PascaTrump Terpilih, Modal Asing Keluar dari RI Rp16 Triliun

Adhitya Himawan

Rabu, 07 Desember 2016 | 06:00 WIB
PascaTrump Terpilih, Modal Asing Keluar dari RI Rp16 Triliun
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Dr. Wahyoe Soedarmono, Ekonom, sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis, Sampoerna University mengatakan bahwa setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, modal asing yang keluar dari Indonesia dalam tempo sepekan di pertengahan November 2016 mencapai Rp16 triliun. Rupiah juga turut terdepresiasi. Namun, efek pelarian modal di Indonesia  relatif lebih kecil dibandingkan Thailand, India, Taiwan, maupun Korea Selatan.

"Tekanan di Indonesia tersebut dapat dimoderasi oleh meningkatnya pendapatan negara dari program amnesti pajak, dengan deklarasi uang tebusan telah mencapai Rp 98,7 triliun, dan dana repatriasi sebesar Rp 143 triliun akan masuk ke Indonesia sampai akhir 2016. Secara umum, posisi Indonesia relatif siap untuk menghadapi gejolak pasar jangka pendek setidaknya hingga tahun 2017," kata Wahyoe dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2016).
 
 Terkait rencana kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat oleh The Fed (taper tantrum) pada akhir 2016 dan sepanjang 2017, saat ini situasi neraca transaksi berjalan Indonesia cukup kuat, dimana defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit / CAD) hanya menyentuh 1.8 persen dari PDB di Triwulan III 2016, dibandingkan posisi menjelang akhir 2013 yang menyentuh 4.4 persen dari PDB. "Sehingga, risiko pelarian modal dari Indonesia akibat sentimen negatif investor asing terhadap kondisi Indonesia dapat diminimalkan," ujar Wahyoe.
 
Sampoerna University (SU) mengidentifikasi bahwa pilihan kebijakan yang diterapkan di tahun 2013-2014 dalam menghadapi taper tantrum perlu disesuaikan untuk kondisi saat ini. Bila pada 2013, pengurangan belanja pemerintah (expenditure reducing policy) dapat mengurangi CAD saat terjadi taper tantrum, kali ini SU menemukan bahwa pilihan strategi ini tidak lagi efektif, apabila CAD meningkat di akhir 2016 akibat taper tantrum. Riset Sampoerna University menemukan bahwa dua pilihan kebijakan berikut dapat mengurangi CAD:

(1)   Peningkatan suku bunga acuan (policy rate) oleh Bank Indonesia
(2)   Expenditure switching policy melalui strategi yang memungkinkan depresiasi nilai tukar rupiah untuk mengurangi konsumsi barang-barang impor, dan meningkatkan ekspor ketika harga komoditas dunia seperti batubara, maupun komoditas non-tambang, mulai menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan negara tercatat meningkat seiring kenaikan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar 23% dalam satu bulan, sampai dengan November 2016, menuju USD 84.89 per ton. Proporsi nilai ekspor batubara cukup signifikan terhadap total ekspor Indonesia.

Jika policy rate harus meningkat, maka Bank Indonesia perlu melonggarkan aturan-aturan makroprudensial untuk dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan, di saat pertumbuhan kredit di Triwulan III 2016 hanya berada pada kisaran 6 persen year-on-year (yoy), jauh lebih rendah daripada periode Mei 2013-Juni 2014 saat taper tantrum sebelumnya, dimana pertumbuhan kredit dapat mencapai di kisaran 20 persen yoy.

Di sisi lain, posisi CAD yang relatif rendah saat ini (1.8 persen terhadap PDB), memberikan ruang kepada pemerintah untuk dapat melakukan ekspansi fiskal melalui peningkatan belanja pemerintah, seiring dengan meningkatkan pendapatan pajak karena program amnesti pajak. "Dengan demikian, momentum untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi masih terbuka, dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2019," tutup Wahyoe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM Dukung Peningkatan Realisasi Investasi di Sulawesi Tengah

BKPM Dukung Peningkatan Realisasi Investasi di Sulawesi Tengah

Bisnis | Sabtu, 03 Desember 2016 | 00:15 WIB

Kepala BKPM Klaim Kepercayaan Investor ke Indonesia Tetap Tinggi

Kepala BKPM Klaim Kepercayaan Investor ke Indonesia Tetap Tinggi

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 14:56 WIB

Trump Menang, Insiden Terkait Kebencian di AS Meningkat

Trump Menang, Insiden Terkait Kebencian di AS Meningkat

News | Rabu, 30 November 2016 | 05:41 WIB

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:21 WIB

Perusahaan Besar Italia Mungkin Bangun Pabrik di Indonesia

Perusahaan Besar Italia Mungkin Bangun Pabrik di Indonesia

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 23:13 WIB

Trump Tuding Hillary Curangi Pilpres AS

Trump Tuding Hillary Curangi Pilpres AS

News | Senin, 28 November 2016 | 14:14 WIB

BKPM Paparkan Paket Kebijakan Ekonomi ke 450 Pengusaha Jepang

BKPM Paparkan Paket Kebijakan Ekonomi ke 450 Pengusaha Jepang

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 11:35 WIB

Di Google Maps, Nama Trump Tower Berubah Jadi 'Dump Tower'

Di Google Maps, Nama Trump Tower Berubah Jadi 'Dump Tower'

News | Senin, 28 November 2016 | 03:41 WIB

Jokowi Sebut Donald Trump Mau Meniru Program Tax Amnesty

Jokowi Sebut Donald Trump Mau Meniru Program Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 24 November 2016 | 14:50 WIB

Trump Tunjuk Gubernur South Carolina sebagai Dubes PBB

Trump Tunjuk Gubernur South Carolina sebagai Dubes PBB

News | Kamis, 24 November 2016 | 05:17 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×