Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Jokowi Diminta Rasional Soal Program 35 Ribu MW

Adhitya Himawan

Senin, 30 Januari 2017 | 10:47 WIB
Jokowi Diminta Rasional Soal Program 35 Ribu MW
Presiden Jokowi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir meresmikan 6 proyek pembangkit listrik di Papua. [Dok Biro Setpres/Rusman]

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW). Namun megaproyek pembangkit listrik tersebut diyakini tak akan tuntas pada tahun 2019.

Pengamat Hukum Sumber Daya Alam dari Universitas Tarumanegara, Ahmad Redi, menegaskan bahwa program pembangkit listrik 35 ribu MW sulit jika harus dipaksakan tuntas pada tahun 2019. "Kenyataannya implementasi di lapangan kan memang banyak persoalan, mulai dari pembebasan lahan dan sebagainya," kata Redi saat dihubungi Suara.com, Senin (30/1/2017).

Belum lagi masalah seperti beberapa tender yang digelar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini mengakibatkan beberapa proyek pembangunan pembangkit lisrik dalam program 35.000 MW menjadi terhambat.

"Saya kira Presiden Jokowi mesti rasional. Sangat sulit untuk dipaksakan terealisasi semua pada tahun 2019," jelas Redi.

Ia memprediksi bahwa pembangunan keseluruhan pembangkit listrik yang tertuang dalam program 35.000 MW bahkan juga tak akan selesai pada tahun 2022 seperti yang diprediksi sebagain pengamat. "Mungkin baru tercapai keseluruhan pada tahun 2025 mendatang," tutup Redi.

Sebagaimana diketahu, Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan Program 35.000 MW untuk Indonesia di pantai Samas, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (4/5/2015). Program terobosan di sektor ketenagalistrikan ini diluncurkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang selama ini berjalan. Program 35.000 MW ini merupakan salah satu program unggulan dalam rangka mencapai salah satu sasaran nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.

Lauching Program 35 MW ini juga merupakan komitmen pemerintah dan PLN dalam menjawab permasalahan bangsa dan negara untuk menciptakan kedaulatan energi. Komitmen 35 ribu MW sendiri tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2015-2024 yang telah disahkan dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): 0074K/21/MEM/2015. Dalam RUPTL ini ada 109 proyek Program 35 ribu megawatt di seluruh Indonesia. Untuk 10 ribu MW ditangani langsung PLN sebanyak 35 proyek. Untuk 25 ribu MW mengundang partisipasi swasta sebanyak 74 proyek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Luncurkan Fasilitas Kemudahan Ekspor Impor IKM di Boyolali

Jokowi Luncurkan Fasilitas Kemudahan Ekspor Impor IKM di Boyolali

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 10:36 WIB

Rembuknas 2017, Presiden Bagikan KIP untuk Siswa Yatim Piatu

Rembuknas 2017, Presiden Bagikan KIP untuk Siswa Yatim Piatu

Press Release | Senin, 30 Januari 2017 | 06:17 WIB

Tanggapi Kasus Diksar Mapala UII, Jokowi: Itu Sudah Kriminal

Tanggapi Kasus Diksar Mapala UII, Jokowi: Itu Sudah Kriminal

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 15:45 WIB

Bandara Internasional Yogyakarta Sudah Direncanakan 7 Tahun Lalu

Bandara Internasional Yogyakarta Sudah Direncanakan 7 Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 13:33 WIB

Ke Yogyakarta, Presiden Meninjau Kesiapan Lahan Bandara Baru

Ke Yogyakarta, Presiden Meninjau Kesiapan Lahan Bandara Baru

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:37 WIB

Hari Ini Jokowi Groundbreaking Bandara Baru Yogyakarta

Hari Ini Jokowi Groundbreaking Bandara Baru Yogyakarta

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:26 WIB

Melawat ke Yogyakarta, Ini Agenda Kegiatan Jokowi

Melawat ke Yogyakarta, Ini Agenda Kegiatan Jokowi

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 09:17 WIB

PKS Anggap Pertemuan Jokowi dan Antasari Tidak Perlu

PKS Anggap Pertemuan Jokowi dan Antasari Tidak Perlu

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 14:17 WIB

Jokowi: Perkaya Wawasan Anak-Anak Kita dengan Keragaman Bangsa

Jokowi: Perkaya Wawasan Anak-Anak Kita dengan Keragaman Bangsa

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 13:34 WIB

Bagikan KIP, Jokowi Berpesan Tak Boleh untuk Beli Pulsa

Bagikan KIP, Jokowi Berpesan Tak Boleh untuk Beli Pulsa

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 12:06 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB