Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2017 | 12:59 WIB
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS
Mata uang Rupiah baru. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Rupiah menguat terhadap Dolar pada perdagangan hari Selasa (21/3/2017) menuju level 13280 karena dampak rapat The Fed yang tidak terlalu hawkish membuat mata uang AS ini melemah. Dengan semakin menurunnya ekspektasi bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga empat kali tahun ini, pasar berkembang sedikit diuntungkan dan IHSG berpotensi menguat.

"Membaiknya sentimen terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan dapat mendorong para investor bullish Rupiah untuk mengeksploitasi periode lemahnya USD untuk mengantarkan USDIDR ke bawah level support psikologis 13270," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Poundsterling (GBP) menguat di hari Selasa karena data inflasi Februari yang mengalami akselerasi 2,3 persen mendorong spekulasi bahwa Bank of England akan meningkatkan suku bunga Inggris Raya di jangka menengah atau panjang. Lemahnya GBP karena Brexit secara efektif telah mengangkat inflasi ke atas target emas Bank of England untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan IHK inti bahkan mencapai 2 persen.

Walaupun reaksi awal pasar terhadap inflasi yang menggembirakan ini bullish, peningkatannya mungkin terbatas karena investor mengevaluasi kembali dampaknya terhadap ekonomi Inggris. Level inflasi 2,3 persen saat ini melampaui rata-rata upah yang saat ini berada di level 2,2 persen sehingga belanja konsumen dapat terkena dampak negatif. Ini dapat memunculkan kekhawatiran tentang keberlangsungan pertumbuhan ekonomi Inggris yang berbasis konsumen.

"Walaupun ekspektasi mungkin meningkat tentang kenaikan suku bunga Inggris oleh BoE karena menguatnya inflasi, ketidakpastian seputar Brexit dan kekhawatiran tentang kesehatan perekonomian mungkin mendorong BoE untuk tidak mengambil langkah perubahan," ujar Lukman.

Meski GBP berulang kali menguat, mayoritas peningkatan ini disebabkan oleh Dolar yang melemah. Kombinasi bullish antara vulnerabilitas USD dan sedikit optimisme bahwa para hawkish di BoE akan kembali mendominasi membuat investor bullish untuk mengadakan aksi beli. Pantulan teknikal ini dapat terhenti tiba-tiba saat fokus kembali tertuju ke perkembangan Brexit. Ujian penting pertama bagi Brexit adalah saat Pasal 50 diaktifkan pada 29 Maret. Trader teknikal dapat mengamati bagaimana reaksi GBPUSD di bawah 1.2500 dan apabila pasangan ini melemah maka para investor bearish mungkin akan segera beraksi.

EURUSD mencapai di atas 1.0800

EUR menguat pada perdagangan hari Selasa dengan EURUSD mencapai di atas 1.0800 karena masalah politik di Eropa mulai mereda setelah kandidat independen Emmanuel Macron menunjukkan performa sangat mengesankan pada debat calon presiden pertama Prancis. EUR mulai menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran seputar ketidakpastian politik di Prancis dan ECB perlahan mulai mengambil posisi hawkish. Dolar yang melemah memiliki peran dalam bangkitnya EURUSD. Apabila Dolar semakin melemah, maka pasangan mata uang ini dapat semakin meningkat.

Dari sudut pandang teknikal, fokus akan tertuju pada reaksi harga terhadap level resistance 1.0800. Penutupan harian di atas 1.0800 dapat mendorong investor bullish untuk menyerang level relevan berikutnya yaitu 1.08500. Sebaliknya, apabila 1.0800 tetap bertahan maka 1.0700 mungkin menjadi level berikutnya untuk bears.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime Sebut Rupiah Melemah Pasca Pidato Trump

Forextime Sebut Rupiah Melemah Pasca Pidato Trump

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 13:26 WIB

Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:43 WIB

Forextime Optimis Rupiah Tetap Tangguh Jelang Rilis Notulen Fed

Forextime Optimis Rupiah Tetap Tangguh Jelang Rilis Notulen Fed

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 10:24 WIB

Dolar AS Melemah Ketika Petemuan FED Dimulai

Dolar AS Melemah Ketika Petemuan FED Dimulai

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 05:00 WIB

Nuansa Waspada Warnai Pasar Global Pasca Pidato Pelantikan Trump

Nuansa Waspada Warnai Pasar Global Pasca Pidato Pelantikan Trump

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:46 WIB

Pengamat: 2017 Adalah Tahun Terberat Untuk Nilai Tukar Rupiah

Pengamat: 2017 Adalah Tahun Terberat Untuk Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:08 WIB

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:16 WIB

Desember 2016, Rupiah Terapresiasi 0,74 Persen Terhadap Dolar AS

Desember 2016, Rupiah Terapresiasi 0,74 Persen Terhadap Dolar AS

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 14:36 WIB

Forextime: Rupiah Menguat Menjelang Tahun Baru

Forextime: Rupiah Menguat Menjelang Tahun Baru

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 12:24 WIB

Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC

Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 12:28 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB