Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:43 WIB
Forextime Sebut Indeks Harga Saham Gabungan Menguat
Layar elektronik pergerakan saham jelang penutupan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Kinerja pasar Asia bervariasi di hari Kamis (23/2/2017) saat para investor mengevaluasi kembali notulen rapat FOMC yang berimbang. Nada notulen ini secara keseluruhan gagal memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Maret sehingga Rupiah menguat terhadap Dolar AS. Apabila ketidakpastian Trump dan kurangnya kejelasan mengenai proposal kebijakan fiskal terus menekan USD, maka USDIDR dapat kembali bergerak menuju 13280.

"Kondisi pasar yang sedikit melemah dan kembalinya fokus pada risiko politik di Eropa telah memicu penghindaran risiko dan dapat memberi pengaruh pada peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan di jangka pendek," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime dalam keterangan resmi, Jumat (24/2/2017).



Adapun pasar global relatif tidak bergerak pada akhir perdagangan hari Rabu (22/2/2017) setelah notulen rapat Fed yang sedikit hawkish gagal meyakinkan pasar mengenai kenaikan suku bunga di bulan Maret. Walaupun banyak anggota Fed berulang kali menyuarakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin layak dilakukan kembali "dalam waktu cukup dekat", investor masih terus dihadapkan pada kurangnya komitmen lini waktu kenaikan dan ketidakjelasan secara umum.

Ketidakpastian Trump masih menjadi topik utama dan kekhawatiran tentang bagaimana kebijakan Trump akan memengaruhi prospek ekonomi AS terus meningkat, sehingga Fed mungkin terdorong untuk mempertahankan posisi waspada hingga kuartal kedua 2017. Walaupun masih terus ada wacana dari para pejabat hawkish Fed bahwa kenaikan suku bunga mungkin dilakukan di bulan Maret, tampaknya kenaikan tidak mungkin terjadi di bulan Maret dan lebih mungkin dilaksanakan di bulan Juni.

"Apabila data ekonomi AS berulang kali melampaui ekspektasi dan sektor tenaga kerja menampilkan stabilitas, bank sentral AS mungkin mengejutkan pasar dengan meningkatkan suku bunga di bulan Mei," ujar Lukman.

Tekait kurs Euro, ketidakpastian yang menyelimuti Zona Euro membuat Euro berisiko mengalami penurunan tajam pekan ini. Dari sudut pandang teknikal, EURUSD mengalami tekanan jual di rentang waktu harian dan para penjual mengeksploitasi momentum penurunan untuk mengantarkan harga menuju 1.0500. Karena konsisten terjadi level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah dan indikator lagging mengarah ke bawah, persyaratan tren bearish pun terpenuhi.

"Breakdown tegas di bawah 1.0500 dapat membuka penurunan lebih lanjut menuju level support berikutnya yaitu 1.0350," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI