Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Perkuat Industri Logam, Pemerintah Beri Insentif Pada Pengusaha

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 08 Maret 2017 | 13:09 WIB
Perkuat Industri Logam, Pemerintah Beri Insentif Pada Pengusaha
Lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2). [Antara]

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama pengusaha industri logam sepakat menyatukan visi dan misi pada 2017 untuk meningkatkan penguatan struktur industrinya di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Langkah ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perindustrian," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).

Hal tersebut, kata Putu, supaya industri nasional, terutama sektor logam terus dipacu kinerjanya, mengingat industri turunan sektor logam sangat banyak.

Putu menyebutkan industri logam terdiri dari pengolahan besi dan baja, non besi, dan baja seperti aluminium, tembaga, stainless steel, dan timah, serta logam tanah jarang.

"Penguatan struktur industri nasional diarahkan melalui hilirisasi karena berdampak positif pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri," katanya.

Selain itu, penguatan disektor logam ini dilakukan lantaran, sektor logam ini lah yang palih tahan dengan krisis ekonomi. Putu mengatakan banyak pengusaha besi atau logam yang tetap bisa melakukan ibadah haji ditengah perlambatan ekonomi ini.

"Karena logam itu bisa di daur ulang. Jadi bisa sangat menghasilkan dan menguntungkan," tegasnya.

Putu memandang industri besi dan baja sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Sebab industri ini merupakan penopang dari industri lainnya.

baca juga

"Seperti kita ketahui, bahwa industri besi dan baja adalah mother of industry dari industri-industri lain, jadi kita harus terus jaga supaya iklim investasi industri ini di Indonesia tetap kondusif. Jangan sampai Indonesia jadi ajang spekulan untuk besi dan baja," katanya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan upaya tersebut merupakan komitmen dari Kemenperin dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta UU No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

"Salah satu program lanjutan dari hilirisasi mineral adalah pengembangan industri terintegrasi dari hulu sampai hilir seperti yang diterapkan di Kawasan Industri Morowali dan Konawe yang berbasis smelter," paparnya.

Menurutnya, Kemenperin terus memberikan dukungan antara lain dalam pemberian insentif fiskal seperti tax allowance.Selain itu, pelaksanaan pada pelatihan dan pendidikan vokasi industri untuk alih teknologi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Di samping itu, Putu menyatakan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait lainnya juga tengah berupaya untuk mengendalikan impor besi dan baja. Sebab adanya impor di sektor hilir industri besi dan baja membuat spekulan tumbuh subur.

"Produk besi dan baja sangat dimungkinkan untuk ditimbun. Hal itulah yang menjadi peluang bagi spekulan untuk melancarkan aksinya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Kritik PT Dirgantara Indonesia Belum Bisa Produksi Pesawat

DPR Kritik PT Dirgantara Indonesia Belum Bisa Produksi Pesawat

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 09:14 WIB

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 08:41 WIB

Senegal Kepincut Impor Kereta Api Produksi PT Inka

Senegal Kepincut Impor Kereta Api Produksi PT Inka

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 18:21 WIB

Peruri Tambah Kepemilikan Saham di SPS Sebesar 48 Persen

Peruri Tambah Kepemilikan Saham di SPS Sebesar 48 Persen

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 15:55 WIB

Daya Saing Industri Sawit Dari Hulu Hingga Hilir akan Diperkuat

Daya Saing Industri Sawit Dari Hulu Hingga Hilir akan Diperkuat

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 13:16 WIB

Industri Sawit Serap Tenaga Kerja 5,7 Juta Orang di 2016

Industri Sawit Serap Tenaga Kerja 5,7 Juta Orang di 2016

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 13:10 WIB

PT Dirgantara Indonesia Luncurkan Pesawat CN-245 di 2018

PT Dirgantara Indonesia Luncurkan Pesawat CN-245 di 2018

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2017 | 07:18 WIB

RUU Pertembakauan Lebih Banyak Atur Industri dan Petani Tembakau

RUU Pertembakauan Lebih Banyak Atur Industri dan Petani Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 12:09 WIB

Kemenperin Dorong Daya Saing IKM di Maluku Utara

Kemenperin Dorong Daya Saing IKM di Maluku Utara

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:16 WIB

Kemenperin-Industri Logam Bersinergi Kuatkan Struktur di 2017

Kemenperin-Industri Logam Bersinergi Kuatkan Struktur di 2017

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 19:57 WIB

Terkini

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB