IPW Prediksi Program Sejuta Rumah Tak Berlanjut di Tahun Ketiga

Adhitya Himawan

Selasa, 07 Februari 2017 | 17:27 WIB
IPW Prediksi Program Sejuta Rumah Tak Berlanjut di Tahun Ketiga
Komplek perumahan subsidi di Citayam, Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Syaiful Rachman]

Pertumbuhan pasar properti di periode 2009-2012 membuat kenaikan harga tanah yang luar biasa. Bahkan tanah-tanah yang tadinya dapat dikembangkan untuk pengembangan rumah sederhana pun turut naik.

"Tanah murah semakin terbatas untuk dibangun rumah sederhana," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (Ali Tranghanda, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/2/2017).

Ali menegaskan bahwa kondisi ini sudah diingatkan IPW sejak tahun 2009 yang mengusulkan harus segera dibentuknya bank tanah sebagai instrumen yang dapat mengendalikan harga tanah. Tanpa ada instrumen pengendali harga tanah, maka tanah-tanah untuk rumah sederhana semakin terbatas dan pengembangan rumah sederhana makin terpinggirkan.

Menanggapi hal tersebut, di bulan November 2016, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berencana merampungkan rancangan Peraturan Pemerintah tentang Bank Tanah sampai awal Januari 2017. Namun sampai saat ini diperkirakan masih dalam kajian yang mendalam dari pihak kementerian. Indonesia Property Watch terus mendorong agar bank tanah ini dapat segera direalisasikan.

“Kami menagih janji Kementerian ATR/BPN dalam artian positif, untuk segera menyelesaikan aturan mengenai bank tanah. Kita sudah agak terlambat, karena periode siklus pasar yang dulu telah membuat harga naik luar biasa dan tidak ada yang bisa mengendalikan harga tanah. Karenanya kita harus secepatnya (membentuk bank tanah – red) sebelum siklus pasar properti kembali naik lagi. Bila pasar sudah bertumbuh akan semakin sulit untuk membentuk bank tanah,” jelas Ali.

Berdasarkan analisis yang dilakukan IPW pada tahun 2015, program sejuta rumah termasuk pengembangan rumah sederhana tidak akan berjalan sustain setelah tahun ketiga. Bukan tanpa alasan, mencermati land bank yang ada saat ini yang dimiliki pengembang kecil, ketersediaan lahan hanya cukup dalam periode 3 tahun lagi. Setelah itu pastinya mereka akan kesulitan untuk memeroleh tanah murah yang sesuai untuk dibangun rumah sederhana.

Untuk menjaga sustainabilitas pengembangan rumah sederhana, maka konsep bank tanah harus segera dibentuk aturannya untuk menjaga kestabilan harga tanah untuk segmen menengah bawah. "Bagaimana dengan segmen menengah atas? Untuk segmen menengah atas, Ali tidak ambil pusing karena harga yang dibentuk mengikuti mekanisme pasar yang akan naik dan bertumbuh sesuai dengan hukum ekonomi, namun bila segmen menengah bawah ikut terbawa dalam mekanisme pasar maka harga akan terus terkatrol naik sedangkan daya beli masyarakat tidak dapat mengikuti cepatnya kenaikan harga tanah," ujar Ali.

Konsep bank tanah ini pun tidak dapat berjalan sendiri, karenanya IPW pun mendesak pemerintah untuk segera membentuk badan yang nantinya akan melakukan koordinasi dengan pemda-pemda setempat untuk menkonsolidasikan bank tanah. Saat ini sebenarnya Perumnas telah ditunjuk sebagai badan yang salah satunya akan mengelola bank tanah. "Perlu kinerja ekstra agar badan ini dapat berjalan dengan efektif," tutup Ali

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Potensi Rumah Subsidi di Jawa Timur Masih Sangat Tinggi

Potensi Rumah Subsidi di Jawa Timur Masih Sangat Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 06:31 WIB

Pekerja Non Formal di NTB Bisa Kredit Rumah Subsidi

Pekerja Non Formal di NTB Bisa Kredit Rumah Subsidi

Bisnis | Minggu, 29 Januari 2017 | 12:58 WIB

Pemasaran Rumah ke Pekerja Informal di Sumsel Sulit

Pemasaran Rumah ke Pekerja Informal di Sumsel Sulit

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2017 | 07:08 WIB

REI Targetkan Bangun 10.000 Rumah Subsidi di Riau

REI Targetkan Bangun 10.000 Rumah Subsidi di Riau

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 14:47 WIB

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Rusunawa Ponpes Ulum Maros

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Rusunawa Ponpes Ulum Maros

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 13:18 WIB

Pemerintah Siapkan Rp23,2 Triliun untuk Perumahan Subsidi di 2017

Pemerintah Siapkan Rp23,2 Triliun untuk Perumahan Subsidi di 2017

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 20:39 WIB

IPW: Pasar Perumahan Mulai Bergerak On The Track

IPW: Pasar Perumahan Mulai Bergerak On The Track

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 15:27 WIB

Presiden Jokowi Beri Bantuan Bedah Rumah di Bengkulu

Presiden Jokowi Beri Bantuan Bedah Rumah di Bengkulu

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 08:47 WIB

2017, REI Targetkan Bangun 10.000 Unit Rumah di Sumatera Selatan

2017, REI Targetkan Bangun 10.000 Unit Rumah di Sumatera Selatan

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 07:46 WIB

Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah Ditargetkan 550 Ribu Unit di 2017

Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah Ditargetkan 550 Ribu Unit di 2017

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 12:38 WIB

Terkini

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

×