham Perseroan lebih premium dibandingkan harga saham pada penutupan perdagangan Rabu (16/11/2016) yang berada di level Rp 200 per saham. Dengan demikian, Perseroan harus mengeluarkan dana sebesar Rp 691 milliar untuk memiliki 77,38 persen saham Perseroan 

"Pengambil alihan saham Perseroan oleh Apro Financial Co Ltd investor asal Korea Selatan yang sebesar 77,38 persen akan memberikan dampak positif bagi Bank Dinar. Hal ini akan meningkatkan permodalan serta penyaluran kredit Perseroan kedepannya," kata Analys Recapital Securities, Adi Kiswoyo Joe, Kamis (17/11/2016).

Pada gilirannya dengan permodalan yang lebih baik serta peningkatan penyaluran kredit diharapkan kinerja keuangan Perseroan akan lebih positif di kemudian hari.

Sekedar informasi, Apro tercatat membeli 77,38 persen saham Perseroan dari tiga pemegang saham lama. Rinciannya, Nio Yantony menjual 29,16 persen saham. Syaiful Amir melepas 10,58 persen saham dan Andre Mirza Hartawan menjual 21,15 persen saham.

"Saat ini, Perseroan lebih banyak menyasar segmen kredit ritel. Kedepannya setelah aksi korporasi ini, Perseroan akan melebarkan bisnis ke sektor pendukung infrastruktur dan konstruksi seperti kredit ke pedagang bahan bangunan dan bahan elektronik," tutup Adi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BCA Dorong Pengembangan Teknologi Digital Perbankan

BCA Dorong Pengembangan Teknologi Digital Perbankan

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 11:01 WIB

UOB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 persen di 2017

UOB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 persen di 2017

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 15:54 WIB

Bank Sabahat Sampoerna Targetkan Nasabah TASAKU Capai 20 Ribu

Bank Sabahat Sampoerna Targetkan Nasabah TASAKU Capai 20 Ribu

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 14:49 WIB

Pertumbuhan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Capai 31 Persen

Pertumbuhan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Capai 31 Persen

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 14:42 WIB

Inilah Respon Manajemen Bank Danamon Terkait PHK Massal

Inilah Respon Manajemen Bank Danamon Terkait PHK Massal

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 14:39 WIB

PHK Massal Terjadi Diduga Karena Efisiensi Bank Danamon

PHK Massal Terjadi Diduga Karena Efisiensi Bank Danamon

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 14:24 WIB

SP Danamon: Ada 5 Ribu Karyawan yang Dipecat di 2016

SP Danamon: Ada 5 Ribu Karyawan yang Dipecat di 2016

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 14:07 WIB

Ribuan Karyawan Bank Danamon Berunjuk Rasa, Inilah Penyebabnya

Ribuan Karyawan Bank Danamon Berunjuk Rasa, Inilah Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:36 WIB

Bank Sahabat Sampoerna Lanjutkan Produk Tasaku

Bank Sahabat Sampoerna Lanjutkan Produk Tasaku

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 15:15 WIB

Laba Bersih Bank Mayora Melonjak 37 Persen di Q3 2016

Laba Bersih Bank Mayora Melonjak 37 Persen di Q3 2016

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 10:52 WIB

Terkini

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

×