Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Forextime Beberkan Sebab Melemahnya Pound Sterling

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 04 Juli 2017 | 11:09 WIB
Forextime Beberkan Sebab Melemahnya Pound Sterling
Mata uang Poundsterling. [Shutterstock]

Harga konsumen di Indonesia meningkat di bulan Juni mendekati 0,69 persen karena peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri. Tingkat inflasi tahunan Indonesia saat ini adalah 4,37 persen.

"Ini mendekati batas atas dari target tahunan Bank Indonesia yaitu di kisaran 3 persen hingga 5 persen sehingga dapat terjadi peningkatan spekulasi tentang kenaikan suku bunga BI," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime, dalam keterangan resmi, Selasa (4/7/2017).

Sentimen terhadap perekonomian Indonesia semakin bullish karena adanya pertanda stabilitas ekonomi, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan tampaknya akan tetap kuat. Pasar memprediksi Fed akan meningkatkan suku bunga AS lagi di tengah tahun kedua 2017, sehingga Bank Indonesia mungkin memutuskan untuk meningkatkan suku bunga pada akhir tahun guna membantu pertumbuhan sembari melindungi Rupiah dari kenaikan kurs Dolar AS.

Pound melemah karena aktivitas manufaktur Inggris melambat

Lukman mengakui bahwa sangat menarik menyaksikan Pound Sterling tetap tangguh di tengah terjangan risiko politik dan masalah ekonomi setahun terakhir. Rebound luar biasa pekan lalu yang dipicu oleh pernyataan hawkish Gubernur BoE Mark Carney adalah buktinya. GBPUSD menutup Q2 di atas 1.3000.

"Pound mungkin terdukung di jangka pendek saat spekulasi semakin besar bahwa suku bunga Inggris berpotensi ditingkatkan, namun kenaikan ini sepertinya tetap terbatas karena investor menyadari realita situasi Brexit," ujarnya.

Menurut aspek fundamental makro, Sterling berpotensi melemah pada sesi perdagangan hari Senin karena data sektor manufaktur lebih buruk dari ekspektasi dan memaksa investor untuk meninjau kembali kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun 2017. Data aktivitas sektor manufaktur Inggris turun menjadi 54.3 di bulan Juni, laju pertumbuhan terlambat dalam tiga bulan terakhir. Laporan yang mengecewakan ini semakin memperburuk sentimen dan semakin merefleksikan dampak Brexit bersama rilis ekonomi lainnya yang juga kurang menggembirakan.

Adapaun Dolar AS sedikit menguat pada sesi perdagangan hari Senin (3/7/2017), namun ini lebih diakibatkan oleh aksi ambil untung, bukan peningkatan optimisme. Berbagai komentar yang semakin hawkish dari sejumlah bank sentral di luar AS menekan daya tarik USD dan pasar mempertanyakan kemampuan Presiden Trump untuk merealisasikan kebijakan pro pertumbuhan yang ia ajukan.

Karena itu, Indeks Dolar berpotensi semakin melemah. Perhatian akan tertuju pada notulen rapat FOMC di hari Rabu (5/7/2017) yang akan digunakan pasar untuk mencari isyarat jadwal kenaikan suku bunga tahun ini. Apabila notulen ini memberi nada yang berbeda dari rapat FOMC bulan Juni, maka USD dapat mengalami volatilitas. Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar tetap tertekan di grafik harian dan bears membidik level resistance dinamis 96.50 untuk kembali menyerang.

Sorotan komoditas - Emas

Emas melemah di hari Senin (3/7/2017) mendekati level terendah tujuh pekan di harga $1235 karena USD semakin stabil. Tekanan negatif ini ditambah prospek kebijakan moneter global yang semakin ketat membangkitkan para penjual. Walaupun situasi Brexit dan risiko politik AS dapat mendukung harga emas di jangka panjang, namun bears tetap memegang kendali di jangka pendek.

"Dari sudut pandang teknikal, apabila harga merosot di bawah 1240 Dolar AS akan mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1220 Dolar AS," tutur Lukman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanda 360 Plus, Produk Tabungan Terbaru dari Bank OCBC NISP

Tanda 360 Plus, Produk Tabungan Terbaru dari Bank OCBC NISP

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 11:48 WIB

Forextime: Brexit Tak Pasti, Poundsterling Berpotensi Melemah

Forextime: Brexit Tak Pasti, Poundsterling Berpotensi Melemah

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 12:29 WIB

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 20:20 WIB

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 12:59 WIB

Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:43 WIB

Forextime Optimis Rupiah Tetap Tangguh Jelang Rilis Notulen Fed

Forextime Optimis Rupiah Tetap Tangguh Jelang Rilis Notulen Fed

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 10:24 WIB

Nuansa Waspada Warnai Pasar Global Pasca Pidato Pelantikan Trump

Nuansa Waspada Warnai Pasar Global Pasca Pidato Pelantikan Trump

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:46 WIB

Forextime: Rupiah Menguat Menjelang Tahun Baru

Forextime: Rupiah Menguat Menjelang Tahun Baru

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 12:24 WIB

Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC

Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 12:28 WIB

Forextime: Data Inflasi Indonesia  Menarik Perhatian Pasar

Forextime: Data Inflasi Indonesia Menarik Perhatian Pasar

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:00 WIB

Terkini

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB