Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

PT DI Minta Kemampuannya dalam Produksi Pesawat Tak Diragukan

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 13 Maret 2017 | 15:17 WIB
PT DI Minta Kemampuannya dalam Produksi Pesawat Tak Diragukan
Sejumlah teknisi menyelesaikan proses produksi pesawat CN235 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/2).

Direktur  Kajian Kebijakan Industri dan Teknologi alias Indonesia Development Monitoring (IDM) PT Dirgantara Indonesia (DI) Chaerudin Affan, menyesalkan adanya pihak yang diduga sengaja ingin memperburuk reputasi PT DI. Akhir-akhir ini kemampuan PT DI terkait masalah pesanan dan produksi pesawat terbang diragukan banyak pihak.

Affan menjelaskan bahwa  dalam beberapa bulan ini diduga ada pihak yang sengaja melakukan kampanye hitam terhadap  kinerja PT DI dalam masalah pesanan dan  produksi pesawat terbang. Menurutnya, aksi ini diduga dilakukan oleh pihak barisan karyawan PT DI yang  sakit hati karena tersingkirkan, akibat tidak bisa lagi melakukan pratek korupsi ,kolusi dan nepotisme (KKN) di PT DI saat ini.

 Dia mengaku, jangan sampai karena ulah seorang pekerja PTDI yang dahulu diduga menjadi otak utama yang melakukan PHK massal,  hingga PT DI dipailitkan,  kembali lagi terjadi pada saat ini.

Dia menyebutkan ,bahwa Direksi PT DI yang ada saat ini  telah  melakukan  berbagai langkah pembenahan terutama di sektor finansial, operasional, Sumber Daya Manusia ( SDM) dan teknologi informasi guna menjadikan PT DI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sustainable.

Menurutnya, Direksi PT DI saat ini berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya sehingga bisa sejajar kembali dengan perusahaan -perusahaan yang sejenis dengan di berbagai belahan dunia. "Saya menduga ada kelompok barisan sakit hati yang sengaja meyebarkan data- data yang direkayasa tentang berbagai masalah yang menyudutkan manajemen PT DI ke DPR. Artinya DPR telah ditipu oleh kelompok tersebut," kata Affan di Jakarta,Senin (13/3/2017). 

Dia mengungkapkan, kinerja PT DI saat ini sudah mengalami perubahan yang lebih baik daripada sebelumnya, " Salah satu adalah penerapan delivery yang tepat waktu baik , untuk pesawat dan helikopter untuk customer dalam dan luar negeri dengan fasilitas yang jauh dari lengkap dibandingkan saat para karyawan  barisan sakit hati PTDI yang duduk di posisi posisi strategis saat itu," ujarnya.

Bahkan, contohnnya adalah penyerahan helikopter Bell412EP pesanan TNI AD dan POLRI/Polud yang tepat waktu, penyerahan CN295 TNI AU yang bahkan mendahului jadwal dalam Kontrak, penyerahan CN235-220 MPA TNI AL yang tepat waktu, dan penyerahan CN235-220 ke Afrika yang tepat waktu.

Affan membantah kabar adanya kerugian negara akibat denda keterlambatan sebesar Rp3,3 Milyar sebagai temuan BPK tahun 2015 yang diduga sebelumnya tidak dikonfirmasi terlebih dahulu kepada PT DI. " Oleh sebab itu dapat kami katakan hal tersebut adalah tidak benar adanya karena tidak ada temuan terkait hal tersebut pada tahun 2015," imbuhnya.

Tetapi  bila mengacu kepada keterlambatan penyerahan helikopter Bell412 TNI AL, memang terdapat denda sebesar Rp3,3 miliar atas kontrak tahun 2006 yang sudah langsung dibayarkan setelah helikopter diserahkan pada tahun 2008," jelasnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat agar tetap memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap PT DI yang selama ini telah menjadikan satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perkuat Industri Logam, Pemerintah Beri Insentif Pada Pengusaha

Perkuat Industri Logam, Pemerintah Beri Insentif Pada Pengusaha

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 13:09 WIB

DPR Kritik PT Dirgantara Indonesia Belum Bisa Produksi Pesawat

DPR Kritik PT Dirgantara Indonesia Belum Bisa Produksi Pesawat

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 09:14 WIB

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 08:41 WIB

Blusukan Ke Daerah, Mensos Khofifah Pilih Kursi Ekonomi

Blusukan Ke Daerah, Mensos Khofifah Pilih Kursi Ekonomi

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 12:29 WIB

Senegal Kepincut Impor Kereta Api Produksi PT Inka

Senegal Kepincut Impor Kereta Api Produksi PT Inka

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 18:21 WIB

Peruri Tambah Kepemilikan Saham di SPS Sebesar 48 Persen

Peruri Tambah Kepemilikan Saham di SPS Sebesar 48 Persen

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 15:55 WIB

PT Dirgantara Indonesia Luncurkan Pesawat CN-245 di 2018

PT Dirgantara Indonesia Luncurkan Pesawat CN-245 di 2018

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2017 | 07:18 WIB

Kemenperin-Industri Logam Bersinergi Kuatkan Struktur di 2017

Kemenperin-Industri Logam Bersinergi Kuatkan Struktur di 2017

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 19:57 WIB

Hanson International Galang Dana Lewat Obligasi

Hanson International Galang Dana Lewat Obligasi

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 12:32 WIB

Menhub Usulkan Pilot Minimal Harus S1

Menhub Usulkan Pilot Minimal Harus S1

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 13:38 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB