Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC

Adhitya Himawan

Kamis, 15 Desember 2016 | 12:28 WIB
Forextime: Rupiah Menguat Jelang Rapat FOMC
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Rupiah menguat terhadap Dolar AS pekan lalu. USDIDR mendekati 13280 karena meningkatnya optimisme bahwa fase kedua program amnesti pajak akan berlangsung sukses membuat investor semakin tertarik pada Rupiah. Perekonomian Indonesia berulang kali menunjukkan sinyal stabilitas tahun ini.

"Dana senilai USD 7,5 miliar dolar diperkirakan akan kembali ke Indonesia sebelum akhir tahun sehingga PDB keseluruhan pun diharapkan akan terdongkrak. Investor akan memperhatikan rapat FOMC di hari Rabu pekan ini yang sangat diperkirakan akan meningkatkan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan semakin memperkuat Dolar dan Rupiah berpotensi melemah," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime dalam keterangan resmi, Kamis (15/12/2016).

Kesepakatan non-OPEC mengangkat harga WTI

Harga minyak mentah WTI melonjak ke level tertinggi tahunan baru di atas $53 pada awal perdagangan hari Senin setelah tercapainya kesepakatan OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi pada hari Sabtu lalu untuk mengatasi masalah oversuplai. Setelah satu tahun yang penuh dengan perselisihan dan ketidaksepakatan untuk memangkas produksi, produsen non-OPEC akhirnya setuju untuk mengurangi produksinya sebesar 558.000 barel per hari - sebuah penurunan yang sangat mengesankan. OPEC sebelumnya sudah menyepakati pemangkasan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari bulan ini, sehingga pemangkasan produksi agregat untuk OPEC dan non-OPEC adalah sekitar 1,76 juta barel per hari. Mengingat optimisme semakin tinggi bahwa para produsen minyak dunia akan bahu membahu mengatasi masalah oversuplai, harga minyak dapat semakin meningkat dan selera risiko serta saham global pun dapat menguat di jangka pendek.

Walaupun harga minyak memantul hebat, masih ada kekhawatiran apakah kesepakatan pemangkasan produksi ini akan dapat dipatuhi oleh seluruh anggota OPEC dan non-OPEC. Kesepakatan ini tidak mengikat secara hukum dan tidak ada penalti apa pun apabila ada pihak yang melanggar, sehingga wajar apabila ada keraguan apakah para anggota kartel akan memenuhi komitmennya. Pelanggaran kesepakatan ini dapat menekan harga minyak di jangka menengah dan panjang. Investor bearish juga akan sangat memperhatikan reaksi produsen minyak serpih (shale oil) As terhadap peningkatan harga minyak. Jumlah sumur aktif di AS telah bertambah 21 sumur dengan total 498 sumur pada 9 Desember - peningkatan tertinggi sejak harga minyak melampaui $50.

"Efek optimisme saat ini yang mendukung harga minyak mungkin bersifat terbatas. $60 akan menjadi level resistance yang sulit ditaklukkan pembeli di Tahun Baru ini. Investor bearish dapat memanfaatkan kecurigaan dan ketidakpercayaan antar anggota kartel saat ini untuk membuat harga minyak semakin melemah di jangka yang lebih panjang. Dari sudut pandang teknikal, investor bullish tetap memegang kendali di rentang waktu harian. Momentum bullish saat ini berpotensi mengantarkan harga minyak menuju $55," ujar Lukman.

Dollar melemah menjelang rapat FOMC

Dolar As mendominasi seluruh mata uang mayor lainnya di perdagangan hari Senin. Indeks Dolar stabil di atas 101.00 dengan begitu besarnya ekspektasi bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga AS di rapat hari Rabu pekan ini. CME FedWatch menunjukkan probabilitas 95% bahwa suku bunga akan ditingkatkan sebelum akhir tahun. Karena itu, investor akan lebih tertarik untuk memperhatikan konferensi pers Yellen dan dot plot yang mungkin dapat memberi pencerahan tentang jadwal pergerakan suku bunga AS di tahun 2017.

Ketidakpastian masih sangat menghantui sentimen pasar. Karena itu, Fed mungkin akan berhati-hati dengan mempertahankan proyeksi dua kenaikan suku bunga di tahun 2017 walaupun optimisme terhadap strategi stimulus fiskal Donald Trump yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan dan inflasi pun semakin besar.

baca juga

Sentimen tetap sangat bullish terhadap USD dan melemahnya USD akan dianggap sebagai koreksi teknikal. Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar sangat bearish pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakout intraday di atas 101.50 maka akan terbuka jalan menuju 102.00.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Kurs Rupiah dan Dollar AS Bukan Lagi Tolok Ukur Tepat

Jokowi: Kurs Rupiah dan Dollar AS Bukan Lagi Tolok Ukur Tepat

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 16:22 WIB

Jokowi Sebut Harga Dolar Bukan Lagi Tolar Ukur Perekonomian

Jokowi Sebut Harga Dolar Bukan Lagi Tolar Ukur Perekonomian

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 13:30 WIB

Forextime: Data Inflasi Indonesia  Menarik Perhatian Pasar

Forextime: Data Inflasi Indonesia Menarik Perhatian Pasar

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:00 WIB

Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS

Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 14:12 WIB

Dolar Jatuh Setelah Menguat Tajam

Dolar Jatuh Setelah Menguat Tajam

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 05:37 WIB

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 07:52 WIB

BI Perlu Terobosan Stabilkan Rupiah

BI Perlu Terobosan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 04:18 WIB

Forextime: Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia Menarik Perhatian

Forextime: Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia Menarik Perhatian

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 18:55 WIB

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 09:06 WIB

Forextime: Rupiah Merosot Karena Khawatir Terpilihnya Trump

Forextime: Rupiah Merosot Karena Khawatir Terpilihnya Trump

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 12:15 WIB

Terkini

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB