Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Achmad Fauzi

Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
Masyarakat butuh sistem keslistrikan yang andal. [ANTARA]
  • Direktur IRESS Marwan Batubara menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan pasca gangguan listrik besar di wilayah Sumatra.
  • Kompensasi bagi pelanggan dinilai tidak memadai untuk mengganti kerugian ekonomi dan sosial akibat pemadaman listrik yang meluas.
  • Masyarakat lebih membutuhkan kepastian sistem kelistrikan yang andal agar pemadaman besar tidak kembali terulang di masa mendatang.

Suara.com - Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, memandang kompensasi yang diberikan kepada pelanggan setelah terjadinya pemadaman listrik atau blackout dinilai bukan menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Saat ini, yang lebih penting adalah memastikan sistem listrik berjalan andal sehingga gangguan serupa tidak kembali terulang.

Marwan menyikapi blackout berskala besar yang sempat mengganggu pasokan listrik di sejumlah wilayah Sumatra. Menurutnya, dampak gangguan listrik tidak hanya dirasakan oleh pelanggan rumah tangga, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kegiatan masyarakat secara luas.

Marwan menilai evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan menjadi langkah yang jauh lebih penting dibanding hanya berfokus pada pemberian kompensasi pascagangguan.

ilustrasi Sumatera blackout (Google Gemini)
ilustrasi Sumatera blackout (Google Gemini)

"Yang paling dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah kepastian bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena kalau blackout terus berulang, kerugian masyarakat akan jauh lebih besar dibanding kompensasi yang diterima," ujarnya di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Marwan menjelaskan, regulasi yang berlaku saat ini memang mengatur mekanisme kompensasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan listrik.

Bentuk kompensasi tersebut berupa pengurangan tagihan listrik untuk pelanggan pascabayar maupun tambahan token bagi pelanggan prabayar sesuai tingkat mutu pelayanan PLN.

Besaran kompensasi yang diberikan berkisar antara 20 persen hingga 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum dan diperhitungkan pada tagihan maupun pembelian token berikutnya.

Namun demikian, menurut Marwan, kompensasi tersebut pada dasarnya hanya berfungsi sebagai bentuk bantuan jangka pendek dan tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian ekonomi maupun sosial yang timbul akibat blackout.

Penerapan kompensasi sendiri, kata dia, harus mengikuti aturan yang berlaku serta hasil evaluasi atas penyebab gangguan yang terjadi.

"Namun yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah memastikan blackout besar tidak kembali terulang," katanya.

Marwan menegaskan bahwa blackout berskala besar pada dasarnya tidak menguntungkan pihak mana pun. Selain menimbulkan kerugian bagi masyarakat, gangguan tersebut juga berdampak terhadap operasional sistem kelistrikan.

Karena itu, ia mengingatkan agar kompensasi tidak dijadikan solusi utama tanpa disertai langkah perbaikan yang lebih mendasar.

"Jangan sampai kompensasi hanya menjadi solusi sesaat sementara blackout besar masih berpotensi kembali terjadi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sistem kelistrikan yang semakin andal," lanjut Marwan.

Menurutnya, evaluasi pascablackout seharusnya difokuskan pada penguatan jaringan transmisi, peningkatan sistem proteksi, serta mitigasi risiko untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Langkah tersebut dinilai penting agar jaringan listrik lebih adaptif dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk cuaca ekstrem yang belakangan semakin sering terjadi.

Selain itu, Marwan juga meminta investigasi penyebab blackout dilakukan secara terbuka dan transparan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui faktor pemicu gangguan sekaligus langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Pada akhirnya masyarakat tentu berharap dapat menikmati layanan listrik yang andal, stabil, dan tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem maupun berbagai gangguan lainnya," pungkas Marwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik

Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:16 WIB

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:36 WIB

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:10 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:35 WIB

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:26 WIB

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:05 WIB

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:03 WIB

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:02 WIB