Jokowi Akui Vokasi Penting untuk Ciptakan SDM Tangguh

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 03 Februari 2017 | 07:54 WIB
Jokowi Akui Vokasi Penting untuk Ciptakan SDM Tangguh
Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2017, di Jakarta, Kamis (2/2/2017). [Foto Kris - Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo berharap ke depannya akan muncul inovasi dan pemikiran mengenai konsep pendidikan Indonesia yang akan mengubah mentalitas bangsa agar menjadi lebih kompetitif dan inovatif. Di tengah era persaingan global ini, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing agar Indonesia dapat memenangkan persaingan.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan sambutannya pada Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2017, di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

"Saya berharap dari Konferensi Forum Rektor Indonesia tahun 2017 ini lahir konsep-konsep pendidikan yang mengubah mentalitas bangsa kita menjadi bangsa yang lebih kompetitif dan inovatif dalam memenangkan persaingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia," ujarnya di Jakarta Convention Center.

Tidaklah mudah memang menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang andal tersebut. Maka itu, Presiden mendorong keberanian seluruh pihak, utamanya para pihak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, untuk lebih berani melakukan lompatan dalam dunia pendidikan.

"Dalam dunia seperti ini kunci untuk bertahan hidup dan memenangkan persaingan serta mencapai kemajuan terletak pada kekuatan sumber daya manusia. Karena itu kita harus berani melakukan lompatan-lompatan dalam dunia pendidikan sehingga lahir sumber daya manusia yang memiliki etos kerja, kreativitas, dan inovasi yang tinggi," terangnya.

Masih banyak hal yang harus dibenahi dalam sistem pendidikan Indonesia dewasa ini. Seperti yang sering disampaikan Kepala Negara dalam berbagai kesempatan, pendidikan vokasi salah satunya memainkan peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang terampil. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Sekolah kejuruan sebagai wadah pendidikan dan keterampilan dimaksud masih belum sesuai dengan tujuan pendidikan kejuruan yang dicitakan.

"Tetapi yang saya lihat di SMK, yang pertama peralatan untuk melatih mereka mungkin sudah ketinggalan 20 sampai 30 tahun. Yang kedua mengenai kondisi guru. Di SMK itu mestinya bukan seperti SMA, hampir 70 atau 80 persen itu banyaknya guru normatif. Padahal mestinya di situ 70 sampai 80 persen adalah guru-guru pelatih yang bisa melatih hal-hal yang berkaitan dengan garmen, assembling, otomotif, atau yang bisa menjalankan mesin-mesin," ungkap Presiden.

Selain itu, dunia pendidikan juga diharapkan Presiden untuk dapat beradaptasi dengan perubahan dunia yang sedemikian cepatnya. Termasuk salah satu di antara adaptasi itu ialah kemauan dan keberanian untuk mengubah hal-hal yang berkaitan dengan jurusan maupun materi pengajaran.

"Kalau di SMK saya lihat jurusannya sejak saya kecil sampai sekarang itu-itu saja. Padahal dunia sudah berubah cepat sekali. Universitas misalnya juga harus mulai berani mengubah hal-hal yang berkaitan dengan jurusan. Ini menjadi pemikiran kita bersama, kenapa tidak ada jurusan logistik yang itu sangat dibutuhkan sekarang ini. Juga jurusan retail atau jurusan khusus mengenai toko online misalnya," terangnya.

Hal inilah yang disebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai pekerjaan kita bersama yang harus segera diselesaikan bila Indonesia tidak ingin tertinggal lebih jauh lagi. Indonesia disebutnya butuh visi untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam 50 hingga 100 tahun ke depan.

"Saya kira perguruan tinggi itu tugasnya melihat ke depan akan ada apa dan membisikkan kepada pemerintah terkait dengan tantangan yang ada. Inilah yang saya sampaikan tadi, menyiapkan sumber daya manusia ke depan, visi 50-100 tahun ke depan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2017 | 07:46 WIB

Daftar Nama Calon Anggota KPU dan Bawaslu Diserahkan ke Jokowi

Daftar Nama Calon Anggota KPU dan Bawaslu Diserahkan ke Jokowi

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 14:04 WIB

Darmin Sebut Banyak Pekerjaan Saat Ini Tidak Relevan dengan Zaman

Darmin Sebut Banyak Pekerjaan Saat Ini Tidak Relevan dengan Zaman

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 12:38 WIB

Ini Respon Istana soal Ultimatum Demokrat

Ini Respon Istana soal Ultimatum Demokrat

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 11:43 WIB

Jokowi Larang Kebijakan Money Follow Function

Jokowi Larang Kebijakan Money Follow Function

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 15:00 WIB

Jokowi Tak Mau Pasar Tradisional Kalah dengan Mal

Jokowi Tak Mau Pasar Tradisional Kalah dengan Mal

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 13:31 WIB

Jokowi Resmikan Pasar Rakyat Sambi di Boyolali

Jokowi Resmikan Pasar Rakyat Sambi di Boyolali

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 13:07 WIB

Agar Proyek 35 Ribu MW Tuntas, Jokowi Harus Terpilih Lagi di 2019

Agar Proyek 35 Ribu MW Tuntas, Jokowi Harus Terpilih Lagi di 2019

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 11:53 WIB

Jokowi Diminta Rasional Soal Program 35 Ribu MW

Jokowi Diminta Rasional Soal Program 35 Ribu MW

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 10:47 WIB

Jokowi Luncurkan Fasilitas Kemudahan Ekspor Impor IKM di Boyolali

Jokowi Luncurkan Fasilitas Kemudahan Ekspor Impor IKM di Boyolali

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 10:36 WIB

Terkini

Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri

Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:25 WIB

Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah

Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:13 WIB

Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan

Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:05 WIB

Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV

Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:27 WIB

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:03 WIB

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:28 WIB

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:55 WIB

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:31 WIB

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:09 WIB

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:00 WIB