Pendiri dan Chairman Lippo Group, Mochtar Riady, membeberkan konsep yang dimiliki dirinya sehingga meraih kesuksesan dalam bisnis properti. Menurutnya, seorang developer harusnya memiliki visi sebagai pembangun kota, bukan pembangun perumahan.
"Seorang developer itu seharusnya menempatkan dirinya sebagai pembangun kota, bukan sebagai pembangun perumahan. Kalau pembangun perumahan, sekedar membangun rumah, lalu sudah. Hal-hal penting lainnya seperti sarana pendukung, tidak dipikirkan," kata Mochtar Riady dalam acara halal bihalal 1438 Hijriah di Tangerang, Banten, Kamis (6/7/2017).
Mochtar mengingatkan bahwa 30 tahun yang lalu, saat dirinya masih menjadi bangkir di PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, dirinya sempat mengunjungi kota Banjarmasin, Kalimantan Timur. Kepergiannya untuk mengunjungi salah satu klien yang bergerak di bisnis pertambangan.
"Sewaktu itu saat saya mengunjungi lokasi pertambangan dari Banjarmasin, di tengah perjalanan saya melihat sebuak komplek perumahan sederhana yang ditempati para transmigran dari Pulau Jawa dan Bali," jelasnya.
Namun komplek perumahan yang ia lihat tidak memiliki sarana infrastruktur yang layak. Mulai dari kondisi akses jalan yang tidak bagus, tidak terdapat sekolah, tidak terdapat rumah sakit, dan berbagai sarana pendukung lain yang dibutuhkan dalam sebuah permukiman.
"Ini sama saja dengan tempat pembuangan manusia. Menurut saya, kebijakan yang diterapkan pemerintah saat itu tidak tepat," tuturnya.
Oleh sebab itulah, Mochtar selaku developer memiliki konsep bisnis pembangunan sebuah kota. Bukan membangun sebuah atau beberapa komplek perumahan. "Konsep inilah yang seharusnya dimiliki seorang developer," tutupnya.