Bandara Internasional Yogyakarta Sudah Direncanakan 7 Tahun Lalu

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Jum'at, 27 Januari 2017 | 13:33 WIB
Bandara Internasional Yogyakarta Sudah Direncanakan 7 Tahun Lalu
Peresmian pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, di Kulon Progo, DIY, Jumat (27/1/2017). [Dok Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat, (27/1/2017), memulai prosesi "Babat Alas Nawung Kridho" pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan tersebut sekaligus mengawali agenda kunjungan kerja Presiden ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Prosesi Babat Alas Nawung Kridho sendiri dapat dimaknai sebagai upaya membuka, membersihkan, merapikan, dan menata lahan Pesisir Temon agar siap didayagunakan sebagai lokasi pembangunan bandara internasional baru di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyatakan tak ingin lagi menunda pelaksanaan pembangunan bandara internasional baru di Yogyakarta yang diketahui telah direncanakan sejak enam hingga 7 tahun silam. Sebab menurutnya, bila tak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan, maka dapat dipastikan proyek pembangunan infrastruktur berorientasi global tersebut tidak akan pernah terlaksana.

 

"Bandara ini sudah direncanakan kurang lebih enam sampai tujuh tahun lalu dan tidak segera terlaksana. Pada saat Bapak Gubernur menyampaikan kepada saya, saya sampaikan segera akan kita mulai bersama-sama. Setiap pekerjaan apapun, setiap keputusan apapun, pasti ada risikonya. Oleh sebab itu kalau tidak diputuskan yang tadi, tidak akan selesai sampai kapanpun," ujarnya. 

Keputusan tersebut cepat diambil bukan tanpa sebab. Kondisi Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta yang saat ini sudah sangat padat dan melampaui daya tampung menjadi salah satu sebabnya.

"Karena kalau kita lihat Bandara Adisutjipto itu kapasitasnya hanya 1,6 juta (orang). Padahal sekarang sudah dipakai 7,2 juta (orang). Sudah ramai sekali. Mau tidak mau ya harus segera dimulai," ungkapnya.

Pembangunan bandara internasional baru itu sendiri akan berlangsung dalam dua tahap. Nantinya, setelah pembangunan tahap pertama selesai dilakukan, bandara tersebut akan mampu menampung pergerakan dari 14 juta orang. Daya tampung tersebut akan meningkat menjadi 20 juta orang apabila pembangunan tahap kedua selesai dilakukan.

baca juga

"Karena memang turis yang datang ke Yogyakarta ini semakin hari semakin meningkat karena kebudayaan selalu dipelihara di Daerah Istimewa Yogyakarta ini," imbuhnya.

Presiden juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Yogyakarta, khususnya Kulon Progo, yang telah memberikan dukungannya terhadap pembangunan bandar udara internasional baru tersebut. Adapun bandara tersebut ditargetkan untuk selesai pada tahun 2019.

"Ini saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Kulon Progo yang memberikan dukungan penuh pada proses pembangunan bandar udara internasional Yogyakarta ini. Tadi janjinya Pak Menteri, kita ingatkan bersama, selesai Maret 2019," ucap Presiden.

Memberikan keterangan usai acara, Kepala Negara berharap agar segala proses yang diperlukan sebelum memulai pembangunan bandara di lahan seluas 587 hektare tersebut dapat segera diselesaikan.

"Tadi sudah kita lihat proses awal dari Babat Alas Nawung Kridho yang kita harapkan dari 587 hektare lahan yang telah tersedia ini segera diproses, amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) segera diselesaikan, konstruksinya juga bisa segera dimulai. Seperti yang disampaikan Menteri Perhubungan, kira-kira pertengahan 2019 bandara ini sudah bisa digunakan," terangnya.

Peresmian pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X, dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Danang S Baskoro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ke Yogyakarta, Presiden Meninjau Kesiapan Lahan Bandara Baru

Ke Yogyakarta, Presiden Meninjau Kesiapan Lahan Bandara Baru

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:37 WIB

Hari Ini Jokowi Groundbreaking Bandara Baru Yogyakarta

Hari Ini Jokowi Groundbreaking Bandara Baru Yogyakarta

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:26 WIB

Melawat ke Yogyakarta, Ini Agenda Kegiatan Jokowi

Melawat ke Yogyakarta, Ini Agenda Kegiatan Jokowi

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 09:17 WIB

PKS Anggap Pertemuan Jokowi dan Antasari Tidak Perlu

PKS Anggap Pertemuan Jokowi dan Antasari Tidak Perlu

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 14:17 WIB

Jokowi: Perkaya Wawasan Anak-Anak Kita dengan Keragaman Bangsa

Jokowi: Perkaya Wawasan Anak-Anak Kita dengan Keragaman Bangsa

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 13:34 WIB

Bagikan KIP, Jokowi Berpesan Tak Boleh untuk Beli Pulsa

Bagikan KIP, Jokowi Berpesan Tak Boleh untuk Beli Pulsa

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 12:06 WIB

Dinilai Janggal, Pemerintah akan Kaji Lagi Kasus Antasari Azhar

Dinilai Janggal, Pemerintah akan Kaji Lagi Kasus Antasari Azhar

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 09:32 WIB

Jokowi Berikan KIP Kepada Ribuan Siswa Yatim Piatu Se-Jabodetabek

Jokowi Berikan KIP Kepada Ribuan Siswa Yatim Piatu Se-Jabodetabek

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 09:20 WIB

Johan Budi Tak Tahu Materi Pembahasan Jokowi dan Antasari

Johan Budi Tak Tahu Materi Pembahasan Jokowi dan Antasari

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 07:51 WIB

Pengacara Antasari Tak Tahu Materi Pertemuan Jokowi dan Kliennya

Pengacara Antasari Tak Tahu Materi Pertemuan Jokowi dan Kliennya

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 07:08 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×