PPNI Desak Pemerintah Hapus Diskriminasi Sistem Kerja TKS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 16 Maret 2017 | 10:55 WIB
PPNI Desak Pemerintah Hapus Diskriminasi Sistem Kerja TKS
Belasan suster Rumah Sakit OMNI International, Pulomas, Jakarta Timur, menunggu kedatangan calon gubernur Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Bowo Raharjo]

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) hari ini, melakukan aksi demontrasi di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2017). Demo tersebut menuntut agar perawat honorer dan tenaga kerja sukarela (TKS) diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tuntutannya adalah agar ada perubahan Regulasi yaitu UU ASN agar dapat menerima PNS dari perawat yang honor atau TKS tanpa syarat dan menghargai lama masa kerja yang telah di lakoni di instansi Pemerintah,” kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah‎ dalam keterangan tertulisanya, Kamis (16/3/2017).

Selain itu, PPNI juga meminta Komitmen DPR melakukan pengawasan kepada Pemerintah untuk menghapus sistem kerja TKS di Institusi pemerintah.

Pemerintah juga harus mengawasi sektor swasta yang mempekerjakan perawat agar memberikan penghargaan yang layak, menghilangkan diskriminasi kebijakan dan kesenjangan pada tenaga kesehatan.

“Perawat sering di tuntut professional dan praktik secara aman dalam melayani masyarakat, namun banyak perawat belum dapat mengembangkan diri lebih professional karena rendahnya penghagaan/penghasilan dan kesempatan mengembangkan diri bahkan perawat sendiri belum dapat menjaga rasa aman bagi dirinya sendiri,” katanya.

PPNI berharap aspirasi dan tuntutan dapat ditindak lanjuti oleh DPR RI bersama pemerintah agar masyarakat dapat menerima pelayanan kesehatan yang professional, aman dan manusiawi oleh perawat yang professional dan bermartabat.

“Hal ini juga berkontribusi mengurangi keresahan dikalangan profesi perawat Indonesia yang diharapkan mengisi pembangunan kesehatan,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Tertua di Dunia Ini Ungkap Rahasia Umur Panjangnya

Perempuan Tertua di Dunia Ini Ungkap Rahasia Umur Panjangnya

Lifestyle | Kamis, 23 Februari 2017 | 19:39 WIB

41.237 Ribu Bidan PTT Berharap RUU Kebidanan Segera Diundangkan

41.237 Ribu Bidan PTT Berharap RUU Kebidanan Segera Diundangkan

News | Sabtu, 03 Desember 2016 | 01:16 WIB

Kemenkes Diminta Terbitkan Regulasi Penggunaan Alat USG

Kemenkes Diminta Terbitkan Regulasi Penggunaan Alat USG

Health | Selasa, 09 Agustus 2016 | 12:40 WIB

Setahun Meninggal, Kuburan Bidan Anita Dibongkar untuk Autopsi

Setahun Meninggal, Kuburan Bidan Anita Dibongkar untuk Autopsi

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 14:01 WIB

Ekspansi Perawat Filipina Bisa Jadi Ancaman Perawat Lokal

Ekspansi Perawat Filipina Bisa Jadi Ancaman Perawat Lokal

Bisnis | Rabu, 25 Mei 2016 | 19:07 WIB

Bidan PTT Desak Jadi PNS

Bidan PTT Desak Jadi PNS

Foto | Rabu, 04 Mei 2016 | 14:43 WIB

Ingin Bidan Jadi PNS, Megawati: Tolong Bilang Presiden

Ingin Bidan Jadi PNS, Megawati: Tolong Bilang Presiden

News | Senin, 02 Mei 2016 | 14:02 WIB

Mencari Solusi Rekrutmen PNS Bidan

Mencari Solusi Rekrutmen PNS Bidan

Foto | Senin, 02 Mei 2016 | 13:54 WIB

Megawati akan Bicara Soal Solusi Rekrutmen PNS Bidan

Megawati akan Bicara Soal Solusi Rekrutmen PNS Bidan

News | Senin, 02 Mei 2016 | 10:19 WIB

Legislator NasDem Kritik Batalnya Pengangkatan Pegawai Honorer

Legislator NasDem Kritik Batalnya Pengangkatan Pegawai Honorer

News | Rabu, 06 Januari 2016 | 21:37 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×