Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

BEI Berharap Likuiditas Pasar Modal Jadi yang Terbesar di Asia

Arsito Hidayatullah

Rabu, 28 Desember 2016 | 08:22 WIB
BEI Berharap Likuiditas Pasar Modal Jadi yang Terbesar di Asia
Dirut Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. [Antara/Wahyu Putro]

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan likuiditas dan kapitalisasi pasar modal domestik dapat menjadi yang terbesar di kawasan Asia pada 2020 mendatang.

"Tahun 2020 mendatang, kita inginnya pasar modal menjadi yang paling likuid di Asia. Kita juga ingin menjadi 'market capitalization' terbesar di Asia," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Selasa.

Untuk mencapai itu, ia menyampaikan bahwa sejumlah langkah sedang dipersiapkan salah satunya mendirikan PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI), penambahan jumlah Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), serta peningkatan jumlah perusahaan tercatat atau emiten.

"Saat ini, kapitalisasi pasar modal Indonesia masih di bawah Bursa Singapura, sementara likuiditas juga masih di bawah Bursa Thailand. Kalau PEI sudah beroperasi, jumlah WPPE aktif naik, emiten bertambah. Kita capai itu. Insya Allah," ujarnya.

Tito Sulistio mengemukakan bahwa PEI akan memberikan pembiayaan untuk transaksi marjin. Melalui perusahaan itu, diharapkan dapat mendorong aktivitas transaksi marjin sehingga turut meningkatkan likuiditas pasar modal domestik.

Berdasarkan data BEI per 27 Desember 2016, kapitalisasi pasar modal indonesia senilai Rp5.543,556 triliun. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian di BEI sebanyak 264.517 kali transaksi dengan volume perdagangan 7,49 miliar senilai Rp7,71 triliun.

BEI juga mencatat, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga 27 Desember 2016 ini membukukan pertumbuhan 11,10 persen ke level 5.102,95 poin.

Pertumbuhan IHSG itu menempati peringkat kedua di kawasan Asia.

"Di Asia kita berada di nomor dua. Pertumbuhan IHSG itu mencerminkan kepercayaan investor kepada Bursa, terhadap ekonomi Indonesia, dan juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap masa depan ekonomi Indonesia," kata Tito Sulistio. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PascaTrump Terpilih, Modal Asing Keluar dari RI Rp16 Triliun

PascaTrump Terpilih, Modal Asing Keluar dari RI Rp16 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 06:00 WIB

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:21 WIB

Menguatnya Harga Komoditas Picu Penguatan IHSG

Menguatnya Harga Komoditas Picu Penguatan IHSG

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 15:13 WIB

Bursa Asia Bergejolak Akibat Hasil Pilpres AS

Bursa Asia Bergejolak Akibat Hasil Pilpres AS

Bisnis | Minggu, 13 November 2016 | 22:27 WIB

Terkini

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB