Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Dicky Prastya

Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
Ilustrasi minyak kelapa (Freepik/chadlervid85)
  • Indonesia menjadi eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia pada tahun 2025 dengan pangsa pasar global sebesar 22 persen.
  • Nilai ekspor minyak kelapa Indonesia meningkat 43 persen selama tahun 2025 meskipun volume pengiriman mengalami penurunan sekitar 18 persen.
  • Pemerintah menargetkan peremajaan kebun kelapa dan hilirisasi industri untuk menjaga pasokan bahan baku serta meningkatkan daya saing ekspor nasional.

Suara.com - Riset dari Indonesia Eximbank (IEB) Institute atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengungkapkan kalau Indonesia masih menjadi eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia.

Kajian dari lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan itu menunjukkan kalau Indonesia jadi eksportir minyak kelapa terbesar baik untuk minyak kelapa mentah (HS 1513.11) maupun minyak kelapa dimumkan (HS 1513.19) dengan pangsa pasar global masing-masing sekitar 22 persen di 2025.

Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani mengungkapkan, nilai ekspor minyak kelapa Indonesia tetap tumbuh meski volume pengiriman menurun. 

Selama Januari hingga Desember 2025, volume ekspor minyak kelapa RI tercatat turun sekitar 18 persen. Namun secara kumulatif nilai ekspor justru meningkat lebih dari 43 persen. 

“Peningkatan nilai ekspor ini terutama dipicu oleh lonjakan harga akibat terbatasnya pasokan bahan baku, dan pasokan domestik, yang turut dipengaruhi oleh El Niño sehingga sebagian pabrik mengurangi kapasitas produksi sementara, sehingga tekanan harga minyak kelapa di pasar ekspor semakin meningkat," katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (1/6/2026).

Rini menjelaskan, pada tahun 2025 Indonesia berada di peringkat kedua eksportir minyak kelapa dunia dengan pangsa pasar 22 persen. RI di bawah Filipina sebagai eksportir utama minyak kelapa dengan porsi mencapai 49 persen, meninggalkan negara Belanda di peringkat ketiga (10 persen). 

Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani. [Dok. LPEI]
Kepala Indonesia Eximbank Institute, Rini Satriani. [Dok. LPEI]

Di tengah kompetisi tersebut, daya saing ekspor untuk produk minyak kelapa dimurnikan dapat dinilai resilien. 

Selain itu, Indonesia memiliki keunggulan berupa diversifikasi pasar ekspor yang tinggi dengan lebih dari 90 negara tujuan untuk minyak kelapa. Hal ini membuat ekspor Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu atau dua pasar utama, sekaligus meningkatkan daya tawar terhadap negara tujuan. 

Pasar utama Indonesia sendiri mencakup Belanda, China, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat, dengan peluang penetrasi lebih lanjut ke Eropa dan kawasan non-tradisional.

Rini memaparkan, permintaan global terhadap minyak kelapa murni terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat dan penggunaan produk alami di sektor pangan, kosmetik, serta kesehatan. 

“Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk melakukan penetrasi ekspor ke pasar yang menaruh perhatian pada produk berbasis keberlanjutan, seperti Uni eropa,” katanya.

Melanjutkan hal tersebut, IEB Institute memproyeksikan nilai ekspor minyak kelapa akan tumbuh moderat sekitar 9 persen di 2026, dipengaruhi pemulihan produksi dari kompetitor seperti Filipina, dan penyesuaian harga kelapa berangsur ke level normalnya. 

Melihat keadaan ini, Rini menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan strategi yang tepat untuk memperkuat posisinya di pasar global. 

Meski prospek ekspor relatif terjaga, tantangan utama sektor minyak kelapa Indonesia berada di sisi ketahanan pasokan bahan baku. Produksi kelapa nasional menghadapi tekanan dari penuaan pohon, produktivitas pekebun kecil yang masih rendah, dampak cuaca ekstrem, serta meningkatnya ekspor kelapa bulat ke luar negeri.

“Peremajaan kebun kelapa dan penguatan hilirisasi menjadi strategi kunci untuk menjaga keberlanjutan industri minyak kelapa nasional. Pemerintah telah memulai langkah peremajaan kebun dengan realisasi sekitar 44,9 ribu hektar pada 2024, serta menargetkan perluasan program replanting hingga ratusan ribu hektar pada periode 2026–2027. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kelapa dan menjamin pasokan bahan baku bagi industri pengolahan dalam negeri,” kata Rini.

Di sisi hilirisasi, penguatan industri pengolahan minyak kelapa bernilai tambah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing, memperluas pemanfaatan bahan baku domestik, serta mendorong ekspor produk kelapa yang bernilai lebih tinggi. 

Dengan dukungan kebijakan, termasuk peremajaan kebun dan penguatan kapasitas hilirisasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjaga posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar minyak kelapa dunia. 

“Peremajaan kebun kelapa dan hilirisasi menjadi strategi untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku minyak kelapa di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran minyak kelapa sebagai komoditas potensial yang berkelanjutan dan mampu mendorong kinerja ekspor nasional ke depan,” tutup Rini.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:41 WIB

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:36 WIB

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:10 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:35 WIB

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:26 WIB

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:05 WIB